Tulisan Oleh Theresia Rita Wahyuningsih

RAPUH

No Comments »

January 11th, 2010 Posted 8:31 pm

(Theresia Rita)

Tak biasanya, sore ini langit cerah berbias warna abu-abu perak sisa matahari siang tadi. Sore ini cantik sekali, tetapi pikiran ku mengelayut letih ketika ingat kamu. Kamu adalah seseorang yang kukenal baik, lengkap dengan segala carut marut hidupmu, juga bening embun yang menetes setiap pagi dalam hari-hari manis kebersamaan kita. Aku sering menyebutmu malaikat, tetapi tidak punya sayap. Mungkin karena kamu tak punya sayap, sehingga kadang mengebaskan luka begitu dalam di hatiku.

Kenapa hari ini menjadi terasa berbeda, akupun mencoba menilik ke belakang berapa lama usia perkenalan kita. Tapi ternyata ukuran waktu tak cukup membantu memberi kesempatan pada kita untuk mengenal lebih dalam. Aku tahu apa yang membuat kamu gelisah dalam beberapa ribu detik yang lalu, semua tertangkap dalam kasat mataku. Tetapi sebait kejujuran tak juga mengalir dari bibir mungilmu walau aku terus menunggu. Hari ini aku menemukan dirimu yang lain, kamu yang rapuh atas nama sebuah kebutuhan hidup.

(more…)



TAK SELAMANYA MENYENANGKAN

No Comments »

December 22nd, 2009 Posted 5:25 pm

(Theresia Rita)

Beberapa hari lalu saya sempat sakit dan opname di sebuah rumah sakit swasta. Saat liburan adalah saat menyenangkan untuk bersama-sama dengan orang – orang tercinta, namun hari itu terpaksa aku mendekam di emergency.
Sayangnya pelayanan rumah sakit itu tak terlalu cepat (bukan complain lho…nanti jadi testimoni seperti kasusnya Prita dan OMNI..he…he…he) ini hanya sekedar cerita inside yang bagiku menarik dibalik peristiwa ini.

Si Perawat menusukkan jarum untuk mengambil darah guna pemeriksaan lab. Setelah agak bingung mencari nadi, akhirnya ketemu di tempat yang dirasa tepat,jarum yang ditusukkan amat sakit sampai ke seluruh lengan terasa pegal dan nyeri. Ini sungguh tak biasa . Dan entah kenapa darahku yang biasanya cepat sekali keluar, sekali ini darahnya amat sedikit, tapi siksaan ngilu karena tusukan jarum itu sampai ke tulang belikat. Akhirnya si perawat minta maaf berkali-kali karena akan cari daerah tusukan ditempat lain yang banyak menghasilkan darah. Jadi…terpaksa aku harus merasakan tusukan jarum untuk kedua kalinya. Rasa ngilu di lengan terasa sampai berhari-hari.

(more…)



TANPA JUDUL

1 Comment »

December 14th, 2009 Posted 6:10 am

(Theresia Rita)

Ketika aku masih kecil,umurku belum enam tahun,

Ada seorang pengemis yang tiap hari datang kerumahku, mula-mula rasanya sangat lucu karena kami tinggal dikampung, bagaimana mungkin ada pengemis, menurutku pengemis biasanya hanya ada dikota

Tiap kali pengemis itu datang,aku senang sekali,

dan biasanya ibuku menyiapkan sepiring nasi dan lauk nya menyuruh nenek itu makan.

(more…)



MALAIKAT ITU TAK PUNYA SAYAP

No Comments »

December 9th, 2009 Posted 2:15 pm

(Theresia Rita)

Bertahun – tahun aku merayakan valentine dengan biasa saja meski jaman SMA dulu, valentine selalu hadir dengan nuansa istimewa karena hebohnya teman-teman merayakan. Tapi  tahun ini valentine menjadi sangat istimewa. Aku ketemu dengan dia saat retret valentine bersama. Semula yang sama sekali tak kenal., menjadi amat dekat dan kenal luar dalam.

Mungil dan cantik, mirip seperti burung pipit yang ada foto dan puisinya mbak femi….kakinya kecil,tetapi di balik semua kemungilannya itu Tuhan memakai dia untuk hal-hal besar dalam karya pelayanan. Aku suka memanggilnya burung pipit,bukan hanya karena mungilnya…tetapi karena cerewet…celotehnya ramai mirip burung-burung pipit di sawah di kampungku.

(more…)



Aku belajar dari anjingku

2 Comments »

November 26th, 2009 Posted 2:13 pm

(Theresia Rita)

Aku masih SD ketika keluarga kami memiliki anjing keturunan Labrador, bulu nya lebat sampai mukanya hanya terlihat moncongnya saja. Dia cantik sekali warnanya putih dan coklat muda, tapi kegemukan karena kami selalu berebut memberinya makan. Namanya Foni. Maaf tidak bermaksud menyamakan dengan anjingku bila ada teman yang namanya sama, tapi ibuku entah kenapa memberi nama demikian. Umurnya baru 4 tahun waktu hamil pertama kalinya. Anak nya 6 ekor, sangat cantik dan gendut-gendut.

Ayahku seorang kepala sekolah, tetapi menghabiskan sisa waktu mengajar dengan berkebun. Biasanya kalau buah jeruk dikebun kami mulai berbuah dan terlalu lebat, beliau memotong beberapa putik buah agar yang lain bisa besar dan matang sempurna.

(more…)