Archive for the Vinna Kurniawati Category
Ny. Lars – Part 10 -
March 18th, 2010 Posted 7:34 pm
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Masalah yang harus dihadapi Jenny semakin rumit saja. Selain harus menghadapi Lars yang sedang dekat dengan seorang wanita ( yang membuat Jenny cemburu ), juga harus menghadapi Kevin yang berusaha membuat Jenny bisa jatuh cinta kepadanya ( seolah itu bisa terjadi saja ) dan kini dia juga harus menghadapi ibunya yang tiba-tiba menelepon untuk meminta Jenny tinggal bersama …
Sore itu Kevin benar-benar datang menjemput Jenny di bengkel. Semua anak-anak di bengkel begitu tercengang melihat Kevin yang menjemput Jenny dan menyapanya dengan mesra. Mungkin mereka semua sedang berpikir bagaimana caranya Jenny bisa mendapatkan seorang pangeran yang mau berpacaran dengan nenek sihir seperti Jenny_Jenny memang terkenal cukup galak sebagai atasan mereka. Tapi Jenny tidak perduli walaupun dia dianggap sebagai nenek sihir, yang penting mereka sudah melihat Kevin dan Kevin sendiri sudah berakting sangat baik sebagai pacarnya dengan menyapanya dengan mesra seperti tadi. Paling tidak mereka bisa menyampaikan dari mulut ke mulut tentang pacarnya ini sehingga sampai ke telinga Lars dengan cukup bagus.
Tags: Cerbung, Serial
Posted in Vinna Kurniawati
Ny. Lars – Part 9 -
March 10th, 2010 Posted 6:52 pm
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Jenny kesal bukan main saat acara jalan-jalannya dengan Lars di ganggu oleh Kevin. Tingkah laku Kevin yang dengan seenaknya masuk ke dalam kehidupan Jenny itu membuatnya tidak nyaman, dan lebih kesal lagi saat Kevin mengatakan dengan terus terang mengatakan bahwa dia akan mencuri hati Jenny, bagaimanapun caranya …
Ini adalah hari yang berat bagi Jenny karena baru saja pagi dijelang beberapa menit, dia sudah harus dipusingkan dengan masalah yang akan dihadapinya. Sore ini Kevin berencana akan menjemputnya sepulang kantor. Dan pagi ini pikirannya dipenuhi dengan berbagai kemungkinan reaksi yang akan dilakukan Lars saat melihat Kevin nanti yang akan diperkenalkan Jenny sebagai pacarnya. Rencananya Kevin tidak akan sampai diperkenalkan kepada Lars, cukup kepada teman-teman bengkelnya saja dulu. Toh dari teman-teman di bengkel itu akan sampai juga berita penjemputan itu ke telinga Lars, sehingga kemungkinan Lars tidak akan curiga kenapa dia tidak pernah bertemu dengan ‘pacar Jenny’ selama ini, karena dia pikir mungkin saja selama ini mereka tidak berada di tempat dan waktu yang sama. Tapi walaupun begitu, akan ada saja kemungkinan lain yang bisa terjadi, termasuk kemungkinan kalau Lars akan bertemu Kevin sore nanti. Kita kan tidak tahu bagaimana cara kerja takdir, mangkanya sekarang Jenny sedang pusing memikirkan kemungkinan itu, karena kemungkinan apapun juga pasti bisa terjadi. Kalau itu kemungkinan yang berdampak baik, tidak akan menjadi masalah yang cukup serius; tapi kalau kemungkinan yang terjadi malah membawa dampak yang jelek bagaimana? Itu yang sedang dikhawatirkan Jenny sekarang.
Tags: Serial
Posted in Vinna Kurniawati
Ny. Lars – Part 8 -
March 3rd, 2010 Posted 7:24 pm
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Dengan sangat terpaksa Jenny menuruti kemauan Louise untuk menemui beberapa orang yang menghubungi Louise karena biro jodoh itu, dan akhirnya bertemu dengan Kevin yang walaupun berkepala botak tapi ternyata adalah satu-satunya orang yang layak untuk menjadi pacar bohongannya …
Nampaknya begitu banyak perubahan yang terjadi dengan semua orang di sekitar Jenny yang membuatnya bingung. Misalnya Lars yang sudah sembuh dari luka-lukanya hanya dalam waktu lima hari; Louise yang selalu membicarakan Kevin-Kevin dan hanya Kevin dalam beberapa hari ini; juga Kevin yang mulai masuk ke dalam kehidupannya dan mulai merepotkannya karena selalu saja meneleponnya hampir setiap hari. Dalam kasus Lars yang sembuh dalam waktu yang sangat cepat, menurut Jenny itu bukan masalah yang perlu dipertanyakan karena Lars memang dirawat oleh salah satu perawat terbaik di dunia, yaitu Jenny; tapi untuk kasus Louise dan Kevin? Jenny tidak pernah habis pikir bagaimana mereka bisa bersikap seperti alien. Padahal kan Kevin tahu benar kalau Jenny hanya ingin mereka berpura-pura selama beberapa waktu, tidak untuk selamanya, jadi rasanya akan sangat sia-sia berusaha sekeras itu. Dan untuk Louise, dia kan tahu juga kalau Jenny dan Kevin hanya berpura-pura pacaran, jadi rasanya tidak perlu dia bersusah payah mengingatkan Jenny kalau Kevin adalah laki-laki baik, ganteng, kaya dan lain-lain. Toh Jenny juga tidak perduli. Dia kan sudah memutuskan tidak akan jatuh cinta lagi selain dengan Lars.
Tags: Serial
Posted in Vinna Kurniawati
Ny. Lars – Part 7 -
February 21st, 2010 Posted 10:39 am
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Lars berada dalam masa penyembuhan setelah babak belur akibat insiden di klub beberapa hari yang lalu, dan tiba-tiba Cherry menghubunginya lagi untuk mengajaknya bertemu. Tentu saja Lars tidak menolak, dia bahkan mulai melakukan persiapan untuk menyambut kencan mereka berikutnya …
Lagi-lagi Jenny harus mengomeli Louise melalui ponselnya. Bagaimana Jenny tidak mengamuk? Sudah sedari tadi ponsel Jenny terus saja berdering dan yang paling membuatnya stress adalah orang yang meneleponnya terus, yaitu Louise. Sebenarnya Jenny sedang berada di rumah Lars untuk memasak bubur, sedangkan Lars sendiri sedang berada di kamar mandi.
“ Iya, Lou! Entar gua dateng. Lo nggak perlu nelponin gua tiap lima menit sekali! “
“ Sorry, gua takut lo nggak dateng. Lagian, bentar lagi cowok-cowok yang mau kenalan sama lo bakal dateng. “
“ Tau! “
Tags: Cerber, Serial
Posted in Vinna Kurniawati
Ny. Lars – Part 6 -
February 14th, 2010 Posted 8:40 pm
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Jenny benar-benar kaget melihat tingkat sahabatnya, Louise, yang memasukkan data pribadinya ke sebuah biro jodoh di Koran local hanya untuk mendapatkan seorang laki-laki yang rela menjadi pacar bohongannya …
Lain halnya dengan Jenny yang mengisi rutinitas paginya dengan mengomeli Louise melalui ponsel, Lars malah mengawali harinya dengan tenang. Kemarin pagi dia terbangun karena merasakan sakit di wajah, kepala dan seluruh tubuhnya. Walau dia tidak ingat lagi tentang apa yang terjadi di klub beberapa waktu yang lalu, tapi dia yakin kalau itu bukan sesuatu yang bagus sehingga wajahnya bisa babak belur dan tubuhnya penuh memar seperti ini. Lars juga tahu akibat dari entah apa yang telah terjadi sudah membuat Jenny repot, soalnya saat bangun dia menemukan sebuah surat dibawah segelas air putih dan satu strip obat yang bertuliskan:
Tags: Cerber, Serial
Posted in Vinna Kurniawati
Ny. Lars – Part 5 -
February 7th, 2010 Posted 5:57 pm
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Tanpa disengaja Lars berkenalan dengan seorang wanita cantik dan seksi bernama Cherry di sebuah klub yang pada akhirnya malah membuat Lars babak belur dan membuat Jenny harus datang menjemputnya…
Apa yang dilihat Jenny di pagi berikutnya, diantara lembar-lembar koran lokal, benar-benar membuatnya kaget. Dirublik biro jodoh terdapat sebuah kolom yang jelas-jelas menuliskan ciri-cirinya dan nomor telepon yang dikenalnya. Untung saja namanya tidak terpampang di kolom itu, tapi nomor telepon yang ada di sana sudah dapat menjelaskan dengan pasti siapa yang sudah dengan seenaknya menuliskan ciri-cirinya di kolom biro jodoh itu. Dalam kolom itu tertulis seperti ini:
Tags: Cerber, Serial
Posted in Vinna Kurniawati
Ny. Lars – Part 4 -
February 1st, 2010 Posted 8:09 am
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Jenny sudah lama berbohong kepada Lars kalau dia sudah punya pacar, padahal tidak ada satu laki-laki pun yang bisa merebut hatinya kecuali Lars. Tapi kebohongan sudah terlanjur dibuat, mau tidak mau Jenny harus menemukan jalan untuk bisa menghentikan kebohongan itu…
Irama musik yang berdentam keras langsung menerpa Lars saat dia baru saja melangkah masuk ke klub. Sebenarnya acara berkunjung ke klub ini di luar rencana, hanya saja hari ini Lars sudah melewati rutinitas kerja yang sangat melelahkan. Sebagai manager, Lars sibuk sekali memperkenalkan pegawai baru dikantornya kepada pegawai lamanya, belum lagi rapat yang harus dihadirinya, juga arsip-arsip yang harus ditanda tanganinya menyita begitu banyak konsentrasi, energi dan pikiran yang membuatnya lelah. Karena itu setelah akhirnya menuntaskan tugasnya, Lars memutuskan untuk sedikit bersantai dan pergi ke klub. Well… Jika syarafmu sudah begitu tegang maka kau harus menenangkannya, dengan melihat wanita-wanita cantik yang bergoyang mengikuti irama adalah salah satu caranya.
Tags: Cerber, Serial
Posted in Vinna Kurniawati
… Kalau Saja …
January 27th, 2010 Posted 9:48 pm
(Vinna Kurniawati)
Ada sebuah jeritan terdengar dari dalam hatiku. Jeritan seseorang, bukan aku, tapi anehnya terdengar begitu dekat dalam diriku. Seolah sebagian dari diriku sendiri yang menjerit, bukan orang lain. Itu jeritan kesakitan, tapi bukan karena luka bakar, luka iris atau luka lainnya, melainkan luka yang lain, yang lebih menyakitkan, yang lebih menakutkan. Aku hanya bisa menebak bahwa itu adalah luka hati… Kenapa semua hal harus begitu sulit untuknya? Mengapa ada begitu banyak rintangan yang harus dihadapinya tanpa bisa ditinggalkan begitu saja? Tidak bisakah dia lari dari semuanya dan memutuskan untuk melewati rintangan yang lain saja asal jangan rintangan yang satu ini? Aku tahu dan merasakan bahwa hatinya sudah hancur berkeping-keping tanpa perlu dihancurkan dengan masalah yang satu ini. Dan bisakah semuanya berjalan lancar untuknya, kali ini saja? Dia telah memutuskan begitu banyak hal yang besar dalam dirinya. Semua menguras tenaganya, menguras setiap rasa di dalam hatinya, membuatnya merasa tidak lagi memiliki sisa rasa yang bisa diperasnya untuk merasa sedikit bahagia. Dia hanya ingin berbahagia, sama seperti orang lain, sama seperti kita. Tapi kebahagiaan itu begitu sulit untuk diraih baginya.
Posted in Vinna Kurniawati
“ NY. LARS “ – Part 3 -
January 24th, 2010 Posted 3:52 pm
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Walaupun Lars dan Jenny adalah bos dan anak buah, tapi di luar urusan pekerjaan mereka seperti sahabat. Tapi berapa lama Jenny bisa memendam perasaannya? Apalagi saat mengetahui jika Lars ternyata termasuk salah satu pria playboy yang memuja wanita? …
Lars benar-benar menceritakan apa yang dialaminya kemarin malam kepada Jenny. Bagaimana dia bertemu wanita itu, berkenalan dan merasa cocok. Untung saja Lars tidak menceritakan peristiwa diatas ranjang dengan wanita itu secara detail. Mendengar acara pendekatan dan perkenalan mereka saja sudah membuat hati Jenny ketar-ketir, apalagi kalau dia mendengar cerita intim itu, mungkin Jenny akan langsung pingsan seketika, atau berteriak karena panik dan jadi gila. Tapi untunglah itu tidak terjadi. Lars cukup bijak dengan hanya menceritakan garis besar kronologi kejadian dengan tidak menyinggung kejadian di atas ranjang sehingga Jenny bisa dengan bijak juga menanggapi ceritanya.
Tags: Cerber, Serial
Posted in Vinna Kurniawati
“ NY. LARS “ – Part 2 -
January 18th, 2010 Posted 8:34 am
(Vinna Kurniawati)
… Episode sebelumnya …
Jenny yang pengangguran secara tidak sengaja berkenalan dengan Lars yang akhirnya memberinya pekerjaan dan membuat Jenny jatuh hati. Tapi setelah lebih dari dua tahun Jenny masih belum berani menyatakan perasaan kepada bosnya itu …
Sabtu malam itu, Lars terbangun dari tidur ayamnya dengan mata yang masih menahan kantuk, badannya lengket dengan keringat dan hanya ditutupi selimut. Lars meraih ponsel yang tergeletak diantara celana dan kemejanya yang berserakan di lantai. Diaktifkannya ponsel itu, lalu diliriknya jam di sudut monitor. 01.51 dini hari. Lars duduk di ujung tempat tidur dan melempar kembali ponselnya ke tempat semula.
Tags: Cerber, Serial
Posted in Vinna Kurniawati
NY. Lars – Part 1 -
January 10th, 2010 Posted 10:20 pm
(Vinna Kurniawati)
“ NY. LARS “ – Part 1 -
“ My love … there’s only you in my life… “
Bulan Februari baru saja dijelang, tapi lagu-lagu bertema cinta sudah berkumandang dimana-mana dan dekorasi bertema senada terlihat di sepanjang jalan; termasuk di supermarket yang sedang Jenny datangi. Para pelayannya mengenakan celemek bergambar hati dan terdapat berbagai macam coklat yang ditawarkan dengan harga bersaing dan bentuk yang lucu-lucu. Ini semua untuk menyambut perayaan Valentine yang sudah di depan mata. Semua orang mulai sibuk mencari kado apa yang tepat untuk diberikan kepada kekasihnya; coklat saja atau ditambah sebuah boneka teddy bear, coklat dengan bunga, atau sesuatu yang lebih manis dari itu. Bahkan bukan hanya kepada kekasih saja, semua orang akan sibuk mencari kado apa yang tepat untuk diberikan kepada orang tua, kakak atau adik mereka, bahkan keponakan sekalipun. (more…)
Tags: Cerber, Serial, Valentine
Posted in Vinna Kurniawati
Love For Sale
December 11th, 2009 Posted 7:27 pm
(Vinna Kurniawati)
Jatuh cinta.
J-A-T-U-H-C-I-N-T-A
Aneh sekali, kenapa dua kata ini bisa-bisanya membuat keningku berkerut dan otakku berpikir keras?
Baru saja beberapa hari yang lalu aku mengalami hal yang sangat aneh. Dengan sangat tiba-tiba aku menemukan sebuah toko. Toko ini bukan toko baru, bisa ku lihat dari cat dindingnya yang tidak lagi berwarna mengkilap seperti baru dipoles. Toko ini juga tidak terlalu menarik perhatianku pada awalnya, aku pasti akan melewatkannya begitu saja tanpa menoleh sedikit pun jika aku berjalan di depannya. Tapi begitu aku memperhatikan apa yang terpajang di balik kaca etalasenya yang tidak terlalu besar, tiba-tiba kakiku berhenti untuk mengamatinya. Di balik etalase itu hanya terpasang sebuah papan berwarna coklat dengan sebuah gambar hati besar di tengah-tengahnya. Sebuah tulisan yang juga cukup besar tertulis di samping gambar hati itu dengan tinta berwarna merah dan sebuah tanda seru di akhir kata: SALE. Deretan kata-kata yang lebih kecil tertulis di bawahnya untuk menerangkan symbol itu.
“ Cinta: ditawarkan kepada siapa saja yang berminat dengan diskon menarik. Jangan sampai kehabisan, persediaan terbatas. “
Tags: Cinta
Posted in Vinna Kurniawati
Aku Minta Maaf Karena Aku Mencintaimu
December 10th, 2009 Posted 7:25 am
(Vinna Kurniawati)
Malam ini hujan.
Sudah sejak siang, sore dan sampai malam ini hujan terus saja mengguyur tanpa perduli aku berada di atas motor, menerjang hujan dari satu tempat ke tempat lain. Aku kedinginan saat ini, saat duduk di depan televisi mungilku, menonton entah tayangan apa di sana sambil terus menyuap sekotak es krim yang ada di pangkuan, sendok demi sendok tanpa sadar. Karena aku sedang termenung dengan satu kata mengulang-ulang di dalam kepalaku: maafkan aku, sayang.
Benar, yang paling aku inginkan saat ini hanyalah meminta maaf. Berulang-ulang, sambil merangkak bahkan sampai menangis darah. Karena kesalahanku sudah begitu besar dan aku tidak yakin akan ada satu orang pun yang bisa mengampuniku. Tanpa kesalahan ini, dosaku sudah begitu besar dan dengan adanya dosaku yang satu ini aku yakin neraka akan menerimaku tanpa ragu dan dengan tangan terbuka.
Tags: Belajar, Cinta, Maaf
Posted in Vinna Kurniawati
Kelinci Pembenci Wortel
December 7th, 2009 Posted 10:07 pm
(Vinna Kurniawati)
Ada seekor kelinci, seluruh bulu yang menutupi badannya berwarna hitam sedangkan matanya yang bulat kecil cemerlang berwarna coklat. Kelinci ini begitu lincah, suka melompat ke sana kemari dan selalu mengendus semua hal yang ada di hadapannya dengan penuh ingin tahu. Tapi kadang kala kelinci itu juga bisa duduk termenung menatap jendela atau di pojok kandangnya tanpa melakukan apa-apa, seperti melamun.
Tapi yah, bagaimana pun kelinci itu tetap menarik hati. Semua orang akan tertarik untuk mengenalnya lebih dekat lagi, walaupun hanya untuk sekedar mengelus kepalanya, menarik telinganya yang panjang ataupun hanya mengacak-acak bulunya yang cukup lembut itu.
Memang begitulah kelinci hitam itu.
Hanya saja, ada satu hal yang cukup membingungkanku. Sebenarnya bukan sesuatu yang serius, tapi kalau mengingat bahwa sesuatu itu sangat di luar kebiasaan, lama-lama kebingunganku berubah menjadi kekhawatiran. Pasalnya, kelinci hitam itu tidak menyukai wortel.
Tags: Motivasi, Sharing
Posted in Vinna Kurniawati
STUPID RAPUNZEL
December 2nd, 2009 Posted 8:25 pm
(Vinna Kurniawati)
Tahukah kau bahwa ada sebuah dongeng yang menceritakan mengenai seorang putri yang dikurung oleh seorang penyihir jahat di atas sebuah menara yang sangat tinggi. Sang penyihir memenjarakan putri itu agar tidak ada satu orang pun yang bisa menemui putri itu dan mengganggunya kecuali sang penyihir itu sendiri. Jika sang penyihir ingin mengunjungi putri itu untuk membawakannya makanan atau hanya sekedar mengecek situasi, sang putri akan menjatuhkan gulungan rambutnya yang sangat panjang ke bawah menara melalui jendela agar sang penyihir bisa memanjat naik. Jadi begitulah, sang putri tidak pernah turun dari menara dan terbelenggu di sana sampai suatu saat ada seorang pangeran yang secara tidak disengaja ataupun tidak menemukan menara itu, jatuh cinta kepada sang putri, membunuh sang penyihir dan membebaskan sang putri. Tamat, akhir yang bahagia, habis perkara.
Tags: Cinta
Posted in Vinna Kurniawati














