Tulisan Oleh Zheng Qiu Hui
MIENEVIERE part 3 (tamat)
June 9th, 2010 Posted 2:46 pm
(Zheng Qiu Hui)
Peter keluar dari tempat persembunyiannya, akhirnya dia bisa lolos dari orang-orang yang sedang mencarinya. Ini adalah perjalanan rahasia, tidak ada yang boleh tahu termasuk kakak-kakaknya. Peter ingin bertemu dengan Mieneviere.
Peter berjalan perlahan-lahan menuju ke tengah danau, setelah air danau mencapai lehernya, Peter mulai meminum air danau yang rasanya sangat tidak enak itu sebanyak-banyaknya. Perutnya mulai terasa sakit dan mual, kepalanya terasa pening. Peter merasa sangat tersiksa tapi keinginannya untuk bertemu dengan Mieneviere begitu kuat sehingga memaksanya untuk terus meminum air danau.
Peter merasa perjalanannya untuk bertemu dengan Mieneviere sudah dimulai. Pandangannya mulai berputar-putar. Ajaib! Ia dapat melihat Mieneviere! Peri hijau itu berenang meliuk-liuk dengan anggun dan indah. (more…)
Tags: Cerber, Serial
Posted in Zheng Qiu Hui
MIENEVIERE part 2
June 8th, 2010 Posted 6:39 pm
(Zheng Qiu Hui)
Aku terbangun di atas tempat tidur, dikelilingi oleh keluargaku. Ibu tampak seperti habis menangis, ayah terlihat begitu pucat, Clemen masih terus menangis. Ada apa sebenarnya?
Aku mencoba untuk bangkit, aneh, aku bahkan tidak mampu mengangkat tanganku. Badan terasa amat berat dan kepalaku pening sekali. Aku mengedarkan pandangan ke sekitarku, apa yang telah terjadi?
“Oh, kau sudah sadar, nak.” sambut ibu dengan gembira.
“ Kami pikir kau tidak akan bangun lagi selamanya, apa yang kau lakukan di danau itu, nak?” Ayah terlihat sangat khawatir.
Aku tidak mau menceritakan rahasia ini, masih terlalu dini, aku belum menemukan cukup bukti. Mataku mencari-cari Robert, nah, itu dia duduk di sudut dengan wajah muram. Aku tidak sabar ingin menceritakan pengalamanku. Tapi harus menunggu sampai orang tua kami meninggalkan kami sendiri, kali ini aku mau berbagi rahasia dengan Peter dan Clemen.
Tags: Cerber, Serial
Posted in Zheng Qiu Hui
Mieneviere (part 1)
June 7th, 2010 Posted 10:16 am
RAHASIA MIENEVIERE
Banyak orang bilang bahwa desaku yang dikelilingi oleh rawa terasa begitu suram dan seram. Tapi bagiku rawa yang penuh dengan segala bahaya merupakan tempat bertualang yang tidak ada bandingannya. Bayangkan saja, tepat di tengah rawa yang diselimuti kabut tebal itu terdapat danau kecil yang airnya hijau berkilauan, pepohonan yang besar dan rimbun mengelilingi danau dengan rapat. Kilau air membentuk pola-pola di sulur-sulur pohon yang melandai bagaikan tirai membuat danau tampak sangat angker dan penuh misteri. Pada hari yang cerah pun sinar matahari hanya mampu menyelinap sedikit saja melalui celah antara dedaunan.
Airnya yang berwarna kehijauan membuat kita tidak dapat melihat ke dasar danau, sehingga kita tidak tahu apa saja yang ada di dalam danau. Sering aku membayangkan mahluk-mahluk seram yang mungkin bermukim di sana. Dan bila kita menatap air danau berlama-lama, badan seolah-olah tertarik oleh suatu kekuatan yang tak nampak untuk masuk ke dalam danau. Bukankah ini adalah sesuatu yang hebat? (more…)
Tags: Cerber, Serial
Posted in Zheng Qiu Hui
HADIRMU..
May 27th, 2010 Posted 1:52 pm
(Verawati Cakrasenjaya)
Pertama kali aku menyadari kehadirannya pada saat dia berlari menghindari kejaran pemilik rumah no 1, dia terengah-engah dan mencari tempat perlindungan dengan panik.
Pada saat itulah, baru kusadari pesona kecantikan fisiknya yang begitu luar biasa. Mata hijau kekuningan yang bercahaya, muka abu-abunya yang dempak, ekor buntet, warna bulunya yang bernuansa abu kecoklatan, belum lagi dengan kaki rampingnya, semuanya membuat aku terpesona.
Mulai saat itu kemanapun dia pergi, selalu kuawasi dari jauh, aku tak yakin dia akan menyukaiku. Tapi semakin lama kuawasi semakin kuat cengkraman pesonanya atasku. Lenggoknya, caranya mengendap-ngendap ketika akan mengorek tempat sampah rumah no 1, atau ketika lari terbirit-birit dikejar anjing buas rumah no 1, semua, semuanya begitu mempesonakanku seolah tak ada lagi mahluk sepertinya.
Tags: Cerpen
Posted in Zheng Qiu Hui
Badut Kentut
May 25th, 2010 Posted 8:05 am
(Verawati Cakrasenjaya)
Seorang badut duduk di sudut sebuah pesta sambil terkentut-kentut. Dia duduk menyendiri sambil menatap pesta di hadapannya dengan pandangan ingin, tapi tak seorangpun yang mau mengajak Badut untuk ikut menikmati pesta.Malahan banyak orang yang dengan sengaja menjauhi dan pura-pura tak melihat. Badut bingung mengapa orang-orang tidak mau mendekati dia.
“Apa kentut saya terlalu bau? Apa boleh buat. Saya kentut kan karena perut saya gendut. Habis, mana ada sih badut yang perutnya kempes? Tapi perut gendut itu ada resikonya, ya itu dia, tidak bisa berhenti kentut.” Wajah murung si Badut menjadi semakin murung menyadari kondisinya yang jauh dari sempurna.
“Tapi kan saya sudah berakting selucu mungkin untuk menghibur orang, masa orang hanya dinilai dari kentutnya saja?”
Tags: Cerpen
Posted in Zheng Qiu Hui











