Sinetron Sore Hari

(Daesy Christina)

Ya siapa sih yang tak tahu Laila, atau Cinta Fitri? Apalagi kalau ditanyakan ke tante yang setiap sore tidak pernah absen menontonnya. Pasti akan dijawab lengkap beserta sinopsisnya.

Namun yang ini jangan samakan dengan mereka. Tidak ada make up (terutama saat hendak tidur), atau tidak ada adegan close up berkali-kali yang entah apa maksudnya. Tidak ada juga sutradara, apalagi pengarah gaya. Tapi pemainnya? Adegannya? Tidak kalah hebat, lucu, menarik dan seru dibandingkan yang di layar kaca.

Opening

Jadi, kira-kira sekitar pukul 4 sore lewat hari itu, aku sedang duduk kepanasan di sebuah mikrolet. Sambil menguyah sisa-sisa empek-empek yang aku beli dari pedagang pinggir jalan, aku menikmati perjalanan pulang sore itu. Angin sepoi sepoi menemani kesejukan tegukan air dingin ditemani sahut-sahutan klakson sesama mikrolet lain.

Adegan 1

Hingga perjalananku sampai mendekati Pasar Tanah Abang, matakupun mulai tertambat dengan beberapa kejadian.

Salah satunya adalah seorang bapak tua yang duduk dekat pak supir dengan hpnya yang kira-kira ada 5 (setidaknya itu jumlah yang terlihat olehku). Hatiku sedikit tergelak, dan berbagi senyuman dengan seorang laki-laki muda di depanku yang sepertinya juga menyadari itu. Waah, mengalahkan penjual hp neh.

Aku mulai bertanya-tanya dalam hati, kira-kira bapak itu punya no hp apa saja ya? Soalnya di hampir seluruh perjalanannya, ia sibuk menelpon ataupun mengirimkan sms dengan bermacam-macam hp yang dimilikinya itu. Mampukah anda menebaknya?

Adegan 2

Setelah turun di Pasar Tanah Abang, aku pun lanjut dengan mikrolet tujuan Tanah Abang – Kebayoran Lama. Dan di perjalanan, akupun melihat ada seorang ibu-ibu tua (hampir nenek-nenek) sedang marah-marah dengan seekor kucing.

Yaa! Kucing!

Ibu tua itu sedang memarahi seekor kucing malas yang sedang tidur-tiduran di atas tong bekas minyak tanah (sepertinya). Ditarik-tariknya kardus yang ditiduri kucing itu.

Nampaknya, kardus yang ditiduri kucing itu adalah milik ibu tua itu. Ditariknya kardus itu, tapi sepertinya kucing malas itu terlalu gemuk dan berat sehingga sulit. Akhirnya, ibu itu marah-marah sambil terus berusaha menarik kardus tersebut.

Kenapa kucingnya tidak diusir? Khan sudah dibilang, kucingnya malas. Jadi walau sudah dimarahi ibu tua itu sambil kardusnya ditarik-tarik, kucing itu masih saja asyik tidur-tiduran seakan tidak peduli.

Dasar kucing!

Adegan 3

Matahari mulai terbenam, dan awan sedang asyik bermain dengan warna jingga milik mentari. Mikrolet yang aku tumpangi sedang terjebak macet di jembatan yang melintas di atas rel kereta api, hingga saat kupandangi langit dan hamparan gedung di ujung sana, aku serasa berada dalam sebuah adegan film.

Bukanlah lagu melankolis dengan iringan biola ataupun piano yang terdengar, melainkan bunyi klakson dan deruman mesin motor.

Bukanlah parfum mahal, tapi asap-asap knalpot yang membaui udara sore itu.

Tapi saat aku pandangi langit dengan warna jingga dan biru yang seperti sedang bercinta, aku merasa begitu kecil di hadapan semuanya.

Kurasakan semua keindahan dan keajaiban hidup saat itu juga.

Mataku berusaha mengabadikan semuanya, saat kamera hpku terlalu kecil untuk diandalkan.

Jiwaku berusaha merengkuh semua rasa, saat tangan-tanganku terlalu kecil untuk meraihnya.

Dan saat kemacetan perlahan pecah, mikrolet yang kutumpangi pun mulai beranjak maju, dan menghantarkanku ke dalam pangkuan rumah.

Seperti yang aku katakan, tidak kalah menariknya khan dibandingkan yang ada di layar kaca? Gratis pula. Setiap hari, setiap saat (tidak hanya tayang sore hari), dan yang serunya, tidak ada yang menyamai alias ditiru oleh siapapun.

Kau juga bisa memiliki untuk dirimu sendiri lho!

Bagaimana?

Yang perlu dilakukan hanyalah matikan televisimu dan keluarlah dari tempurungmu.

Lihatlah sekililing, rasakan semuanya, dan nikmatilah Sinetron Sore Hari-mu!

Tertarik dengan yang ini?

  • Serial Traveling on Vacation.. Ngelayap Ke Jogja. (part 4)
  • Serial Traveling on Vacation.. Ngelayap Ke Jogja. ( Part 3 )
  • Serial Traveling on Vacation.. Ngelayap Ke Jogja. ( Part 2 )
  • Serial Traveling on Vacation.. Ngelayap Ke Jogja. ( Part I )
  • Sehari di Keramba-Pulau Pahawang
  • Sebuah Bis Kota (2007)
  • AKU
  • CUNG BALONTHET!
  • ciwidey- bandung selatan jawa barat
  • Berkunjung ke pulau tidung

Comments (3)

FonnyJanuary 4th, 2010 at 9:41 pm

Menarik nih tulisannya Deasy! Bagus! :)

Daesy ChristinaJanuary 4th, 2010 at 10:29 pm

hehehe. makasih Fonny. :D

fekhiJanuary 5th, 2010 at 2:08 pm

wah emang enak tuh liat sinetron asli hahaha… zaman dulu masih suka naek angkot menikmati benerrrr

Leave a comment

Your comment