SAHABAT

(Dede AM Setiadi)

Sahabat terbaik ku telah lama meninggalkan ku, pergi menuju sang khalik. Kesepian dan kesedihan berkepanjangan rasanya sulit sirna dari hati dan pikiran ku. Banyak orang menghiburku untuk bisa mengikhlaskan kepergiannya, membiarkan nya tenang di alam sana. Tapi rasanya sulit dan teramat sulit bagi ku untuk tidak marah dan sedih atas kepergiannya.

Maafkan aku sahabat, kehadiran mu sangat berarti untuk ku, menyemangati ku kala hati ku gundah dan menghiburku kala kesedihan teramat sangat melanda, tertawa bersama di suatu sore yang indah. Menikmati semangkuk baso yang kebetulan lewat di depan rumah, kemudian pura-pura tak tahu saat harus membayar… ah …betapa aku sangat kehilangan suasana itu.

Sahabat, kau pergi tidak meninggalkan pesan, kau pergi tidak sempat berpamitan, kau tinggalkan aku dalam kesedihan dan penyesalan yang teramat dalam. Luka yang bekasnya sangat dalam dan sulit untuk hilang, luka yang tak mudah untuk disembuhkan, luka yang teramat sakit.

Sahabat, apakah perasaan ku ini menghambat mu? Apakah perasaan ku ini menyulitkan mu di sana? Katakan semua perasaan mu melalui mimpi ku agar aku bisa melepas mu dengan ketenangan dan keridhaan ku. Tuntun aku untuk bisa berjalan bersama mu walau hanya dalam mimpi.

Sahabat, perjalanan kita selama ini selalu sangat menyenangkan. Kau selalu ada di sisi ku dan berpihak pada ku, melindungi ku dan mencurahkan kasih sayang mu pada ku. Betapa menyenangkan masa-masa itu sahabat. Masa-masa kita berburu mencari buku,jajan pasar, mencari buku bekas dan tanaman bahkan hanya sekedar berjalan-jalan menikmati mall baru terbaru. Senyum jail mu masih melekat di ingatan kala aku hanya mampu mengajak mu makan di restoran yang sama setiap kali kita pergi. Restoran yang ku pilih Karen harganya murah dan lagi-lagi makan ba’so. Hhhhhh… kini tempat itu menjadi tempat pertama yang aku tuju kala hati ku gundah dan rindu pada mu.

Sahabat, kau benar-benar mewarnai kehidupan ku. Kehidupan semua orang yang ada disekelilingmu. Menceriakan dan member i semangat pada setiap orang. Menenangkan perasaan dan selalu berpikir positif. Rasanya tak ada hambatan yang bisa menghentikan langkah mu untuk maju. Untuk berkarya, untuk memberikan dan menebarkan kasih sayang pada semua orang, tak ada halangan di hati mu untuk mau berbagi pada semua orang. Terkadang kau korbankan jatah makan siang hanya untuk berbagi dengan orang lain. Kau selalu melihat kebawah dan berusaha menolong orang yang kesulitan, sesekali kau lihat keatas hanya untuk introspeksi diri mu, kaca bagi dirimu untuk langkah kedepannya. Ada satu kejadian, kala itu kau harus berangkat ke rumah sakit untuk melakukan terapi penyinaran, tapi saat kau hendak berangkat ada salah satu saudara yang datang meminta ongkos padamu. Uang yang tak seberapa itu kau bagi dua, untuknya dan untuk mu. Aku tahu, uang mu pas-pas an untuk berangkat ke rumah sakit, tapi masih bisa kau bagi. Allah maha besar, sekembalinya kau dari rumah sakit kau dapatkan amplop dari sekolah tempat mu mengajar 10 kali lipat dari uang yang kau beri tadi pagi. Subhanallah.

Sahabat, perjuangan mu harus berakhir ketika kau tak lagi mampu menahan kanker rahim itu menggerogoti badan dan semangat mu. Sahabat, kamu pergi sebagai pemenang, kamu pergi sebagai orang yang menang. Menang karena perjuangan mu membesarkan anak-anak dengan penuh kasih telah membuah kan hasil.

Sahabat,betapa banyak orang yang kehilangan mu tidak saja jiwa tapi semangat mereka pun turut pergi bersama mu. Kini kami semua berusaha untuk bangkit, walau tertatih tatih tapi kami tahu kami harus bangkit.

Sahabat ku, kakak tersayang ku kau pelita keluarga, kami semua sangat kehilangan diri mu. Tapi kami tahu kami harus belajar ikhlas melepas mu agar kehidupan mu di sana tenang dan bahagia. Kamu pantas mendapatkan itu semua sebagai balasan atas perjuangan yang telah kamu lakukan selama ini.
We love so much and always miss u

Baca juga

  • Questions Book ( page 57 )
  • Kebuntuan Kebun Tuan-Tuan!
  • The Making of Katy Perry’s Firework Music Video (#2)
  • air hidup
  • Nyekar
  • Byurrr…
  • Apa salahku?
  • Menari dan Lestari
  • Nonton Yuk . . . .
  • Sometimes I Forget…

Comments (2)

veeAugust 11th, 2009 at 8:41 am

saya jg pernah kehilangan sahabat yg blm lama dekat malah. ternyata membutuhkan waktu bertahun2 untuk merelakan kepergiannya dan bisa melanjutkan hidup. :)

dedeDecember 20th, 2009 at 4:24 pm

Thank’s Vee… kadang saat kirim2 doa setelah selesai shalat, terbersit tidak percaya bahwa dia telah tiada. Berat ya Vee… tapi hidup harus terus jalan kan ya….

Leave a comment

Your comment