Tiga Hal Hari ini

(Dilla Maulina)

Kalau ngga salah ini hari Jumat. Eh, Jumat atau Kamis ya?. Ah, aku ngga pernah ingat hari. Bukan anak sekolahan. Hohoho, para pembaca yang status nya masih pelajar sampai mengerutkan dahi “apa hubungannya?”. Seingatku, waktu sekolah selalu mengingat hari dengan mengingat jadwal pelajaran untuk hari tersebut.

Ngga tahu kenapa, dua minggu belakangan ini waktu berjalan sangat lambat. Menunggu akhir bulan rasanya seperti setahun, itu kata teman-temanku yang sudah bekerja juga. Aku pun sekarang menghitung hari untuk sampai bertemu weekend lagi akan terasa sangat berat menghadapi segala urusan pre wedding ku. Oh, no.

Tiga hal .

Pertama, aku bangun kesiangan dan mendapati 3 SMS dari dia. Niatnya sih dia mau membangunkanku, tapi melalui SMS, ah ngga ada efeknya. Hufh. Oh iya, dia di sini adalah calon suamiku..hehehe.

Kedua, aku tahu kalau salah seorang temanku sekaligus kerabat oarng tuaku, akan menikah pada hari dan tanggal yang sama denganku. Sehingga beberapa kerabat orang tua ku tentu agak sedikit kebingungan antara membantu hajat keluarga ku atau temanku.

Ketiga, Dalam perjalanan menuju tempat ku mencari nafkah (huh, lebay), aku melihat 3 orang bapak-bapak pensiunan muda sedang berkumpul di suatu tempat. Kenapa aku bilang mereka pensiunan? karena aku tahu mereka sebelumnya pernah bekerja. Tapi aku heran, apa tidak ada kerjaan lain? selain berkumpul berbincang-bincang seperti itu. Ahh, aku teringat ayahku, walau sudah masuk masa pensiun, tapi beliau tetap semangat bekerja di tempat yang ia bangun dari nol. Aku bangga dengan beliau, bukan orang yang suka berpangku tangan apalagi duduk-duduk ngobrol dengan bapak-bapak lainnya. Tapi bukan berarti ia tidak senang bersosialisasi. Namun akan sangat tidak enak dipandang kalau hanya duduk-duduk santai sambil mengobrol-ngobrol disaat seharusnya seorang kepala rumah tangga mencari kegiatan lain yang lebih bermanfaat untuk menambah pemasukan bukan hanya mengandalkan dana pensiunan.

Selang beberapa menit, aku melihat 3 orang ibu muda membawa anak bayi mereka menuju satu tempat, mungkin mereka mau mengimunisasi anak-anaknya atau apa, aku kurang tahu. Wah, aku membayangkan kalau aku sudah punya bayi, aku harus mengantar sendiri bayiku ke tempat imunisasi (Ya iyalah emang bayi bisa jalan sendiri). Wah aku ngga bisa membayangkan. Pasalnya, bayangan pernikahan saja sudah membuatku merinding apalagi kalau membayangkan sudah punya anak. Saat ini sih aku bilang merinding, ngga tahu kalau sudah menikah betulan nanti :-) .

Jarak beberapa meter aku melangkah, 3 ayam betina melintas di depanku. Wuih, badannya besar-besar. Jalannya lenggak lenggok. Lucu sekali.  Mau kemanakah mereka? Aku pun tak perlu tahu, ya khan?. Dan, ya ampun, sampai dijalan besar, 3 truk sampah berjalan beriringan. Membuat aroma pagi yang seharusnya sejuk jadi tak segar.  Sampai membuatku tak dapat bernafas. Sesak. Ampuun dengan bau sampah yang sangat busuk hingga membuatku bisa melupakan tiga hal tadi. Memori 3 hal itu baru melintas kembali setelah aku duduk menghadap di depan komputer. Tujuan pertama yang aku buka adalah Yuk Nulis!. Tapi belum sampai beberapa menit, aku harus sibuk berkutat dengan pekerjaanku. Akhirnya baru siang ini aku bisa kembali pada Yuk Nulis!.

Tertarik dengan yang ini?

  • menunggumu
  • Hidup atau Mati
  • MUJIZAT ITU NYATA
  • Kompasiana, Kompas dan Facebook
  • Aku vs Menulis
  • This is it …
  • Masalah sepele
  • Belajar menghargai …
  • Berarti belum bisa
  • Bisa karena kepepet

Comments (1)

G. Lini HanafiahApril 6th, 2010 at 10:52 am

Dilla,
datang ke Yuk Nulis! ga ada jam telatnya kok
jam 10 malam aja Udo baru siaran wkwkwk

Leave a comment

Your comment