Fenomena Online
(Eko Supriyono)
Menurut detiknet.com data pengguna internet Indonesia 2010 57,8 juta,sedangkan menurut data kompas tekno pengguna internet meningkat 1000 persen,wow..ini sungguh menakjubkan,adanya fenomena online yang membludak tak lepas dari perkembangan gedget pendukung,Handphone online yang terjangkau harganya dan komputer jinjing yang sudah mulai di bilang bisa dibeli untuk ukuran kuli buruh seperti saya.Fasilitas pendukung lainnya,banyaknya tempat yang menyediakan jaringan online gratis alias wifi.saya menyebutnya ini negara dengan lifestyle baru,darimulai anak-anak sampai kakek-kakek tidak sedikit yang menyatakan diri gila internet,coba dech kalian pengguna akun jejaring sosial telusuri semua pengguna akun jejaring sosial tersebut,cek juga berapa kali mereka up date status atau aktivitasnya,semakin sering mereka melakukan aktivitas semakin layak untuk di bilang online maker.
Saya sendiri mengakuinya,kalau saya si gila internet.mungkin sebagian penghasilan kerja buruh saya habis hanya untuk berinternet ria,sampai-sampai ada seorang temen dari kampung halaman saya bilang.”kowe kapan mbojone,duite entek nggo internetan waee” yang artinya,”kamu kapan nikahnya,uang habis buat internetan teruuuss”.Saya inget pertama kali tertarik pada yang namanya internet,berawal dari mengubrak-abrik tumpukan buku cetak milik almarhum pak Lik saya,ketika itu saya kelas 5 SD yang bener lagi suka banget membaca buku,dari mengubrak-abrik buku tersebut saya menemukan sebuah modul cetak mengenai komputer dan internet disertakan pula disket ukuran jumbo,waktu itu yang saya tahu cuma membaca,penasaran dan meraba,membolak-balik benda bentuk persegi warna hitam besar dan didalamnya ada seperti plastik pita kaset berlubang tengah dan bulat disertakan pula stiker bertuliskan”do not open it and do not be brought near a magnet”.Baru setelah 4 tahun alias kelas 1 SMK saya tahu apa itu,karena selama menyimpan modul cetak tersebut saya tidak pernah di beri kesempatam bertanya apa ini ke pada yang tahu selain di kampung yang waktu itu jarang banget anak sekolah sampai SMU(untuk ukuran keluarga buruh paman saya termasuk yang paling beruntung)kepada pamanpun yang notabenya pemilik modul tidak sempat saya bertanya dikarenakan kerja di jakarta pada sebuah perusahaan swasta yang pada akhirnya sakit menyerang dan meninggal.Selama saya menyimpan Modul komputer tersebut saya lebih sering membaca berulang apa yang di tulis dan membuka disket bersama rasa penasaran.Menginjak kelas 1 SMK,setiap kali ada kesempatan(klo lg ada uang jajan&pulang sekolah)bermain komputer dan bertanya pada rental pengetikan,maklum di tempat tinggal saya kebumen 2001/2002 belum ada warnet,bertanya banyak hal seputar komputer(non hardware),cara membuat email dan membuka websitus pada pemilik rental pengetikan,rasa penasaran saya bertambah,mencari info seputar komputer dari perpus sekolah sampai perpus umum milik kabupaten yang letaknya di alun-alun waktu itu.Baru sekitar kelas 2 SMK saya menemukan warnet untuk pertama kalinya terletak di sebelah barat terminal angkot Kebumen setelah perempatan arah alun-alun kebumen sebelum SMP 7 kebumen dan online untuk pertama kalinya yang minta ampun tarifnya 5000 perjam tanpa billing alias lihat jam dinding sebagai pewaktu untuk ukuran anak sekolah waktu itu mahal banget,apa yang saya lakukan pertama kali online,membuka yahoo,google dan MIRC(chatingan paling populer waktu itu dan paling asik)email pertama yang saya buat [email protected](membuatnya nggak sekali jadi booo) ini pun minta di buatin sama penjaga warnet,pada google,untuk pertama kalinya saya searching”belajar internet otodidak”saya lupa apa yang muncul yang jelas online pertama kali tersebut menambah penasaran untuk mengeklik apa yang bisa di klik.Online peratama kalinya tersebut yang akhirnya membawa saya sekarang menjadi penggila internet,berbaur dengan generasi internet yang baru,menyukseskan fenomena internet(terlepas dari apa yang mereka lakukan baik ataupun buruk).
Saya mengetik tulisan ini,di sebuah warnet di kota rantau saya di kota jambi,kalian tahu,di samping kanan room saya segerombolan anak seumuran anak SD yang sedang membuka facebook didampingi teman-temanya(terlalu ramai untuk ukuran 1 room)dan di depan room saya beberapa anak SMP yang ribut berebut keyboard dan mouse,di samping kiri,saya intip sekilas seorang sebaya saya sedang browsing gambar situs 18+(ga perlu di jelasin lah ya).Walaupun petang,warnet ini masih di penuhi berbagai manusia dengan tujuan masing-masing.hummmhhhmmmm…ck ck ck tak seperti pertama kali saya online satu warnet mayoritas mahasiswa dan orang dewasa itupun hanya beberapa kepala tidak keroyokan seperti sekarang.
Fenomena Online,menguntungkan banyak pihak,penjual gedget laku keras,ijin usaha warnet bertambah,pemilik operator selluler menambah kapasitas dan saya harus kerja keras mengimbanginya(lagi berusaha beli komputer pribadi beserta tetek bengeknya,hehehe..).
Bagaimanapun pesatnya perkembangan internet sebaiknya kita bijak menggunakanya..Mari kita galakan internet sehat,”di dalam pikiran yang bersih terdapat internetan yang sehat”,buktikan pada MUI facebook tidak pantas di haramkan,dan konten media online lainya tidak harus di matikan masih banyak yang bermanfaat kok.












