Untuk Bunga
(Eko Supriyono)
Kuharap kabarmu seindah mentari pagi.
Hampir dua tahun berlalu kata cinta dan sayang setiap pagi tak terkirim kehatimu kata rindu tak jua terbang kejendela pintu dan ruang kosong jiwamu kata – kata indah kini terasa hambar tercipta. Langkah kaki yang dulu menapak dengan satu jalan sekarang melewati jalan yang disebut langkah air yang tak bisa tenang dan aku pasrah karena itu.
Hampir dua tahun berlalu sesuatu yang pernah ada antara hatiku dan hati seorang bunga dibalik dinding besar berubah menjadi bayangan yang sulit untuk pergi dari dalam pikiran dan ku akui kamu adalah bunga yang tercium wanginya hingga relung jiwaku namun tak sanggup aku menyentuh kelopak walau cuma satu kali hembusan nafas dan kamu bungaku.
Ku selalu teringat apa yang pernah terjadi dari bahasa hingga rasa dari tawa hingga tangis dan aku mulai paham apa maksud dari sesuatu yang pernah terjadai. Melupakan hal yang indah adalah kematian muda untukku, mengenang kemanisan adalah cambukan hati dari sebuah harapan.
Dua tahun lalu tahukah kamu betapa aku merasa akulah manusia paling beruntung, harum bunga yang selama ini ku cari mampu aku rasakan walau ada di balik dinding besar yang harus aku hancurkan dan dalam hatiku aku selalu bilang, ” bunga tunggu aku, aku akan mengumpulkan segenap tenaga untuk menghancurkan dinding itu, kumohon tetaplah memberi wangimu agar aku tak tersesat untuk selalu menatap jalan menuju arahmu “. Dengan segala apa yang aku bisa, ku tumbangkan rintangan satu persatu, walaupun sebenarnya tak mudah. Mungkin disisi lain dengan kea’adan ku seperti ini kau akan merasa lelah menunggu namun jalan menuju kearahmu teramat panjang. Tapi aku amat sangat bangga mencintaimu karena dalam perjalanan menuju arahmu aku tak pernah membawa bunga lain menemani jalanku. Kuharap bungaku ingat lagu apa yang dinyanyikan saat kita tertawa sekedar menemani perjalananku ” Nine Ball – Hingga Akhir Waktu ” lagu yang terasa pas dengan keadaan kita waktu itu. Saat itulah keyakinanku benar – benar yang paling tinggi terhadapmu. Bahagia rasanya saat aku tertawa bersama walau kamu ada dibalik dinding pemisah yang susah untuk ku tembus untuk sekedar menyentuhmu, tapi suaramu sanggup menyentuh semua harapan indah di hatiku. Suara yang terkadang ingin membuatku cepat untuk mengahancurkan semua penghalang dan meraihmu, walau aku sadar aku manusia lemah yang kecil dari pada keadaan.
Tak sampai satu tahun kea’adan indah itu kurasakan, harapan – harapan yang tulus hancur dikala semua sepi, jalan menuju dinding pemisah sedikit terpecahkan, “masih banyak waktu untuk menyelesaikan penghalang” pikirku. “bungaku bersabarlah kumohon aku pasti bisa menyelesaikan masalahku dan aku datang dalam keadaan indah untukmu” tapi kuasa TUHAN jauh lebih dahsyat, hingga aku terpojok disudut jalan terjal apa yang harus kulakukan, apakah aku harus melalui jalan pintas untuk dapatkanmu dan lari dari kenyataan diriku tanpa terselesaikan?. Aku masih menangis disini dengan kelemahan jiwa dan ragaku sama sekali aku tak menyangka kamu akan bilang “maafkan aku harus memutuskan harapanmu padaku,karena pemiliku menanamku dihatinya dan aku tak sanggup melawan kedua orang yang membuatku tumbuh besar seperti ini “, begitulah bungaku membuat harapanku menjadi kepingan asap di saat itu duniaku terasa hampa kosong dan tak berarti soalah semua percuma menjadi sepi yang menyiksa.
Dulu canda yang begitu terasa indah kini susah untuk ku tuangkan kucoba untuk menghilangkan semua yang pernah ada dari bayangan, tertawanya, ceritanya, tangisnya dan saat bungaku bilang sayang benar – benar telah menyatu dalam harapan besar. “udahlah lupain,iklasin aja kenapa sich,orang dia bukan jodohmu juga” seorang sahabat menghiburku, “tak semudah itu kawan,melupakannya sama aja aku memotong bagian tubuhku yang paling indah”. Akan ku simpan cintamu di dalam hatiku kan ku kunci serapat mungkin dan hanya kamu yang bisa membukanya. Aku bangga mencintaimu walaupun tak bisa memiliki karena semua yang ada padamu adalah wangi yang paling aku inginkan dan selama mencintaimu tak pernah secuilpun memberikan kata cinta kepada bunga yang lain, Aku bangga memiliki hatimu,dan aku tak akan pernah menghapusmu sampai aku mati. Aku yakin suatu hari nanti semua akan berubah lebih dari saat ini satu hal yang paling aku takutkan adalah tak lagi ada namaku di hatimu, tak lagi ada apa yang pernah kamu ucapkan, bunga-bunga kecil menyibukan dan menutup bagian cerita manismu hingga semuanya yang dulu ada tak ada lagi. Entah kapan bertatap kembali di alam lainpun belum tentu aku di ijinkan dari nerakaku untuk menemuimu disurgamu. Di dunia ini yang paling aku inginkan adalah memelukmu agar kamu tahu, inilah aku, akulah orang lemah yang mencintai hatimu, sungguh aku ingin memelukmu walau itu tak boleh dan walupun cuma sekali dalam perjalanan nafasku. Dalam perjalanan cintaku kamu adalah yang paling indah, walaupun aku belum pernah menyentuh ragamu hanya sanggup mendekap hatimu aku amat sangat bisa merasakan. Kamu adalah satu – satunya bunga yang bisa membuatku menangis di malam hingga pagi menjelang.
Sekarang kamu sudah hidup bahagia dengan kehidupan yang sulit aku mengerti. Aku selalu bertanya kepada TUHAN ” kenapa engkau tak jodohkanku dengan dia yang paling aku inginkan”, lambat laun semua jawaban bisa aku pahami, walaupun susah untuk aku terima.
Biarlah semua berjalan seperti air, kebodohan terbesarku adalah aku tak sanggup berlari menggapaimu dari tangan seorang yang merebutmu dariku. Akan kubuktikan kepada semua termasuk kepada sang pencipta, bahwa sebenarnya aku dari dulu pantas memiliki wanita sepertimu.
Roda telah berputar keadaan telah berbalik, ku mohon malaikat kecilmu jangan sampai sepertiku, biarlah mereka memiliki apa yang mereka suka selama itu baik dan benar.
Terima kasih untuk semua cintamu dan takan aku hapus.
Terima kasih juga untuk semua harapan indah yang besar akan kujadikan kenangan terindah dalam hidupku.
Kamu adalah puisi yang pernah terkirim kepadaku dan terlalu indah untuk aku lupakan terlalu sedih jika dikenang.
Terima kasih untuk kasih tak sampai, kuharap kamu selalu bahagia dan tetaplah menjadi bunga yang paling indah..
TRUE LOVE NEVER DIE,I LOVE YOU FOREVER.
*Cerita ini pernah saya posting di blog pribadi saya http://ekobanget.blogspot.com












