Pahlawan vs uang
Bandingkan dengan perjalananan si pendekar. Katakanlah sebuah perjalanan makan waktu 5 hari. Berarti dia harus makan minimal 15 kali, belum termasuk ngemil. Asumsinya, minumnya bawa deh. Ditambah nginap 4 malam. Katakan, sekali makan habis 10 ribu (kelas warteg). Nginap di penginapan seharga 50 ribu semalam. Total sudah habis 350 ribu. Dengan pengiritan kayak gini pun, bisa habis jutaan rupiah per bulan hanya untuk pos travel cost. Apalagi, para pendekar itu bisa dibilang pengangguran semua.
Gimana mereka mendanainya ya? Oh iya. Memang sih, di balik baju si pendekar selalu ada uang kalau diperlukan. Bayangkan aja. Pendekar sudah mengembara bertahun-tahun. Karena dia ga bekerja, berarti semua uangnya dibawa dari awal perjalanan. Mengingat waktu itu blm ada ATM atau Credit Card, mestinya uang yg ada di balik baju tuh benar-benar banyak. Tetapi, kita gak pernah lihat mereka mengeluarkan beban ini dulu saat mau tempur. Pasti repot tuh saat adu jurus. Apalagi uangnya gede-gede begitu. Anehnya, kita gak pernah melihat uangnya jatuh berhamburan saat bertempur.
Di film heroes juga gitu. Hiro nakamura sudah lama meninggalkan jepang. Peter Petrelli juga sudah lama berhenti kerja. Sylar? Nah, justru dia lebih masuk akal karena dia doyan makan otak.
Songoku lebih aneh lagi. Dengan nafsu makan yang segitu besarnya, mestinya dia sangat kaya raya. Kalau Bezita, aku mengerti, karena kawin dengan pewaris capsule corp. Tunggu… Oiya. Chichi adalah anak raja. Mungkin dari situlah uangnya.
Berarti, Songoku hidup dengan uang mertua. Waktunya dihabiskan dengan mengerjakan hobby nya, yaitu berlatih beladiri. Tidak bekerja. Di satu kesempatan, malah minta dibuatkan pesawat yang gaya gravitasinya bisa diatur. Di dunia yg kukenal, orang seperti ini disebut pemalas.
Sayangnya,saat ini, dunia kita mengukur keberhasilan orang berdasarkan uang. Tuntutan jaman saat ini memang begitu. Maka, orang2 macam Songoku malah dianggap pecundang karena tidak mampu menafkahi anak dan istri. Jujur saja, mana yg dianggap lebih heroik. Songoku, yang membunuh Freeza tapi hidup dinafkahi istri, atau seorang tukang kayu sederhana yang banting tulang berusaha mencari uang untuk menyekolahkan anak?
Jadi, kenapa orang semacam Songoku, Kwee Cheng, ataupun Hiro Nakamura ini bisa selamanya menjadi pahlawan bagi anak-anak? Aku rasa, alasannya, karena anak-anak gak mengerti konsep uang seperti kita.












