Peralatan murah untuk macro photography

Saat ini, fotografi sudah menjadi hobby yang populer. Pemicunya, tentu saja makin murahnya perangkat fotografi. Dari sesuatu yang dulunya dinilai hanya bisa digeluti oleh kalangan tertentu, dan dinlai sangat eksklusif dan mahal, sekarang sudah menyebar makin luas.

Makro adalah salah satu aliran fotografi yang menyenangkan. Apa yang dimaksud makro? Makro adalah mengambil foto benda-benda yang sangat kecil sedetail mungkin. Object-objectnya, biasanya adalah serangga, hewan kecil, mainan, bunga, tanaman, dan lain-lain. Untuk ini, sudah pasti butuh lensa yang kuat, dan relative mahal. Gak salah kalau dulu, makro dinilai aliran foto yang eksklusif. Tetapi, sama seperti fotografi saat ini sudah tidak lagi eksklusif dan mahal, kita tidak perlu lagi menghabiskan uang terlalu banyak untuk mulai hunting object-object mungil di sekitar kita.

Salah satu pilihan yang paling benar, tentu saja membeli lensa makro. Ini pun banyak pilihannya. Mulai dari lensa spesialis makro, lensa tele yang punya switch makro, lensa jaman dulu yang pengoperasiannya masih manual, dan jenis-jenis lensa makro lainnya. Mahal? Tergantung lensanya sih. Kebanyakan jutaan rupiah, meskipun kita bisa mendapatkan barang 2nd dengan harga ratusan ribu rupiah.

Bagaimana kalau kita tidak mau menghabiskan uang segitu banyak? Ada banyak trick dan perlengkapan yang bisa digunakan.

Close up / diopter filter

Adalah lensa-lensa yang bisa dipasangkan di depan lensa kamera kita dengan cara memutar drat / ulirnya. Biasanya, lensa-lensa ini dideskripsikan dengan angka: +1, +2, +4, yang menyatakan diopter / dioptrinya. Diopter adalah satuan kekuatan lensa, yaitu 1/f, dimana f adalah jarak focus lensa.

Lensa ini berfungsi untuk memperdekat jarak fokus dari lensa ke object. Jadi, kalau jarak dari lensa ke object awalnya adalah 1ft atau 30cm, dengan memasang close up filter ini, kita bisa mendapatkan jarak makin dekat, otomatis makin besar. Makin besar angka diopternya, makin dekat jarak dari lensa ke object.

Kelebihan

  1. Praktis, memasangnya tidak perlu copot lensa
  2. Sistem auto focusing (AF) dan system metering tetap berfungsi normal
Kekurangan
  1. Gambar jadi soft / kurang tajam, karena penambahan lensa pasti akan mengurangi kualitas lensa secara keseluruhan (kecuali kalau kita beli merk Nikon atau Raynox, misalnya, yang pasti mahal)
  2. Pembesaran seringkali dirasa kurang (sekali lagi, kecuali kalau kita beli Raynox)
Damage cost: yang murah mulai Rp. 200.000,00 an.

Extension tube

Adalah sebuah alat berbentuk tabung dari logam yang dipasang diantara lensa dengan body kamera. Gunanya adalah memperpanjang lensa, dan dengan demikian memperdekat jarak focus dari lensa ke object.

Uniknya extension tube, satu buah ext tube ini terdiri dari 5 bagian: satu bagian yang menempel ke lensa, satu bagian menempel ke body, dan 3 partisi yang bisa dilepas. Dengan memasang / melepas partisi, kita bisa mengatur panjang ext tube. Makin panjang ext tube, makin dekat jarak dari lensa ke object.

Kelebihan:
  1. Tidak menambah lensa, sehingga tidak mengurangi kualitas dan ketajaman
  2. Pembesaran bisa diatur
  3. Meskipun manual, bisa mengatur jarak dengan object (tentu saja harus memutar ring focus secara manual)
  4. Jika semua partisi dipasang, pembesaran bisa lebih dari 1:1
Kekurangan
  1. Sistem autofocus dan metering bubar (kecuali jika pakai ext tube yang bisa mengkoneksi AF dan metering dari body ke lensa)
  2. Pemasangan agak ribet (karena harus membuka lensa)
  3. Jika semua partisi dipasang, harus sangat dekat dengan object
Damage cost: Rp. 60.000,00 – Rp. 150.000,00

Reversed ring adapter

Adalah sebuah ring yang dipasangkan di body kamera. Bagian depannya berupa drat, sehingga bisa dipasangkan lensa secara terbalik. Pemasangan lensa secara terbalik akan mengakibatkan jarak focus mendekat, dan object menjadi sangat besar secara dramatis. Pembesarannya bisa lebih dari 1:1.

Kelebihan:

  1. Tidak menambah lensa, sehingga tidak mengurangi kualitas dan ketajaman gambar
  2. Pembesaran sangat dramatis
  3. Ringan karena tidak memperpanjang lensa
  4. Praktis karena kita hanya perlu membawa tambahan satu buah ring saja
Kekurangan:
  1. Pemasangan ribet
  2. Pantat lensa ada di depan, sehingga harus cari cara untuk melindunginya
  3. Pembesaran fixed, jarak focus fixed
  4. Sistem AF dan metering bubar
  5. Fokus dicari murni dengan cara maju mundur
Damage cost: di bawah Rp. 100.000,00

Male to male ring

Adalah sebuah ring yang dipasangkan di depan lensa, sehingga di depannya bisa dipasangkan lensa lain secara terbalik.

Kelebihan:

  1. Pembesaran: sangat besar
  2. Sistem AF dan metering jalan
Kekurangan:
  1. Vignetting (gue coba pake lensa kit 18-55mm ditumpuk pake lensa 50mm dibalik, muncul vignet)
  2. Pantat lensa ada di depan, sehingga harus cari cara untuk melindunginya
Damage cost: di bawah Rp. 100.000,00

Nah, sudah ada 4 cara yang bisa dipakai. Tinggal dipilih. Kalau gak keberatan nyari metering manual, dan maju mundur untuk cari focus, bisa beli reversed ring adapter atau ext. tube. Kalau gak mau susah, beli aja close up filter. Kurang besar? Crop aja. Jadi, gak ada alasan mahal atau gak punya lensa lagi kalau diajakin hunting macro ya, hehehe…

Gimana kalau alasannya gak punya kamera dslr? Masih bisa koq. Asal punya kamera pocket. Gue akan bahas mengenai ini kemudian.



Tertarik dengan yang ini?

  • Tidak ada tulisan terkait

Leave a comment

Your comment