Rapuh dan Bleeding in Love

Akhir-akhir ini, di radio lagi santer diputer lagu Indonesia yang judulnya ‘Rapuh‘, dinyanyikan oleh Joeniar Arif. Kedengeran jelas, kalau Arif ini bukan penyanyi sembarangan. Vokalnya kerasa enak banget di sini, improvisasi juga keren. Nanti, gue akan nulis tentang ini, karena gue udah lama kenal Arif (meskipun gue yakin Arif gak kenal gue, hehe…). Memang dia penyanyi luar biasa.

Mengenai lagunya, coba aja search di internet, udah banyak banget yang mbandingin lagu ini sama Bleeding in Love nya Leona Lewis.

Untuk ini gue gak mau comment banyak, dengerin aja sendiri, download aja MP3 nya (banyak koq yang posting), atau beli CD aslinya (gue gak mau posting di sini). Jangan bilang beda, karena melodinya sama persis, plek, liriknya mirip. Pake aturan 8 bar pun gue yakin gak lolos. Susunan lagunya pun persis…. Versenya sama, reff sama, bahkan bridge nya sama. Jangan bilang aransemennya beda, karena gue pernah denger Bleeding in love dinyanyiin oleh orang lain (cowok), dan meskipun masih berbahasa Inggris, aransemennya persis dengan versi Arif ini.

Gue cuman berharap, Rapuh ini merupakan versi adaptasi dan internasionalisasi dari Bleeding in love, seperti M2M dulu pernah ngeluarin versi mandarin dari Pretty boy, dan sixpence none the richer ngeluarin versi Japan dari Kiss me.

Yang akan gue lakukan cuma posting liriknya aja, dan silakan liat gimana ada kesamaan tema antara Bleeding dan rapuh. Boleh berkelit ini cuma kesamaan ide (meskipun kalau kita lihat reffnya, ku terluka itu jelas-jelas terjemahan dari I’m bleeding), karena pasti gak pesis. Wong bahasanya aja beda… Enjoy….

Bleeding in Love (Leona Lewis)
Closed off from love
I didn’t need the pain
Once or twice was enough
And it was all in vain
Time starts to pass
Before you know it you’re frozen

But something happened
For the very first time with you
My heart melts into the ground
Found something true
And everyone’s looking round
Thinking I’m going crazy

But I don’t care what they say
I’m in love with you
They try to pull me away
But they don’t know the truth
My heart’s crippled by the vein
That I keep on closing
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open

Trying hard not to hear
But they talk so loud
Their piercing sounds fill my ears
Try to fill me with doubt
Yet I know that the goal
Is to keep me from falling

But nothing’s greater
Than the rush that comes with your embrace
And in this world of loneliness
I see your face
Yet everyone around me
Thinks that I’m going crazy, maybe, maybe

But I don’t care what they say
I’m in love with you
They try to pull me away
But they don’t know the truth
My heart’s crippled by the vein
That I keep on closing
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open

And it’s draining all of me
Oh they find it hard to believe
I’ll be wearing these scars
For everyone to see

I don’t care what they say
I’m in love with you
They try to pull me away
But they don’t know the truth
My heart’s crippled by the vein
That I keep on closing
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open and I
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love

Joeniar Arief – Rapuh
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Pakai lapisan tipis air yang beku
Sentuhan lembut kan hancurkan aku

Walaupun cinta tak sempurna
Menghampiriku seketika
Ku ingin kau tahu betapa rampuhnya aku

Reff:
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Masih terasa luka dimasa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati
Namun cinta itu pergi lagi

Dan ku terluka luka membekas
Bekas membuat buat selamanya
Selamanya ku
Ku ‘kan selalu
Ku ‘kan selalu rapuh

Kau ingin tunjukan kepada dunia
Tak hanya ada karena masa lalu
Tapi masih ada harapan bagi yang baru

Kau tawarkanku sejuta harapan
Namun kenangan itu tak pernah hilang
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku

Back to Reff:

Kau datang bagai hujan
Basahi tanah hati
Tapi kau lihat sediri luka ini

Baca juga

  • Yang Terlewatkan
  • damailah sobat..
  • Menghindar
  • Takut Hidup?
  • JELAJAH KOTA TOEA: PECINAN-GLODOK
  • Menjadi Orangtua
  • #30harimembaca – Rumah Bambu oleh Y.B. Mangunwijaya
  • Iklan mini
  • Maka Dari  Itu (Diajeng)
  • Hapeku Tuhanku?

Leave a comment

Your comment