Karma
(Frans Yustiana)
Apa sih karma itu? Karma….hm, konsep karma ….
Istilah karma ada di dalam aliran Budha.
Menurut yang tertulis di http://shantigriya.tripod.com/sastra/hukumkarma/bab-bab/bab07.htm: Definisi karma adalah seperti berikut ini : “Apapun yang anda lakukan baik itu secara ragawi maupun melalui jalan pikiran, dari pagi hingga malam, sepanjang hari, bulan, tahun dan seumur hidup anda, semenjak anda lahir sampai mati disebut KARMA.”
Contohnya : bangun, duduk, mandi, mencuci, berjalan, berdagang, memakan, berolah raga, bersanggama, bekerja, bersembahyang, bernafas, dst. dst. “Kesemua tindakan dan aksi yang dilakukan melalui berbagai indriyas (organ-organ tubuh penting), baik secara instinktif maupun melalui jalur pikiran yang dipengaruhi oleh rasa senang maupun tidak senang, suka-duka, dsb., disebut KARMA”.
Bingung? Saya sendiri yang menulis lebih bingung…karena saya sama sekali tidak mengerti tentang Budha dan ajaran-ajarannya.
Tapi mungkin bisa diartikan begini: jika selama manusia hidup ia melakukan & berpikir hanya yang baik-baik maka di kehidupan selanjutnya (reinkarnasi) pun akan baik sesuai dengan kehidupan lamanya. Sebaliknya, jika selama hidup ia hanya berbuat & berpikir yang buruk, maka di kehidupan reinkarnasinyapun hanya ada keburukan buat dia.
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat 7: 12).
Jika kita baik pada orang lain, maka kita akan menerima kebaikan dari orang lain.
Jika kita menyulitkan orang lain, maka jalan kita pasti akan sulit & tidak lancar.
Jika kita senang bergosip, percaya atau tidak, kita pasti digosipkan juga.
Jika kita sombong, maka suatu saat kita pasti akan direndahkan.
Jika kita mengambil sesuatu milik orang lain, maka suatu saat kita akan jauh lebih kehilangan.
Jika kita mudah berdusta, maka kita akan didustai/disangkal oleh orang lain.
Jika kita merebut pasangan orang lain, maka pasangan kita suatu saat akan pergi karena direbut orang lain.
Jika kita kasar pada anak, maka kita akan tidak dihormati oleh anak sendiri bahkan orang lain.
Jika kita tidak berbakti pada orang tua, maka kita tinggal tunggu waktu untuk tidak diperdulikan oleh anak kita kelak.
See? Itulah maksud saya.
Apakah itu karma? Hmm…saya tidak akan menyebutnya begitu. Tapi jika kata karma dipakai hanya untuk mengingatkan diri kita untuk selalu berbuat baik pada sesama…well, saya pikir tidak masalah. Hanya menggunakan kata karma, tidak semata-mata menjadikan anda seorang Budhis.
(perenungan pribadi setelah akhir2 ini kata “karma” terngiang2 terus di hati)












