Review Bingkisan Kata Kesatu Milik Femi

(Fransyustiana)

Kemarin, hari Kamis, 25 Maret 2010, bingkisan kecil itu datang. Laksana mendapat kado yang sudah lama ditunggu, dengan semangat menggebu, membuka bungkus coklatnya.

Physical Impression

Dari segi tampilan fisik, cukup mengagetkan. Saya pikir sampul depan bingkisan itu hanya soft cover atau hard cover biasa laksana buku-buku lainnya. Tapi ternyata menggunakan super hard cover, artinya covernya benar-benar tebal, keras, dan bagus, sehingga tidak perlu cemas ujungnya akan terlipat karena sering dibaca sambil tiduran.

Ukurannya kecil, dikira-kira hanya kurang dari setengah halaman kertas A4, jadi simpel dibawa kemana2 dan tidak makan tempat di dalam tas.

Penggunaan ring sebagai penjilidnya meringkaskan bingkisan itu, memudahkan pembaca memegangnya. Jika penjilidnya adalah ring maka setiap halamannya bisa dilipat ke belakang 360 derajat tanpa takut merusaknya.

Setiap halaman dibuat laksana post cards dan bisa dirobek. Jika post card itu ingin dikirim, foto si penulis menjadi tempat perangkonya. Dan kita tidak bisa menambahkan berita apapun karena halaman belakang post card itu telah ditulisi oleh si penulis dengan riwayat sang bingkisan. Sedikit disayangkan memang, namun untuk merobek dan menjadikannya post card pun adalah suatu kesayangan yang amat sangat. Bagusnya adalah membiarkan bingkisan itu tetap utuh. Dan jika memang berniat mengirim post card atau bingkisan ke orang lain, kirim saja satu paket bingkisan kata itu secara utuh.

Isi Dalamnya

Dua kata: luar biasa. Seperti yang diriwayatkan si penulis, bahwa bingkisan itu adalah hasil dari sebuah pelajaran perjalanan hidup yang dialaminya, maka setiap kata yang dirangkaikan, seperti yang telah dialami manusia pada umumnya. Dengan cepat dapat dirasakan intinya dan diperoleh maknanya. Suatu pembelajaran yang indah.

Tidak semua orang pandai membaca puisi. Lebih banyak lagi orang yang kurang pandai mengambil makna dan inti puisi, apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh si penulis puisi. Tapi dalam bingkisan ini, puisi-puisi itu begitu ringan tersusun, teratur dengan ritme yang sama, inti yang mudah dimengerti dan ditanggapi, dan karena hasil pengejawantahan dari perjalanan hidup, maka semuanya mudah dicerna. Kadang merasa memang puisi-puisi dalam bingkisan itu adalah perjalanan hidup kita sendiri yang tak mampu kita jabarkan dalam kata-kata.

Foto-fotonya indah. Entah diambil oleh fotografer professional atau amatir. Tapi yang jelas, semua foto itu menjadi satu dengan untaian kata yang tersusun. Foto-foto itu seperti ada memang untuk tulisan itu. Foto dalam Bertolaklah Lebih Dalam, dalam Kungfu Master, dalam Mujizat, adalah salah tiga (menyebut “salah satu” menjadi aneh karena ada tiga) dari keseluruhan foto yang menurut saya, luar biasa indah. Momen dan angle yang tepat, menjadikan foto itu indah.

Kalimat-kalimat yang dirangkai si penulis, menjadi seperti alat pengingat dan introspeksi diri dalam setiap tema yang disajikan. Kalimat-kalimat dalam Terdakwa-Mu, terasa seperti sindiran pedas. Dalam Arus, diingatkan untuk selalu dekat denganNya. Dalam Kungfu Master dan Malu ‘Tuk Mengeluh, diajarkan untuk tidak selalu mengeluh. Tentang Bekerja pun ada. Kerendahan hati dalam Pinta Seekor Kupu. Keluargapun ada di Rantai Cinta Kasih.

Tapi tetap saja, interpretasi terhadap suatu hasil karya dikembalikan kepada masing-masing orang yang menerima dan membaca bingkisan itu. Tak ada interpretasi yang salah karena perjalanan hidup setiap orang berbeda.

Akhir kata, bingkisan itu terasa komplit menjadi sebuah kado indah yang memotivasi seseorang. Sesuai dengan genrenya yang disebut Motiflection Book Gift Series, setelah seri kesatu ini, diharapkan akan ada seri lanjutannya, sehingga genrenya menjadi benar dan tepat. Proficiat untuk Femikhirana.

Tertarik dengan yang ini?

  • Review: Menari Di Atas Awan, A novel by Agnes Bemoe
  • simple life: from RAPUNZEL MOVIE
  • Review Buku : Surat Cinta Buat Gembala
  • Review dari Panjikristo PX – Jakarta
  • Review: Homeschooling, Creating The BEST of ME
  • Review: Raup Untung Dengan Jual Diri
  • Review for “Bingkisan Kata”
  • Review: Bingkisan Kata
  • Perahu Kertas
  • Tentang review: Buku Eat Pray Love

Comments (3)

G. Lini HanafiahMarch 26th, 2010 at 3:56 pm

Femi rocks!!

FemikhiranaMarch 30th, 2010 at 11:59 pm

lini thanksss!

G. Lini HanafiahMarch 31st, 2010 at 4:42 pm

@ Femi: kembali tengkiyu!

Leave a comment

Your comment