Surat dari SDIT Darul Abidin
Kepada Yth.
Ibu G. Lini Hanafiah
Di
Tempat
Assalamu’alikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji dan syukur atas segala nikmat dan karunia-Nya, shalawat serta salam semoga tetap tercurah atas nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan orang-orang yang konsekwen dalam mengamalkan ajarannya.
Berkaitan dengan posting blog di http://lensadarbi.blogspot.com yang sebelumnya kami muat dengan judul “Hari Anak Nasional 2009”, pada alamat: http://lensadarbi.blogspot.com/2009/07/hari-anak-nasional-2009.html
maka kami mohon maaf atas penerbitan artikel tersebut apabila tidak sesuai dengan kaidah penerbitan sebuah blog, karena artikel sebelumnya yang kami dapat adalah artikel yang dikirim kepada kami melalui email dengan judul tersebut.
Maka kami beritahukan penulis asli artikel tersebut adalah ibu. G. Lini Hanafiah dengan judul artikelnya : “Aku tidak bodoh, Ma”. Pada alamat blognya di:
http://lini.via-lattea.org/aku-tidak-bodoh-ma
http://thedenels.via-lattea.org/aku-tidak-bodoh-ma
http://yuknulis.com/g-lini-hanafiah/aku-tidak-bodoh-ma
Dan artikel tersebut tetap kami terbitkan dengan alasan artikel tersebut bermanfaat untuk kita dan para orang tua murid dan juga guru di seluruh dunia, maka dengan menyebarkan artikel tersebut yang berisi kebaikan, kami berharap dimasukkan oleh Allah SWT, sebagai pembawa ataupun penyebar kebaikan. “(bukankah itu sebuah kebaikan?)”
Demikian surat penjelasan dari kami, Kami sangat berharap ibu G. Lini. Hanafiah dan kawan- kawan milis untuk dapat membantu meluruskan hal ini kepada teman- teman milis dan komunitas, serta segera menurunkan posting “Mental Pendidikan Plagiat” yang dapat menyebarkan fitnah yang lebih luas, atas perhatian dan kerjasama Ibu kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Mengetahui,
PJ. Lensadarbi
Mansur
Komentar:
Surat ini saya nyatakan sebagai klarifikasi mengenai kasus plagiat yang pernah saya muat dengan judul Mental Pendidikan Plagiat. Artikel tersebut akan diturunkan sesuai permintaan pihak Darbi jika surat pernyataan tersebut di atas dimuat di blog Lensa Darbi.
Semoga menjadi pembelajaran bagi semua orang untuk berhati-hati meng-copy paste tulisan ke dalam blog Anda.
Tips mengutip ada di Mengutip bukan Menjiplak.
Komentar Tambahan:
Artikel “Mental Pendidikan Plagiat” saya publikasikan lagi dengan pertimbangan:
- Pemulihan nama baik tidak dilakukan dengan kesungguhan. Pemuatan surat permohonan maaf di blog SDIT Darul Abidin dimuat setelah saya minta, karena pihak Darul Abidin keberatan dengan artikel “Mental Pendidikan Plagiat“.
- Surat dari SDIT Darul Abidin dari sisi hukum tidak tergolong Surat Permohonan Maaf di mana seharusnya ada unsur mengakui kesalahan dan permohonan maaf, bukan sekadar penjelasan. Dalam surat tersebut juga disebutkan “…yang dapat menyebarkan fitnah yang lebih luas…” Menjadi fitnah jika tidak sesuai kenyataan dan tidak disertai bukti.
- Pihak Lensa Darbi mengaku meng-copy paste dari sebuah imel, tetapi tidak dapat menunjukkan bukti imel tersebut. Maka saya menyatakan sebagai tindakan gegabah mengakui sebuah artikel adalah hasil karya pengirim imel.
- Saya tidak menyebarkan fitnah, tetapi fakta. Melalui Surat dari SDIT Darul Abidin masalah sudah terklarifikasi. Sehingga saya tetap mempublikasikan artikel tersebut.













“maka dengan menyebarkan artikel tersebut yang berisi kebaikan, kami berharap dimasukkan oleh Allah SWT, sebagai pembawa ataupun penyebar kebaikan. “(bukankah itu sebuah kebaikan?)”
Kutipan kalimat diatas, saya menangkapkan dengan analogi seperti ini, kita diperbolehkan berbohong jika itu dengan maksud kebaikan dan amal.
Maaf saya tidak sependapat dengan analogi seperti ini, kebohongan tetap sebuah kebohongan meski itu dibungkus sebuah kebajikan dan semacamnya.
Semoga peristiwa ini kita semua belajar untuk saling mengkritisi masing-masing perilaku kita berdasarkan nilai-nilai etika.
Salam damai
@ Henny: yah, tserah aja makna implisit dia apa… suka2 deh!
yang jelas: fakta adalah fakta. fakta bukan fitnah
menjiplak teteplah menjiplah, bukan orisinilnya, tetapi menjiplak sama dengan meminjap tanpa ijin, ya sama aja mencuri alias membajak, bagaimanapun tidak bisa di tolerir.
Surat ini sudah diperbaiki dan bisa diakses di
http://lensadarbi.blogspot.com/2009/08/surat-untuk-ibu-g-lini-hanafiah_15.html
Terima kasih atas Surat Permohonan Maaf yang diperbaiki. Semoga bisa terjalin kerja sama yang baik.