ABU-ABU GAMBAR BISU-KU
Seseorang meminta gambar-gambar bisu yang aku buat. Menurutnya gambar2 itu menyiratkan berjuta kenangan, tempat2 yang pernah dikunjungi, orang2 yang pernah dijumpai dan juga pengalaman2 yang dialami saat itu.
Ku pandangi beribu gambar-gambar bisu yang ku punya. Ketika ku sentuh, seperti film ia memutar kembali ingatan-ingatan masa lalu dan saat ini yang baru ku alami. Kebanyakan rekaman yang diulang adalah masa-masa bahagia, terlihat dari banyaknya warna-warna cerah yang timbul. Ada juga terekam tawa sedih dibalik ceria yang terlihat, tapi siapa yang dapat mengartikannya?
Begitu banyak gambar-gambar bisu menghiasi hidupku hingga kini. Semua ingin ku rekam, semua ingin ku simpan agar dapat ku bagikan pada orang-orang yang ku jumpai. Gambar-gambar bisu, ingatan-ingatan manisnya kehidupan. Cerita itu yang akan terus diulang, tawa bahagia, pengalaman2 lucu, menarik hati bahkan yang membekas di jiwa. Sementara cerita pahit kehidupan tersimpan rapat dalam hati.
Tiba-tiba berjuta gambar bisu berubah warna menjadi abu-abu dalam ingatan ku. Jiwa ku menggigil menolak untuk menerimanya. Aku tidak mau, aku tidak ingin, aku menolak membawa gambar bisu berwarna abu-abu untuk melangkah maju. Ku coba untuk menuangkan warna-warni cerah keatasnya dengan pengharapan semua akan kembali seperti semula. . . sia-sia.
Jiwaku gamang kala menyadari bahwa tidak ada apapun juga yang dapat mengubah warna yang ada.












