gerbang separo
(Indra Saputra)
Kembali aku temui Dia
Setelah terkapar seperbagian lingkaran dibawah penompang langit
Setelah sekian kali terjengkal dibawah palung kehidupan
aku malu akan keramahan-NYA
Gerbang separo
Terbuka separo hingga tertutup arsiran dan doa
Yang menancap dan menyatu bersama kambium hingga muncul di sela-sela kelopak
aku temui Dia dengan keharamanku
Gerbang itupun terbuka separo hingga muncul bait-bait suci
Dan mensucikan darah haram ini
Dari pergelangan nadi hingga cairan otak
Didalam batang pohon yang akarnya menjalar hingga merangkul bebatuan
Sesuatu yang menjadi pelajaran penting
Antara sesama makluk dan saksi bisu sebuah lingkaran tahun
Lingkaran yang menjadi batasan pergerakan
Sampai detik inipun,
Kawan-kawan pagi berebut menjatuhkan untaian kamboja
Jatuh dan bergerombol dibawah pahatan nisan
Apa engkau tahu siapa gerangan dibawah pahatan nisan itu?
Seseorang dengan kegelapan yang melekat bersama mimpi-mimpinya yang suram
Ditemani kafan lapuk dan kumal yang hampir termakan hewan kecil menggeliat
Itulah gambaran jelas atas diri ini
Sedikit cerita seorang guru bijak yang menyapa cuaca
Sesekali memungut jiwa-jiwa tercela
Pungutlah juga kotoran hati ini
Hingga gerbang separo itu pantas untuk taubatan yang separo-separo
Dan mengalirkan sebuah mata air yang membasuh pori-pori
Gerbang separo
Kulihat untaian doa yang melayang memasukinya
dialah seorang hamba dengan harapan mulia
Dengan tangisan rasa malu yang menghujam dirinya












