dear sunday-part 4

(Irene Wibowo)

Sunday,27 January 2008, 09.23
Dear Sunday,
Ya, hari ini agak pagi menulis surat ini kepadamu. Kau tahu mengapa? Seminggu kemarin aku dibuat sengsara oleh HARI! Argghh… rasanya aku memang ingin keluar dari kantor itu. Kenapa aku menjadi tertekan begini?
Bagaimana tidak? Kemarin, pas hari sabtu saja, aku disuruh datang ke kantor untuk membantu pekerjaan dia. Ya, kerjaku, membantu kerja dia! Padahal dia baru beberapa bulan naik jabatan dan menggantikan mas Danu karena Mas Danu di pindahkan ke kantor cabang. Ya, memang dia menjadi bosku, tapi bukan berati dia bisa memerintahku dan menyuruhku mengerjakan pekerjaannya seenaknya!
Hmm, mungkin itu karena dia masih muda jadinya dia sok seperti itu. Sudahlah, rasanya tidak baik bila menjelekkan dia terus di surat ini. Padahal tujuan awal aku membuat surat ini adalah untuk bersyukur bukan menjelekkan dan untuk menceritakan kejadian yang ga bisa aku tulis setiap hari kepadamu.


Hmm, baiklah aku akan mulai.
Senin, 21 Januari 2008, aku bekerja dari jam 7 pagi sampai 7 malam. Ya itu karena ada pekerjaan yang “musti” aku kerjakan karena alasan yang tidak menyenangkan. Kau tahu? Dia bilang, “ kaukan ingin belajar, jadi belajarlah dari pekerjaan ini.” Iya aku memang ingin belajar, bukankah itu alasannya aku bekerja dan mengambil gelar sarjana? Tapi bukan seperti ini bodoh! Aku dipaksa menguras kreativitasku hanya untuk mengerjakkan tugasnya? Dan kreativitasku terpatok oleh kata “ tidak boleh seperti ini atau seperti itu.”
TIDAK BAIK!
Selasa, 22 januari 2008. Untung hari ini aku bisa bangun sampai jam 9 pagi. Si bos rese itu, sedang dinas keluar kota. Katanya, “ untuk bertemu klien” dan bagusnya dia tidak memberikkan aku santai! Karena begitu masuk kantor, dia menitipkan kembali kerjaan dia sementara dia berada di luar kota! Bagus sekali! Dan akhirnya aku harus lembur.
Sudahlah Sunday, minggu ini tidak menarik untuk diceritakan. Intinya, tenagaku di kuras untuk memeriksa dokumen tentang klien, untuk memikirkan ide baru, untuk membuat jurnal, dan lain-lainnya. Padahal aku seorang JURNALIS! Bukan akuntan, bukan bagian marketing! OMG!
Aku baru menyadarinya. AKU JURNALIS! Kenapa aku mau mengerjakan pekerjaan bukan milikku padahal pekerjaanku sudah berat. Aku harus mengirim tulisan setiap hari, tentang berita feature. Ya, memang tidak sampai ke luar kota atau keluar negeri. Ya memang, pekerjaanku lebih banyak nyantainya. Tapi bukan berati dia bisa menjadikan aku seperti ini bukan?
Sudahlah. Resolusiku mulai besok : PROTES!
Cukuplah sampai disini Sunday.
Love Emma



Tertarik dengan yang ini?

Leave a comment

Your comment