Koma
( Irene Wibowo)
“Tidak bergerak!”
aku tidak bisa merasakan tubuhku.
“dia menangis!”
ini karena perih sekali, sakit.
” Kenapa dia bisa begini?”
tidak mengerti! karena sakit sekali.
” Sudah diobatikah dia?”
kemana sekarang? kehilangan arah sudah.
“Cepat beri dia obat!”
terlambat sudah, haruskah ada sesal?
” Hei, dia masih bisa hidup!”
sungguhkah? tidak cukupkah air mataku?
” Ayo berdoa untuknya!”
jangan katakan itu! semua hanya topeng!
” TUhan, kami ingin dia hidup!”
sungguhkah? kemana kalian sebelum aku seperti ini?
” Tuhan, dia memang tidak sempurna, tapi kami sayang padanya.”
sungguhkah?
“Tentu saja anakKu. Semua sayang padamu. Meski terlihat semu.
Mereka inginkan kau hidup.
Maukah kau hidup?”
“Hei, dia mulai…”












