LAPAR MATA
(Irene Wibowo)
Bila tidak makan dalam sehari, apa jadinya? LAPAR!
Begitu melihat makanan rasa ingin melahap seluruh makanan menjadi
terasa menyenangkan bukan?
Tetapi ketika semua sudah tertelan jadi mual dan membuat
ingin memuntahkan semuanya, pada akhirnya terasa sakit bukan?
Selalu terdengar sebutan Lapar Mata.
Apa itu lapar mata?
Ketika sudah lapar, semua ingin dilahap habis,
pada akhirnya menyesal karena sudah melahap habis.
Dalam hidup, seberapa sering kita merasa lapar dan sakit?
Selama satu tahun waktu berjalan, ada beberapa waktu,
terlalu dengan rasa lapar dan perihnya sakit.
Sekarang,
lihatlah pada kenyataan.
Seberapa sering kita lapar mata, tidak hanya pada makanan, tetapi pada banyak hal?
Sering bukan?
Yang akhirnya membuat kita menjadi buta dan membunuh pertahanan kita sendiri secara perlahan-lahan.
Buta dalam lapar mata membuat kita kehilangan arah,
dan akhirnya menusuk-nusuk sekitar kita kemudian
membuat kita jatuh terkapar dalam kamar sempit yang penuh penyesalan.
Mungkin ini sama halnya dengan kekuasaan yang membuat kita lapar mata dan akhirnya membutakan mata kita. Bukan tidak mungkin, bila pada akhirnya semua menjadi sia-sia.
Berpikir sebelum bertindak, benarkah yang terbaik untuk banyak orang atau hanya untuk diri sendiri?
Bukankah kita bisa berbagi meski kita sedang dalam kelaparan? Bukan justru malah menusuk sekitar kita?
Memang manusia lebih suka menusuk daripada memeluk, tetapi manusia diberi kesempatan unuk belajar memeluk.
^^












