SELIMUT HIJAU
(Irene Wibowo)
Di sebuah kamar yang sempit pada malam yang dingin :
“ Apakah kau kedinginan?”
“ Em, sedikit.”
“ Aku ambilkan selimut hijau kesayanganmu.”
“ Kakak, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, sebelum kau mengambilkan selimut untukku.”
“ Ada apa Emma?”
“ Aku sayang kakak. Maafkan aku kalau aku harus sakit keras seperti ini dan menyusahkan dirimu.”
“ Apa maksudmu Emma? Kau tidak menyusahkan aku.”
“ Aku membuatmu membelikan selimut hijau yang mahal itu untukku. Karena aku sakit. Itu telah menguras penghasilmu.”
“ Tidak. Jangan katakana itu Mili. Kau adik kecilku yang aku sayang. Dan aku tidak merasa susah hanya karena membelikanmu selimut hijau yang sangat kau sukai itu.”
“ Terima kasih kakak. Karena kau sudah menghangatkanku sejak kepergian kedua orang tua kita.”
“ Aku ambilkan selimut untukmu dulu ya.”
Bebaring dengan selimut hijau, mengingatkan aku pada cinta yang selama ini aku rindukan. Cinta yang membuat aku bertemu dengan dunia ini dan mengenal kakakku. Dia menghangatkanku dan menemaniku meski aku menangis, aku tersenyum, aku tertawa. Terima kasih selimut hijau kau memberikan ketenangan padaku sekarang. Dan jagalah kakakku, karena aku harus pergi sekarang.
-love mili-












