INSPIRASIKU, Sebuah Catatan Tengah Malam
(Kemala Tillnes)
Dari manakah datangnya inspirasi?
Bila pertanyaan ini diajukan, jawabannya pasti bermacam – macam, tergantung siapa yang mendapat pertanyaan tersebut. Namun saat pertanyaan itu menghampiriku di malam – malam dimana aku tidak bisa terlelap, aku menjadi berpikir lebih dalam. Iya, benar bahwa aku membutuhkan inspirasi dalam setiap aktivitas kehidupan dan proses penciptaan kreasiku. Seseorang atau sesuatu yang membuatku memiliki ambisi dan semangat untuk menghasilkan lebih banyak lagi dan lebih baik lagi.
Bila dipikirkan, hidup ini ibarat sebuah kanvas besar dimana manusia didalamnya adalah seniman bagi hidupnya sendiri. Tinggal aliran mana yang dipilih, kembali kepada individu yang memegang kuas, pena, pisau pahat atau entah apalah nama alat yang dipakainya. Yang terpenting disini adalah proses penciptaan kreasi tersebut tidak akan terlepas dari yang namanya inspirasi. Tapi sebenarnya apa inspirasi itu? Sebuah visi ke depan? Sebuah gambaran visualisasi? Lalu bagaimana mendefinisikannya? Bagiku inspirasi adalah semua hal yang bisa ku analisa dengan ke enam indraku. Kenapa enam? Karena sebenernya indra manusia itu berjumlah lebih dari lima, bahkan lebih dari enam. Tapi untuk hal ini kurasa cukuplah hanya enam indraku saja yang bekerja menangkap dan menganalisa. Oh iya si indra keenam itu adalah rasa, suara hati, panggilan jiwa, intuisi yang berasal dari dalam diri. Lalu mengapa manusia membutuhkan inspirasi dalam melakukan sesuatu dan dalam pencapaian targetnya? Kalau kupikir untuk diriku pribadi, hal tersebut karena terkadang aku tidak percaya diri bahwa aku memiliki kapasitas yang cukup untuk berkarya. Rasa takut akan kegagalan terkadang membuat kita menghentikan langkah dan kita butuh sebuah penegasan, sebuah sugesti bahwa yang kita lakukan ini benar. Bagiku sendiri, inspirasi – inspirasi tersebut bagaikan sahabat yang menemaniku mengiringi langkah pencapaian tujuanku. Mereka yang membantuku, memberikanku arah, memberikan gambaran melalui berbagai benda yang kulihat, kusentuh dan kubaui, bahkan mereka hadir dalam mimpi, dalam rasa yang mengelegak di hatiku. Lalu siapakah mereka – mereka yang berjasa mengiringi setiap langkah dalam seluruh karya penciptaan selama 28 tahun hidupku?
Inspirasi terbesarku datang dari buku – buku koleksiku, dari merekalah aku mengenal banyak kata dan tulisan, yang membuatku jatuh cinta pada setiap makna yang terkandung didalamnya, pada lembaran lembaran kertasnya yang selalu kubaui. Aneh memang, tapi aku sangat menyukai wangi kertas pada buku – buku yang kubaca. Setelah itu ada pengarang kesayanganku, Paulo Coelho, yang dalam setiap tulisannya mampu membuatku marah, tertawa, takjub, menangis dan berani untuk bermimpi. Saat ini aku sedang membaca salah satu karyanya yang berjudul Warrior Of The Light, buku yang ia putuskan untuk tidak dipublikasikan, sayang memang, karena tulisannya di buku tersebut sangat indah dan menyentuh kesadaran.
Lalu ada ibuku, orang yang paling dekat denganku selama 28 tahun kehidupanku, wanita yang selalu percaya bahwa aku mampu, menemaniku bicara saat tengah malam aku terbangun. Begitu banyak hal yang kami bicarakan bersama. Kami bicara tentang hidup, tentang cinta, tentang rasa takut, juga tentang pencapaian – pencapaian terbesar yang kami alami. Dia menginspirasiku melalui ketegarannya, dengan senyumannya dan kasihnya yang luar biasa.
Juga ada Jørn Tillnes, suamiku, sahabat terbaikku, orang yang tidak pernah berhenti mendukungku. Laki – laki yang selalu ada setiap saat kubutuhkan, yang selalu membuka kedua tangannya lebar – lebar untuk memelukku meski seluruh isi dunia menyalahkan dan menudingku.
Terus juga ada laptopku, tempat dimana aku menuangkan seluruh rasa dan emosiku. Saksi dan sumber dimana aku bisa berbicara dengan Mr. Google, Mr. facebook dan mister – mister lainnya yang merupakan bagian dari inspirasiku.
Meditasi, salah satu sumber inspirasi terpentingku. Dari sinilah inspirasi yang luar biasa berasal, saat menyatukan diri dengan keheningan alam semesta, saat berbicara dengan sang pemilik kehidupan, sang maha mengetahui setiap rahasia umatNya. kepadaNya lah kuserahkan seluruh proses kreativitas kehidupanku.
Lalu ada Sour Sally rasa original dengan toping mochi dan longan alias leci, ungu dan emas, warna kesayanganku. Bunga anggrek, kartu tarot, Sushi Tei, salmon sashimi, blueberry jam, wangi hujan, pantai, suara debur ombak, Sergio Rachmaninoff, Nodame Cantabile, degung, cinta, The Notebook, Chicken Soup of The Soul, teh poci, harum bantal, Mario Teguh, Prybaba, permen Ricola rasa original, IKEA, blog Yuk Nulis, buku coretan lengkap dengan pulpennya. Deepak Chopra, Yoga, Fallen Earth; Angels Reborn, Nikon D90, Barney and Friends, IMac, Keris Patih, Discovery Travel and Living, Norway, Jepang, Barcelona dan tentu saja Bali… Bali dan Bali serta masih banyak lagi nama – nama yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena akan memakan waktu yang sangat panjang.
Terima kasih buat seluruh inspirasi yang sudah membantu dan menemaniku dalam hari – hari terindah maupun hari – hari terberatku, saat aku sedih, malas, keras kepala dan menyebalkan. Terima kasih tetap ada untukku, membantuku melewati semua proses penciptaan dalam kehidupanku, yang membawaku sampai pada tahap sekarang ini.
I love you Inspirasi, I love you pul…
Kemala Ayu Lestari Tillnes
Catatan tengah malam
Pukul 00.59 waktu Tromsø, Norway













Kemala, selamat berinspirasi! Go having your splendid inspirations!
Good one, Kemala… Salam kenal ya…:)