A SCARY LOVE STORY

(L. Bekti Gojagie)

(Catatan Penulis: Ini adalah cerita terbuka yang kelanjutan serta ending-nya bisa teman-teman teruskan sendiri. Terimakasih).

“Come to my country. I will surely marry you and find you a good job.”Marsini berbunga-bunga hatinya begitu membaca pm-an seorang pemuda Timur Tengahan yang di foto profilenya nampak begitu menawan dengan dada bidang dengan bulu lebatnya yang sedikit menyembul dari sisi atas baju yang tidak dikancingkan. Mereka baru berkenalan online dua minggu lalu dan si pemuda sudah berani mengungkapkan isi hatinya. Dia pasti sangat terpesona, demikian pikirnya.

“Oh, really? That’s so sweat.” Jawab Marsini yang mengetik tergopoh-gopoh sehingga salah spelling, maunya menulis sweet tetapi ternyata terketik sweat.  Untung saja sepertinya pujaan hatinya juga berbahasa Inggris plegak-pleguk. Si pemuda itu pun lalu membalasnya dengan ikon peluk cium dan mereka pun kemudian berbalas-balasan peluk cium lewat ikon-ikon berkepala gundul.  Saking girangnya Marsini sampai terkikik-kikik sendirian di bilik warnet itu. Dan lamaran jarak jauh itu pun kemudian dikabarkannya ke teman-teman se-kost-nya.

“Kamu ini gila apa kurang satu setrip?” tanya Ratih, karibnya yang tinggal berseberangan kamar. “Orang kok tidak ada kapok-kapoknya. Dari duluuu nguber-uber orang asing mulu. Apa sudah lupa waktu kamu dibuat nangis-nangis dan pingsan sama bule jabrik yang ternyata pedofil itu? Atau ketika emasmu dipretheli sama turis yang mbandar shabu itu?”  Yang dikotbahi tetap diam saja dan malahan terus senyam-senyum. “Lha mbok Sudah sama Djatmiko saja. Sudah jelas dia itu sayang kamu, lagi pula usaha wartegnya juga maju!” lanjut Ratih.

Marsini mencibir meledek. “Halah, kamu ini mesti cuman iri saja. Aku ini kan memang sudah dari sononya kualitas ekspor,” begitu tanggapan Marsini. Dia sama sekali tidak kendor mendengar pendapat teman-temannya. Dia bahkan berencana untuk segera pulang kampung. Kepentingannya khusus. Bahkan sangat khusus dan karenanya dia sudah membelikan dua pasang baju baru untuk bapak dan simboknya. Dia akan mengajak mereka berdua  ke warnet untuk cam-to-cam dengan calon menantunya yang jauh disebarang itu. “Biar lamarannya lebih afdol,” katanya.

[Silaken dilanjutken sendiri-sendiri]

Tertarik dengan yang ini?

  • Galau
  • Mantan pacar
  • Serial Tina : “ajari aku jatuh cinta lagi , Rik.”
  • potongan novel (dalam rencana), mudah – mudahan siap
  • Sepotong Jari di Mulutku
  • Batas Kasih 1
  • SUPER PAIDI
  • Ketika keinginanku bukan kehendakNya
  • AKU LUPA KELAMINKU
  • Petualangan Arktika

Leave a comment

Your comment