Ya Bapa, Ijinkan Aku
(Levina Widyarsa)
Ya, Bapa..
Ijinkan aku meratap malam ini,
atas cinta yang tak direstui,
atas masa depan yang tak boleh dijalani
atas pasangan yang tak boleh dicintai.
Ya Bapa..
Ijinkan aku meratap malam ini,
karena lelah akan perbedaan ini,
perbedaan yang tak pernah bisa kami pilih sendiri
yang semestinya jadi anugerah, kini malah jadi penghalang kami
Ya Bapa..
Ijinkan aku bertanya,
dosakah aku mencintainya?
layakkah aku disebut aib keluarga?
akankah air mata ini kelak jadi tawa?
Ya Bapa..
Malam ini aku menangis..
Menangisi masa lalu yang tak kan kembali
Menangisi masa kini yang begitu keji
Menangisi masa depan yang tak pasti
Akankah waktu memihak kami,
Tuk ungkap kebenaran dan sembuhkan luka
Tuk lembutkan hati yang telah membatu
Tuk biarkan cinta bekerja dengan caranya..
Ya, Bapa..
Ijinkan aku meratap malam ini saja..
Karena saat mentari menebar cahaya
Ku akan kembali berdiri tegak menatap wajah sinis dunia.
-inspired by true story..My story-












Levina,
Banyak yang sensib denganmu. Dunia ini memang kejam.
Tapi percayalah dalm tiap peristiwa Bapa yang kau panggil
dalam curhatmu selalu hadir, memberimu kepekaan nurani
berkat curhatmu padNya.
Biarlah semuanya mengalir sesuai rencanaNya bagi manusia
yang selalu ingat padaNya. Jangan lupa baca ” Salahkah aku?
Mudah2 an bacaan tersebut bisa menyatukan arah pandang
antar anak dan orang tua. God bless you.
Semoga