Berakhir Bahagia

(Lia Maria Agnes)

Punya pacar. Laki-laki brengsek. Sering menghilang. Tiba-tiba muncul lagi. Hilang lagi. Seperti jelangkung. Datang tak dijemput. Pulang tak diantar. Membuat gila. Membuat cemas. Berpikir negatif. Menepis pemikiran sendiri. Tapi kok menghilang lagi? Berpikir negatif lagi. Menepis lagi. Kenyataannya menghilang. Sok berpikir positif. Ditampar kenyataan. Sang pacar selingkuh. Di depan mata. Berpikir negatif lagi. Terpuruk. Memaki diri. Memaki sang pacar. Terpuruk lagi. Akhirnya sadar. Mulai bangkit. Tertatih. Jatuh lagi. Bangkit lagi. Berpikir positif. Sedikit memaki keadaan. Berbenah diri. Biasa? Sangat biasa. Umum.

Apa yang tak biasa?

Mulai hidup baru. Sesekali terjatuh. Tapi bangkit lagi. Pantang menyerah. Menikmati hidup. Bersyukur. Ah, masih biasa. Bersosialisasi. Dunia maya. Facebook. Cari teman. Dicari teman. Menambahkan teman. Ditambahkan teman. Kenalan baru. Diberi komentar. Membalas komentar.  Senang. Juga takut. Teringat satu hal. Laki-laki brengsek. Kurang bisa dipercaya. Ragu. Berpikir positif. Melanjutkan pertemanan. Sedikit tertarik. Chatting. Ah biasa. Minta nomer telepon. Kirim SMS. Ragu. Menelepon lebih dulu.  Konfirmasi identitas. Alasan basi. Ragu lagi. Satu hari. Tak ada kabar. Dua hari. Tak ada telepon. Menyerah. Lupa. Hari ke-lima. Ditelepon. Menyenangkan.  Mengobrol lama. Tiga jam. Malam minggu. Ditelepon lagi. Bicara banyak hal. Senang. Tiap hari ditelepon. Pagi siang. Sore malam. Mulai terbiasa. Tidur bawa handpone. Makan bawa handpone. Bahkan mandi. Telepon terus. Handphone berdering. Angkat. Bicara. Tertawa. Bicara lagi. Tutup. Berdering lagi. Angkat lagi. Atau SMS. Handphone bunyi. Baca. Tersenyum. Balas. Bunyi lagi. Senyum lagi. Balas lagi. Berdering lagi. Siklus gila. Dini hari sampai tengah malam. Ingin bertemu. Jauh. Dia di sana. Aku di sini. Bertahan. Telepon. SMS. Chatting. Webcam. Segala cara. Kangen. Telepon lagi. SMS lagi. Selisih paham. Saling diam. Gengsi. Kangen. Telepon lagi. Mesra lagi. SMS lagi. Makin dekat. Long distance relationship. Siklus berulang. Telepon. SMS. Chatting. Social networks.

Suatu saat…

Surprise. Dia datang. Kejutan. Tak ada jarak. Saling memeluk. Erat. Senyum membuncah. Kejutan lagi. Bertemu orang tua. Bicara serius. Tentang dirinya. Tentang kita. Tersenyum lagi. Bicara lagi. Pegang  tangan. Mulai kejutan lagi. “Saya ingin menikahi anak Bapak dan Ibu”. Shock. Bahagia. Takut. Campur aduk. Spechless. Ambil nafas. Tetap senyum. Menyanyi dalam hati. Gembira. “Aku dinikahi!”. Singkat kata. Gereja. Pemberkatan. Saya bersedia. Saya juga bersedia. Pasang cincin. Saling cium. “Kamu istriku”. “Kamu suamiku”. Selanjutnya pelaminan. Berakhir bahagia. Ah, tidak juga… A new life begin. God bless us.

Paiton, 4:07 PM

Tertarik dengan yang ini?

  • TEMAN SEBANGKU (sebuah cerita pendek)
  • Gadis Itu Aku
  • 10 Tips agar Semangat terus mengalir dalam dirimu!
  • Broken Mirror!
  • Dear Mom
  • MUJIZAT ITU NYATA
  • Masalah sepele
  • Belajar menghargai …
  • Ide Mampet?
  • I’m in a bad mood

Leave a comment

Your comment