Berbagi cerita

(Lusia Widijaningrum)

Ke Amerika : ( Refleksi pengamatan dari perjalanan di  LA,SF, NJ,NY ,PENN)

Bagi siapa saja yang pernah tinggal atau menginjakkan kakinya di negeri orang, pastinya punya pengalaman suka dan duka, berikut ku bagikan sekelumit cerita yang ku alami sendiri di negeri Paman Sam. Dengan berbekal ‘bonek’ alias bondo nekat atau modal nekad, ku menginjakkan kaki di LA , setelah melalui pemeriksaan yang cukup ketat ( kenakalan berpikirku bicara: Apa yang Kau takutkan wahai Amerika…? karena sampai sedemikiannya pemeriksaan ketat yang di berlakukan bagi pendatang yang menuju negaramu)

Di Bandara ( interview : cap jempol, foto lensa mata, ijin tinggal)

blank! buta samasekali tentang Amerika. Mau apa di sana…? bagaimana di sana….? dengan kepercayaan diri 1001 %, aku berhasil lolos dan mendapatkan ijin tinggal selama 6 bln tanpa kesulitan. Uff! Lega rasanya! tinggal cari alamat hotel, transportasi: ya taxi lah, dengan alamat di tangan, serta kalimat yang sudah ku hafal luar kepala, aku memberhentikan taxi, dan alamak! ternyata drivernya  orang Mexico, dengan bahasa inggris yang terbatas! ku sempat panik karena dia menyapa ku dengan berbahasa spanish ba-bi-bu, tersenyum!  ku pun tersenyum, menenangkan diri, dengan bahasa nano -nano ku katakan, me, no comprente! no habla spanyol. Hua ha , alhasil kami berdialog dengan bahasa sandi, kutunjukkan alamat di tanganku, dan berdoa semoga tidak di putar-putarkan keliling kota untuk nambah tarif di argo.

Bisnis  tempat kos

Pagi harinya ku beli koran lokal, untuk cari  informasi tempat kos yang tarifnya 10 USD, /hari , dengan tempat tidur susun sekamar isi 4 orang, fasilitas : mesin cuci : 1 USD ( 4 koin quater), Pengering : 1 USD ( 4 koin quarter) di tempat kos itu aku bertemu dengan banyak orang indonesia, tua dan muda, hua..a senang rasanya bertemu sesama warganegara, ternyata tidak! mereka cuek dan tak acuh, pelit informasi  ( aku membatin, o allah ternyata tinggal di negeri orang membuat orang kehilangan hati nurani! individual sekali).

Dalam Bus Kota

Untuk mengenali Kota ini, aku harus keliling naik Bus, berbekal jadwal bus dengan No.bus yang sudah kucatat  dengan jalur menuju tempat-tempat yang akan ku kunjungi , aku menunggu di  Bus Stop, menengok arloji, mencocokkan dengan jadwal kedatangan bus, mememori, nama jalan tempat ku berada, supaya bisa pulang dan tidak kesasar.( aku berpikir, aduh kapan ya di indonesia bisa setertib ini, bus datang tepat waktu, berhenti di Bus stop, penumpang naik dengan tertib, tidak perlu berebut, karena drivernya menunggu dengan sabar( karena tidak berpikir dikejar setoran) sampai penumpang duduk dan dirasa aman baru menjalankan bus nya) dan bus juga dilengkapi dengan alat untuk pengguna kursi roda, tempat duduk khusus bagi dishable, juga ditulis cukup jelas pengumuman di larang merokok, on the phone dengan suara keras, (tidak boleh Gaduh) yang menyebabkan orang lain terganggu.

Berlagak sok tau, padahal karena hasil pengamatan sekilas, aku bilang  ke driver :o ne day pass!, 1,5 USD, di samping driver ada kotak mesin ( tempat memasukkan uang kertas dan koin secara terpisah) yang otomatis bisa menghitung sendiri nominal uang yang sudah di telannya, baru keluar tiket, bisa ku gunakan dalam satu hari. Mataku mulai mencuri pelajaran pertama di dalam  bus, kuamati setiap kali ada orang mau turun dari bus, mereka  menarik kabel yang berwarna kuning di samping  kaca jendela dan lampu bertuliskan Stop akan menyala dan yang tidak kalah pentingnya harus berhenti tepat di Bus stop! ( tidak bisa sembarangan berhenti  seperti di indonesia) makin aku membatin, andai saja di  Indonesia , Pengguna jasa bus atau sopir bus punya kesadaran berdisiplin! tapi kapan…? yaaa…. semoga saja, suatu hari nanti.( optimis).

Toserba Asia

Semua yang serba asia di jual di sini, dari indomie, kopi kapal api , susu bendera, dan segala macam sayuran sampai sambal terasi,lengkap, dengan harga 5 X lipat nya harga di Indonesia. Mau obat-obatan juga lengkap, dari decolgen sampai minyak kayu putih cap lang, mau buah-buahan juga ada, tergantung musimnya( kecuali buah Pace, gak ada)

China Town

Hebat, aku berdecak kagum, di negara Paman Sam, ada perkampungan orang China, lengkap dengan barang-dagangan bermerek Chinese, semua ada. Wow…! seperti mengusung negeri di dalam negeri, aku mengamati pola kerja mereka, cara hidup mereka! no wonder! bisa bertahan hidup di negara Paman Sam. Mereka bekerja tidak kenal lelah, dari pagi buta sampai tengah malam. Weekend comes…? ke kasino, fun dan mengadu nasib, kombinasi hidup yang seimbang….? Bahasa inggris…? Pas-pas- san! Entah dengan bagaimana mereka bisa bernegosiasi dan mendapatkan suaka, menjadi warganegara Amerika. Musim  Summer,wisatawan dari berbagai negara, akan memadati daerah China town, dan membeli souvenir Amerika bermerk Chinese, dari tukang pijat, (reflexi), Tukang Potong Rambut, Restaurant, toko elektronik, (singkat kata, Devisa mengalir ke Negeri China) Bravo. Two Tumbs Up!

Bursa Kerja Ilegal ( per/jam 6,5 USD  to 10 USD) dan Legal (  per/jam10 USD to 35 USD)

Restaurant ( China, Jepang, Italy, India, Thay)

Restaurant China :P elayan, Tukang angkat Piring kotor, Tukang cuci piring,( kebanyakan orang Mexico) kasir, koki ( mix orang mexico, indonesia, philipina )

Restaurant Jepang : Shusi Man, Shusi Helper, tepan koki, Hibachi Chef( dibutuhkan keahlian khusus).

biasanya para pemilik restaurant Jepang ,Italy, Thay ,menuntut yang bekerja mempunyai SS ( sosial sekuriti) dan tentu saja pendapatan atau gaji di potong pajak. Jam kerja lebih sedikit, ada waktu istirahat, dan pendapatan lebih banyak.

House keeping, Penjaga Anak orang sampai anak anjing,

bisa berbahasa inggris dan atau Mandarin lebih di sukai( karena pemilik usaha rata-rata dari negara China ,Taiwan)

bagi yang  punya surat (red-yang di maksut, bukan surat nikah)   WP dan SS akan lebih mudah lagi,untuk  bekerja di Dept.Store, atau Mc.Donald( rata-rata orang India) Pom Bensin, Sopir Bus. atau Perawat di RS ( kebanyakan dari Philiphina.

Tips :

Belajar dan beradaptasilah dengan cepat, Jangan melanggar hukum,ikuti peraturan,

jangan mengatakan orang Stupid, ( bisa-bisa berurusan dengan hukum, karena hukum disana cukup ketat mengenai HAM

Bagi yang bekerja ” Mental kuli harap di buang jauh-jauh ( red-ada bos rajin, gak ada bos malas), Jujur dan jangan jadi penjilat ( menikam kawan dari belakang)

Berbudaya Antri

Berbahasa Inggris dengan baik, sopan dan( selalu  ucapkan Thank You, Please  ataupun greetings)

Tetap Ingat Tuhan (  bagi yang beragama Islam :Sholat meskipun susah cari Masjid) atau Ke Gereja(bagi yang Nasrani) Ke Klentheng ( Bagi yg Budha) supaya hati nurani tidak tumpul, karena sibuk cari uang.

Tetap Ingat bahwa kita orang Timur, yang punya budaya sendiri, jangan sampai di bilang lebih Amerika daripada orang Amerikanya sendiri.Dimanapun, kemanapun, kita tetap Orang Indonesia, membawa nama bangsa Indonesia.

Karena Pepatah ini berlaku : Walaupun Hujan Emas di negeri Orang , masih lebih enak Hujan Batu di negeri sendiri

Demikian Sekilas Info yang dapat di bagikan.

Peace

Lusi

Ps: Last Update 2009

Tertarik dengan yang ini?

  • 10 Tips agar Semangat terus mengalir dalam dirimu!
  • Broken Mirror!
  • Dear Mom
  • MUJIZAT ITU NYATA
  • KISAH ANTARA GUA – (di)TILANG – POLISI
  • Benarkah Kita sudah Merdeka ?
  • Peduli?
  • 15 Tahun
  • Terasing
  • 3 Hari Yang Luar Biasa

Comments (2)

agnes bemoeJune 17th, 2010 at 8:14 am

Hwaduh, sueneng banget baca ini! kayak kita ikut diajak sampe amrik sana!
:D

Lusia WidijaningrumJune 22nd, 2010 at 12:46 am

@ Agnes: tq sudah menyempatkan mampir, kwkwkkwkw. dan senang rasanya membawamu terbang ke Amrik

Leave a comment

Your comment