Kembali ke Awal
(Lusia Widijaningrum)
Kembali ke awal, saat merenungkan lebih dalam,sambil memeluk kedua lutut, merapatkan ke dada, aku mulai mengayun tubuhku kedepan, dan ke belakang dengan irama yang pelan,,kuikuti irama ayunannya dengan penuh kesadaran sambil menutup mata,dan kulihat dari sebuah titik mulai terbentuk sebuah lingkaran.
Lingkaran hidupku! dalam porsi usia yang berbeda, kembali ke awal! dari setiap fenomena yang terjadi, melintas tanya, adakah peranku?, membuka kembali lembar demi lembar seperti membaca sebuah buku, tersenyum.! meneruskan membaca!, aaaahhhh! kembali ke awal, dan begitu saja meluncur kalimat yang pernah kubaca dari buku itu yang mengatakan bahwa di bawah matahari tidak ada sesuatu yang baru.Semua sudah ada sejak awalnya.
Seandainya saja aku dulu lebih sering menyimak Suara-suara di dalam dada…! menjadi seperti apa ya aku sekarang? andai saja aku punya site plan yang jelas.
Sambil meletakkan kepala di satu lutut, tersenyum! ingat masa kecil, saat ditanya : besuk kalau sudah besar mau jadi apa? dokter…? Insinyur…?
Jawabku : mau jadi orang yang bahagia,
diusiaku sekarang baru menyadari betapa luar biasanya Tuhan yang kukenal melalui petikan sebuah tulisan; AKU memberi matahari bagi setiap orang, dan menopang yang baik ataupun yang jahat supaya tidak jatuh!!!
CintaNya yang absurd!,menghadapkanku untuk membuat pilihan dengan cara bagaimana akan kujalani hidup , mengikuti Daging ___? Roh___? Daging___? Roh.
Kembali ke awal! mau hitam atau putih, mau panas atau dingin!
suam-suam kuku, bukanlah sebuah pilihan, Keputusan harus dibuat jelas!
menimbang…! diam sebentar…!deg…deg…kan! dan kembali ke awal! yang menyesakkan dadaku saat ini, karena masih kulihat lingkaran itu!cerita bergulir sama, dengan aplikasi yang berbeda seiring usia.
Kembali ku bertanya ! Tuhan, Engkau maukan ku menjadi seperti apa…? ku diam…! mendengarkan…., menyimak…! Apa yang paling kamu suka lakukan dalam hidupmu…? dan yang membuat kamu merasa bahagia saat melakukannya…! di depan cermin ku bertanya pada diri.
Membuat daftar di benak…, berdialog di benak…tersenyum! kudapat jawabnya: Aku bahagia saat bisa memberi dari yang aku bisa,dari yang aku punya!
kututup mataku…., makin terlihat jelas…, makin terdengar jelas…, kembali ke awal! suara-suara itu,wajah – wajah itu! semua di dengarkan olehNya, semua dicintai olehNya! Mutlak! tanpa syarat! karena DIA Percaya, akan Karya ” MASTER PIECE” Nya. “Baik” , seperti GambaranNya saat Awal Penciptaan! No Regrets!!!.
ku membuka mata, dan tersenyum, kembali ke awal, meminjam kacamataNYA, dan yang terlihat di hadapanku semua baik.
Kuhadapkan hatiku kepadaNYA, agar bisa menjadi seperti yang DIA mau.
June 9,2010
(saat ku tidak bisa mengerti….)












