I wish…. (sebuah catatan menjelang Natal…)
(Margaretha Dwi Hastuti)
Tubuh pria montok itu menggapai – gapai ranting paling atas untuk menggantungkan wishing card-nya….karena tidak didukung tinggi tubuh yang memadai, jari – jari kaki yang mungil itu terpaksa jadi tumpuan badan yang +/- 90 kg beratnya….Wajar saja kalau si jari2 itu akhirnya menyerah…hilang keseimbangan, nyaris jatuh…
Wuuuuuuuuusssssssshhhhhhhhh……
angin pun gak bisa diajak kerja sama…dia meniup wishing card itu…………..melayang – layang dan…………Pluk…..dan jatuh di ujung kakiku
Reflex aku mengambil kartu itu dan mencuri baca wish yang ditulis pria montok itu……
“Semoga Diet saya sukses tahun ini….”
Sambil menahan cengiran yang sudah kadung meluncur dari bibirku, aku mengembalikan kartu itu pada si empunya yang mengulurkan tangan padaku dengan senyum sedikit dipaksakan….mungkin dia malu, wish-nya terbaca olehku.
“Eh kenapa lo senyum2 sendiri ?!” Tanya Lydia yang ternyata ikut menyimak kejadian itu.
“haha…gakpapa… tau gak ternyata dia berharap tahun ini dietnya sukses…hihihi…emang penting ya buat cowok untuk jadi kurus?….”
Aku & Lydia tertawa sambil mencuri – curi pandang kea rah si pria montok, dan langsung pergi ketika sadar ternyata pria montok itu juga sedang melihat ke arah kami dengan tatapan yang tidak begitu menyenangkan.
Itu terjadi beberapa tahun lalu menjelang perayaan Imlek di sebuah Mall di daerah Jakarta Barat. Mall ini selalu jadi meeting point bwat temu kangen aku dan Lydia…sahabatku.
Dalam event – event besar seperti Natal dan Imlek, mall ini mempunyai semacam tradisi untuk membuat wishing tree, tempat orang2 (termasuk aku dan Lydia) menulis dan menggantungkan harapan dan impian mereka di tahun yang baru.
Biasanya setelah menggantungkan wish kami di pohon, kami asik ngebaca-baca wish orang lain….dan ketawa cekikikan….mentertawakan wish orang2 yang kadang aneh, konyol, dan gak masuk akal….begitu juga yang terjadi dengan pria montok itu….tapi namanya make a wish, sah – sah aja donk minta hal yang paling absurd dan konyol sekalipun….hehehe namanya juga make a wish….kalo wish-nya standard2 aja…gak ada greget-nya……hehehe
Lagian kalo wish yang ajaib itu bener2 terkabul…jadi ada bahan legenda untuk diterusin ke anak cucu….
Wishing tree itu juga yang ngasih ide ketika beberapa tahun yang lalu aku masih bekerja di salah satu sekolah internasional di daerah Serpong…Waktu itu aku miris melihat pohon natal yang masih gundul tanpa hiasan pada 2 minggu menjelang Natal….sementara ide untuk menghias dengan ornament yang lucu – lucu tidak didukung ketersediaan dana.
WISHING TREE…itu langsung tercetus di kepala gw…dengan dukungan moril dari Bos – bos ku pada waktu itu dan kerja ekstra di malam hari, ngedeprok di dalam kamar kos ku untuk bikin “wishing card ” yang lucu – lucu, akhirnya…
Tadaaaaaaaaa!…..
Pohon itu gak lagi gundul setelah launching “Wishing card”-ku. Karyawan dan siswa2 heboh menggantung kartu – kartu mereka di pohon itu….hehehe…..dan waktu itu aku sempat jadi “MOST WANTED PERSON” karena siswa2 heboh mencari aku untuk minta wishing card…
Namun impian dan rencana kadang tidak seindah kenyataan…animo karyawan dan siswa memang besar….Tapi siapa sangka, gara2 wishing tree itu…gw jadi salah satu orang yang terpojok… (ato orang yang sengaja mojok yah?!… hehehehehe…….) karena wish karyawan ada yang “nyeleneh” sehubungan dengan gaji, bonus, lembur, dan pekerjaan yang lebih baik (?!?!??!)…… (hihihihi)
kata Pak Sylvester (bagian kerohanian di kantorku waktu itu), pohon Natal harusnya jadi pohon suka cita…bukan pohon ratapan……Tapi ide gw…ternyata telah mengubah pohon Natal di lobi kantor jadi pohon ratapan para karyawan…. (hahaha…)
Dengan alasan “ketidak etisan” dan bla bla bla……Pak Syl minta supaya semua wishing card yang mau digantung harus ku seleksi dulu, jadi kalo ada yang aneh2 jangan digantung, dan jangan sampai terbaca siswa, apalagi orang tua…tapi waktu itu aku sedikit “ngelawan” pak Syl…dengan berkelit….
“Itu kan wish-nya mereka, harapan mereka, keinginan mereka…punya hak apa saya ngebatasin wish mereka…sedangkan Tuhan aja gak pernah ngebatasin doa dan permohonan kita…..”
Perdebatan kecil itu terjadi di Kapel….dan jalan tengahnya…setiap sore, aku di bantu Madih, Mardi dan beberapa OB naik2 tangga untuk mindahin wish2 “ajaib” milik karyawan ke posisi paling atas dari Pohon Natal…supaya tidak terbaca oleh siswa dan orang tua murid… (kalo gak salah tinggi pohon Natal itu, 3 meter-an)
Sadar ato gak…Tuhan-ku dan Allah-mu gak pernah ngebatasin doa dan permohonan kita….
menurut Pak Syl (lagi)…….Ada 2 cara Tuhan menjawab doa kita….
Yaitu “ya” dan “tunggu”
Tuhan-ku dan Allah-mu tidak pernah tidak menjawab doa dan permohonan kita….
Ada yang langsung terwujud, dan itulah yang dimaksud dengan “ya”
Tapi ada yang belum terwujud…yang dimaksud dalam kategori “tunggu”
Tapi sayangnya kesabaran kita belum terlatih untuk menunggu menurut waktu Tuhan-ku dan Allah-mu.
Kita menunggu menurut waktu kita…dan membatasi masa penantian kita dengan kalimat “Tuhan tidak mendengar doa saya….doa saya tidak dikabulkan…”
Kita lupa bahwa waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita…
mungkin aja ketika kita akhirnya mulai lelah untuk meminta dan menunggu, sebenarnya Tuhan-ku dan Allah-mu yang MAHA BAIK itu sedang memproses wish kita…permohonan kita sedang dalam waiting list….. (bayangin bo! Tuhan nyiptain berapa miliar orang di dunia ini…dan semuanya punya permohonan…..)
Privelese pun diberikan kepada kita…….. apa yang kita minta tanpa batas….mulai dari masuk akal sampe yang “ajaib”
Dan aku termasuk dalam hitungan yang beberapa kali mendapat privelese untuk menerima sesuatu yang “ajaib”…yang ku lakukan hanya tak pernah berhenti meminta….meminta…dan meminta…. (plus usaha tentunya)
Buatku sendiri, malam Natal, dan malam tahun baru adalah ajang yang tepat untuk merefleksikan diri dan menimbun Tuhan dengan banyak permohonan… hehehe…karena aku percaya, setiap malam natal, tahun baru dan ulang tahun, ada satu bintang jatuh yang akan mengabulkan permohonan kita….
(dongeng banget gak sih?!….hehehe…tapi dongeng juga yang bikin dunia ini indah dan orang2 jadi punya harapan kan?!)
Walupun mungkin Tuhan kita beda, (aku gak nulis tulisan ini dalam konteks agama tertentu)
Aku yakin Tuhan-ku dan Allah-mu adalah Tuhan yang baik…..yang akan ngasih semua yang kita minta…..asal kita sabar…dan ikut menunggu dengan waktuNYA.
Seperti lirik salah satu lagu favorit gw yg dinyanyiin all for one :
When you wish upon a star
Makes no difference who you are
Anything your heart desires
Will come to you
If your heart is in your dreams
No request is too extreme
SETUDJU?!………………
Jadi……… isi titik – titik dibawah ini rame – rame yuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkssssssssssss………………
I WISH……………………………………………. (isi sekreatif mungkin)
I’m sending you happy and sunnythought
-sunflower-











