Lelaki Sepertimu………….

(Margaretha Dwi Hastuti)

“I just want to say that ever since I was born, daddy has been the best father you could ever imagine … and I just want to say that I love him so much…”

Seluruh dunia terhenyak dan beberapa bahkan menitikkan airmata ketika pidato kecil ini diucapkan Paris Jackson saat memorial ayahnya, Michael Jackson pada 7 Juli setahun yang lalu.

Aku mengerti sekali arti kalimat itu. Bagaimana perasaan seorang anak perempuan terhadap ayahnya.Aku tau tidak semua anak mempunyai hubungan yang baik dengan ayah mereka, dan tidak semua anak perempuan mempunyai hubungan yang dekat dengan ayah mereka.

Sejak kecil, aku lebih dekat ke bapak saya dibanding ke ibu. Bukan berarti aku tidak mencintai ibu, tapi kedekatan itu terbentuk dengan sendirinya karena sejak kecil aku terbiasa tidur dengan bapak. Sementara kakak dan adikku tidur dengan ibu.

Walaupun kami dekat, bukan berarti aku anak yang 100% penurut, bukan berarti kami tidak pernah beradu argumen atau bersitegang. Aku memberontak, kami beradu argumen, dan kami bersitegang. Normal seperti hubungan bapak – anak pada umumnya.

Buatku, bapak adalah lelaki yang hebat, jauh lebih hebatdari superman….eh….mungkin bapak tidak sehebat superman….tapi superman tidak nyata….dan bapak nyata….. beliau adalah gambaran laki – laki ideal buatku….

Bapak punya agenda spesial tiap sabtu pagi; beliau selalu membangunkanku di Sabtu pagi, karena aku punya kebiasaan bangun siang di hari libur….beliau tidak pernah kehabisan cara membangunkanku….mulai dari menggelitik kakiku, memainkan rambutku di telinga,bahkan memberi ciuman selamat pagi…… (yang biasanya langsung kuusap dengan ujung baju tidurku…..sambil bergumam “uggggggghhhh…..”)

Beberapa bulan yang lalu, beliau masuk ke kamarku dan melaksanakan agenda Sabtu paginya. Setelah kehabisan cara membangunkan ku yangtetap tertidur (walaupun sebenarnya tidak benar – benar tertidur) akhirnya beliau berbaring di sebelahku….

“Tut……” dia memanggilku, tapi aku pura – pura masih tidur.

“Tut……”

“jadi kapan?!……” aku tetap mengacuhkannya

“hoooohhhhhh……….kapan apanya?!…” aku tau kemana arah pembicaraan ini. Maka aku menyahut dengan asal saja.

“kapan kamu mau merried?…” aku tau….pasti pertanyaan itu….jad isengaja kuabaikan dan tidak kujawab.

Karena gemas menunggu jawabanku, akhirnya beliau mulai menggelitik lagi dengan memain-mainkan ujung rambutku di telingaku. Dan aku membuka mata.

“kapan?!….” beliau mengulang pertanyaannya.

“nanti……suatu saat nanti aku akan….” Jawabku sekenanya, karena sejujurnya aku selalu terganggu dengan pertanyaan – pertanyaan sepertiitu….kenapa sih harus diburu – buru menikah…. Buatku, keputusan untuk menikah itu keputusan yang serius…jadi ketika suatu saat nanti aku memutuskan untuk menikah, aku ingin keputusan itu kulakukan karena aku menginginkannya dan aku sadarakan keputusan itu.

“Sebenernya kamu nunggu apa sih?!……” sahut bapak penasaran, karena beliau tau saat itu aku sedang dekat dengan seorang pria.

“nunggu orang yang tepat, waktu yang tepat….nunggu aja….emang bapak mau aku asal nikah sama sembarang orang? Kalo mau sembarangan sih aku juga bisa….tapi ntar kalo ketemunya sama bajingan gimana?!….”

“sebenernya laki – laki seperti apa yang kamu tunggu?!…..”Tanya bapak.

“laki – laki seperti dirimu…..” jawabku mantap. Dan secara refleks kami saling menatap. Sepertinya bapak tidak percaya dengan kalimat yang baru saja kukeluarkan. Tiba – tiba mata bapak berkaca – kaca….lalu beliau menyambung…

“dulu waktu bapak nikah dengan ibumu juga bapak gak punya apa – apa….gak punya materi….”

“bukan masalah materi sih…tapi tanggung jawabnya….kerjakerasnya….cintanya….” aku menyahut lalu memalingkan wajah, menutup mata dan berpura – pura tidur lagi, karena air mata yang nyaris merembes keluar…

Entah kenapa kami berdua tiba – tiba terdiam dan sejurus kemudian kami berdua tertidur…

Ketika akhirnya aku benar – benar terbangun,bapak sudah pergi.

Sampai saat ini bapak selalu sukses menjadi idolaku….selain Michael Jackson tentunya…hehehe….dari bapak aku belajar untuk bekerja keras,jadi perempuan yang kuat dan mengandalkan diri sendiri. Aku teringat beberapa tahun lalu ketika baru lulus kuliah dan mencari pekerjaan, bapak menyemangatiku…..beliau tidak pernah berusaha membantuku dengan segala macam koneksi dan kenalan yang dimiliki beliau. Beliau selalu bilang “kamu bisa koq…kamu udah pinter cari –car isendiri….” Dan memang; aku bisa…..

Bapak seorang yang sangat mencintai keluarganya dan punya tanggung jawab yang besar ….teringat beberapa tahun yang lalu dalam sebuah obrolan santai, bapak berkata “aku gak mau ditarik dari peredaran sebelum anak – anak mentas…..” dengan kata lain, beliau berkata beliau gak mau meninggalkan dunia ini sebelum kami, anak – anaknya berkeluarga dan berhasil. (berhasil bukan selalu dalam bentuk materi).

Bapak memang laki – laki terhebat yang pernah aku temui….beliau tidak pintar, beliau tidak kaya raya, tapi beliau mengajarkan banyak hal pada kami semua anak – anaknya,terutama pada diriku. Kadang aku bertanya “apakah setiap ayah seperti ini?!?!?!Atau ayahku adalah salah satu ayah terbaik di dunia ini?!?!…..” Setiap saat aku berdoa, agar Tuhan memberiku kesempatan dan waktu pada kami untuk bisa bersama selama mungkin, dan aku bisa mewujudkan satu – satunya keinginan bapakdari diriku; mendampingiku di Altar….suatu saat nanti….. (amin)

Well…my dad….He is truly the best dad you could everimagine…. And I love him SO MUCH…. <3

I’m sending u happy and sunnythought!

-sunflower-

Tertarik dengan yang ini?

  • Dear Mom
  • Mimpi Berhadiah
  • (Feels like) Stranger in My Own House Part 1
  • Bolu Kukus
  • surat untuk mama
  • merajai mimpi III
  • Na, Jaga Diri Lu (2)
  • merajai mimpi II
  • Sharing : Kejadian-kejadian dalam Hidup Berkeluarga Sehari-hari (1) Episode Melatih Chris Tidur di Kamarnya Sendiri
  • Bunda

Leave a comment

Your comment