Mengertilah… Jangan Menilai….

(Margaretha Dwi Hastuti)

Seminggu yang lalu, sebuah sms masuk ke HP gw…dari seorang sobat, dia minta penilaian gw tentang dirinya. Berhubung sms itu masuknya udah malem, jadi gw baru bales besok paginya. Dalam sms balesan gw, gw bilang ke temen gw ini, gw gak mau menilai orang. Gw tau dia, gw tau baik dan buruknya, tapi cukup gw simpen untuk diri gw sendiri, gw gak mau menilai dan orang lain. Alasannya, pertama, gw takut salah menilai orang lain…..kedua, gw pengangut aliran “anti menghakimi atau menilai” semenjak gw disadarkan oleh buku Converstation With God…we have no right to judge others…if you start to judge…you start to labeling and torturing that person…it’s simply like putting an invisible cross on his life…
Kemaren, gara – gara ngobrol dengan orang yang sama, gw jadi sadar bahwa ternyata gw juga sudah dinilai (ternyata menghindari untuk menilai orang lain, tidak menghapus resiko untuk dinilai oleh orang lain…hehehe…gak papa koq…gw sih asik – asik aja….dan pas denger penilaian orang tentang gw, gw Cuma bilang “masa sih?!….”, “duh…jadi gak enak gw…”)
Sedikit sharing sebelum kita kebablasan dalam menilai orang…
Beberapa tahun yang lalu (mungkin 5 atau 8 taun yang lalu, karena dalam ingatan gw, diskusi ini terjadi di dapur rumah gw yang lama) ketika untuk pertama kalinya gw “menggurui” nyokap gw…dan syukurlah gw dilahirkan di keluarga yang amat sangat demokratis… nyokap gw bisa menerima apa yang gw omongin..
Waktu itu, gw lagi bantuin nyokap di dapur….kalo gak salah lagi ngupas bawang…dan saat itu, nyokap mengeluhkan sikap bokap yang menurutnya terlalu pelit atau terlalu perhitungan….salah satu contohnya adalah ketika ada pengamen atau pengemis di depan rumah kami…alih – alih memberi duit recehan, bokap biasanya hanya melambaikan tangan dan menutup pintu. Suatu sikap yang menurut nyokap sangat keterlaluan pelit.
Entah setan mana yang merasuki gw waktu itu…belagak cool, gw ngebela bokap… “hm….gak bisa dibilang pelit juga donk…yah liat aja gimana susahnya bapak cari duit buat kita…mungkin karena dia jungkir balik cari duit, dia gak suka dengan orang – orang yang cari materi dengan cara minta – minta seperti itu, gak mau usaha…kalo dia ngedapetin sesuatu dengan kerja keras, dia akan berpikir beberapa kali untuk memberi seseorang secara Cuma – Cuma…mungkin pengalaman bapak di masa lalu yang susah dan penuh perjuangan ngebentuk dia jadi seperti itu…kita gak bisa nyalahin bapak… ”
Sadar atau tidak, keadaan seseorang saat ini dan pola pikirnya sekarang , sedikit banyak dipengaruhi oleh masa lalu….seperti pada bokap gw…lahir di keluarga petani, membuat bokap gw terbentuk menjadi seorang pekerja keras…seperti yang beliau ajarin ke gw “kalo mau dapetin sesuatu, harus usaha, harus kerja keras…”
Mungkin itu juga yang diterapkan pada orang lain di sekelilingnya, termasuk pada pengemis dan pengamen…kalo mau dapet duit ya harus usaha, jangan Cuma minta….walaupun pada akhirnya sikap itu tafsirkan menjadi pelit…
Untuk memahami sikap seseorang, mengapa dia begini? atau mengapa dia begitu? Sepertinya kita harus merunut kebelakang, dan menuntut kemampuan kita untuk memahami, supaya tidak menghakimi atau menilai saja…tapi juga berusaha untuk mengerti….
Seperti nyokap gw yang akhirnya mengerti sikap bokap, dengan bantuan sedikit ilmu “sok tau” dari gw…
Karena itu, gw lebih memilih berusaha untuk mengerti dan menghindar untuk menghakimi atau menilai…itulah yang menyebabkan gw jadi terlalu banyak hutang untuk nulis testimonial di friendster temen – temen gw…(untungnya sekarang friendster udah gak trend lagi ya?!…jadi sekarang terbebas dari hutang – hutang itu…hehehe…) lagipula, pada dasarnya semua manusia itu ingin dimengerti kan?!….ketika sikap mengerti diterapkan, sepertinya gak ada hal yang perlu di komplain tentang sikap orang lain kepada kita….
Memang ada kalanya, penilaian itu dibutuhkan dengan alibi untuk membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik….tapi lewat tulisan ini, gw mo ngingetin….berhati – hatilah sebelum menilai orang….selidiki dulu latar belakangnya….bagaimana situasinya?….kenapa dia begini?….kenapa dia begitu?….lalu cobalah mengerti….terapkan firasat bolak – balik (bagaimana seandainya gw di posisi dia dalam situasi yang sama?!…) dan kemudian menilailah jika itu benar – benar dibutuhkan….
Tetapi jika penilaian itu tidak dibutuhkan, bersikaplah seperti SMS terakhir yang gw kirim ke seorang sobat yang akhirnya memberi gw inspirasi untuk menulis artikel ini…. “I know you…but I’ll keep it for myself…”

I’m sending you happy & sunnythought!!

~sunflower~



Tertarik dengan yang ini?

Leave a comment

Your comment