Secangkir Sajak Buat Lelaki Terhebat

(Martina Felesia)

Pagi yang hangat

Lelaki itu membangunkan aku dengan keharuman secangkir kopi

Dalam tatap romansa ia bertanya

“pahit atau manis?”

sementara dalam kantuk

kupaksa diri membuka mata

mengangguk untuk secangkir kopi kental  manis buatannya

lelaki itu masih tetap sama seperti bertahun lalu

tetap lembut demi mengalahkan kekerasanku

tetap santun demi menenangkan kebrangasanku

tetap lucu demi menghibur duka laraku

tetap bersahaja demi memenuhi ideliasmeku

tetap ”alon-alon waton kelakon” demi menekan egoku

dan tetap “slow down wae”

meskipun tiap hari mendengar celotehanku

lelaki itu tak bisa kuprediksi

ia bisa jadi ayah yang kuat

sekaligus ayah yang lemah bagi anak2nya

ia bisa jadi suami yang menyenangkan

sekaligus suami yang menyebalkan bagi istrinya

ia bisa menjadi sahabat

sekaligus menjadi lawan untuk berdebat

ia bisa jadi pengambil keputusan

sekaligus pelaksana sebuah keinginan

lelaki itu masih tetap sama seperti bertahun lalu

tidak sepenuhnya sempurna

dan tidak sepenuhnya bercela

tapi bagiku

ia adalah lelaki terhebat

yang pernah ada di hidupku

Tertarik dengan yang ini?

  • Ibu Kita Kartini
  • Rindu 3
  • Sayangku Sahabatku
  • seribu rindu … untukmu
  • Tuhan, Terima Kasih
  • Rindu Negeri
  • Patah
  • Geletar
  • Gelisah
  • Engkaukah Pujangga Itu? Ode buat Chairil Anwar

Leave a comment

Your comment