damailah sobat..
(Melati Silaban)
kau orang yg paling bisa kuandalkan saat aku dalam kesulitan,.
Bahkan ketika aku mengabaikanmu,kau selalu memperhatikanku.
akhirnya hanya sesal ketika kau pergi secepat ini.. menghadapNya..
kenapa sobat??
kenapa kau biarkan mereka menjebakmu??
kenapa kau lenyapkan keluguanmu hanya karna mereka menyuguhkan madu yang menjadi racun dalam darahmu??
mungkinkah karna aku tak lagi memperhatikanmu??
hingga tak kusadari kejurang mana mereka menjatuhkanmu??
tak kusangka HIV mereka berikan sebagai upah atas kebaikanmu..
harusnya aku disana, memapahmu saat kau terjatuh..
tapi aku tidak..
aku tidak ada disana..
maaf sobat..
meski aku tak lagi pantas memanggilmu “sobat”
doaku..
kau tenang bersamaNya..damailah sobat..damailah diatas sana..












