setahun setelah 4 bulan

(Melati Silaban)

berawal setahun lalu ketika aku meminta padaNya untuk mengirimkan aku seseorang untuk dicintai dan mencintaiku. Entah Dia merasa kasihan padaku, dikirimkanNya seseorang yg begitu sempurna untuk dicintai walaupun aku tak yakin dia punya rasa yang sama. Buat aku he’s 2 good 2 b true. aku seperti bermimpi,tapi dia lekas2 membangunkanku.. diggenggamnya tanganku, perlahan dibiskannya: “maukah kau menjadi penjaga hatiku??”. Akupun tersentak, tidak percaya. Tapi kembali meyakinkanku katanya : “karna aku akan jadi penjaga hatimu …………”

tanpa berpikir dua kali mantap ku jawab: “ya.. aku mau”

lalu, hari2 yang dulu kurasa menjenuhkan berubah menjadi hari2 terindah sepanjang hidupku. Dunia yang kupikir dulu tak bersahabat menjadi sangat ramah padaku. Setiap nafas yang kuhirup menjadi wujud syukurku.. tak henti kukagumi karyaNya bagi jiwaku yang dulu lama mati. Rasa bahagia yang dulu kucari kini meresap hingga ketulang2ku, kurasakan disetiap sendiku,dan masuk kesetiap pembuluh darahku..membuatku ingin berteriak setiap jam: AKU BAHAGIIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAAA………………………….

Lalu..Siang itu dia datang dengan senyuman yg dipaksakan, katanya:”waktu kita sudah habis, maaf.. tapi aku harus pergi”. Kebingungan aku mencoba memahami makna perkataannya. Kucoba kuuntai lagi awal kebersamaan ini,. Benar dia dulu berkata: aku akan menjaga hatimu, tapi aku hanya punya 4 bulan untuk mewujudkannya..maaf, aku terlambat mengenali perasaanku, meski 4 bulan aku akan berusaha membahagiankanmu karna setelah itu, aku akan hidup bersamanya yang tidak begitu kukenal dalam sebuah ikatan suci., saat itu aku hanya kalimat pertama yang terdengar jelas, yang lain seperti hembusan angin ditelingaku. Mengingatnya, aku pun terjatuh dan terhempas.. aku..aku..hancur menjadi kepingan2 kecil…

Kini, setahun setelah 4 bulan yg masih kuanggap indah itu aku meratapi kebodohanku. Dengan langkah gontai kujalani hidup yang seakan berhenti membahagiakanku.

Setahun setelah 4 bulan itu, menjadikanku pecundang yg penuh dengan kegagalan.

Setahun setelah 4 bulan itu, aku belum bisa menyatukan kepingan2 hatiku dan menjadikannya utuh.

Setahun setelah 4 bulan itu, sepotong lagu ini seolah menjadi soundtrack hidupku..”he’s out of my life..he’s out of my life. I don’t know whether 2 laugh or cry, I don’t know whether 2 live or die. And it cuts like a knife..he’s out of my life…

Baca juga

  • Hey, apakah gerangan ini?
  • Si Badan Super Extra #3
  • Aku Ingin Menangis…
  • #31haringeblog – Day 25 Bukan Sekedar
  • Ngantri Surga
  • Benteng Pendem dan Nusakambangan
  • Horror
  • Lucu
  • Ny. Lars – Part 9 -
  • You’ve Got Mail ( 19 )

Comments (3)

bagolAugust 23rd, 2009 at 7:32 pm

ya, kadang apa yang kita harapkan, tidak selalu sama dengan kenyataan, walaupun suatu pertanda telah muncul dan sedang berkedip, namun seberapa besar kedipan itu bisa bertambah terang, mungkin tak perlu kita tanyakan, karena kadang pribadi seseorang sangat sulit untuk ditebak, jadi luka itu harus kita sendiri yg mengobati dan berharap waktu akan memberikan penghiburan, sekaligus kado yang terindah, suatu hari pasti. yakinlah…

melaAugust 24th, 2009 at 3:33 pm

thanx ya mr bagol..hehe.. kata2mu menguatkanku..

LiniAugust 24th, 2009 at 3:39 pm

@ Mela: jangan bilang kuper ya, bagol = Simon lho :)

Leave a comment

Your comment