ANDAIKAN AKU HARUS MENINGGAL MALAM INI
(Meyti Ridirta)
Teman, pernah gak kita berpikir bahwa nanti malam kita akan meninggal? eh, jangankan berpikir meninggal, mendengarnya saja terkadang sudah membuat kita “merinding”.
Aku juga seperti itu,, aku suka takut loh denger kata meninggal, apa lagi membayangkan aku akan meninggal, wah gak banget deh.
Hingga suatu saat aku mendapatkan tugas kuliah dari salah satu dosen psikologiku. Tugas yang sangat aneh bin ajaib, semua mahasiswa masing-masing diberikan 1 lembar amplop coklat dan di amplop tersebut tertulis “Boleh dibuka hanya ketika sendirian dan memiliki waktu kosong 30 menit”.
Nah loh tugas yang aneh dan buat penasaran nih, aku sempat takut aja ma tugas aneh ini. sesampai di rumah, aku langsung buka tuh amplop coklat, dan tak disangka isinya hanya secarik kertas kecil ya kira-kira hanya sebesar tiket nonton XXI.
aku yang melihatnya hanya bisa teriak kecil “what!!!”, hanya secarik kertas ini aja buat aku dan teman-teman yang lain penasaran setengah mati. Tapi kertas tersebut ternyata ada tulisannya yaitu “pikirkanlah, Jika Aku Mati Malam ini..”
Selama beberapa waktu aku terdiam, memikirkan tulisan di secarik kertas tersebut. aku memejamkan mata, aku membayangkan bagaimana kalau memang benar aku akan mati malam ini, apa yang harus aku lakukan dengan waktu yang hanya beberapa jam saja, apa yng terjadi setelah aku mati, bagaimana orang-orang di sekitarku setelah aku mati,, begitu banyak pertanyaan berputar di pikiranku.
Hingga pada akhirnya aku mulai membuka laptopku dan aku mencoba untuk mengetik apa yang ada dipikiranku, aku mengetik dan terus mengetik mengikuti pikiranku.
“ANDAIKAN AKU HARUS MENINGGAL MALAM INI…………”
Aku pasrah jika malam ini nyawaku diambil oleh Tuhan….
Paling tidak ketika tubuhku tertutup kain kafan, kasih sayangku masih dapat dirasakan oleh orang-orang yang mengenal diriku.
Paling tidak ketika asaku terhenti, apa yang telah kucapai dalam hidup dapat membanggakan orang tua dan keluargaku.
Paling tidak ketika ragaku telah tiada, jiwaku masih dikenang oleh orang-orang yang pernah kubuat tersenyum, tertawa, bahagia, marah, menangis dan sedih.
Paling tidak ketika diriku menyatu dengan tanah, namaku selalu berada dalam benak orang-orang yang menyayangiku atau pun membenciku.
Paling tidak ketika waktu meninggalkanku, pusaraku masih bertaburkan bunga segar dari orang-orang yang peduli padaku.
Paling tidak ketika orang-orang meninggalkanku, perjalanan hidupku dapat menjadi inspirasi bagi mereka.
Ya, itu lah hasil perenungan yang kudapat selama beberapa waktu. Sempat merasa tak percaya dengan hasil pemikiranku sendiri ketika ku membaca ulang. Tapi itulah yang secara tak sadar tersimpan di alam bawah sadarku, semuanya keluar dengan sendirinya.
Bagaimana dengan teman-teman ketika dihadapkan dengan “tugas” yang sama denganku?? aku yakin jawaban teman semua berbeda-beda satu sama lain didukung dari keyakinan hidup kalian semua.












keren..