Salahkah diriku??
(Meyti Ridirta)
Aku berbicara sebagai perempuan, yang belum pernah menikah dan sedang mencari pasangan hidup yang terbaik dunia akhirat. Aku berbicara sebagai wanita yang terbelenggu oleh “jeratan” berbagai macam pria, yang sedang berusaha mendapatkan diriku untuk dijadikan sebagai pendamping hidup selamanya.
Aku hanya merasa heran terhadap mereka para pria, yang berani mendekatiku. Setiap kali aku bertanya “mengapa kamu suka aku?” dan mereka pun menjawab “karena kamu berbeda, kamu baik, dewasa, dsb.”
Tidak satu jawaban pun yang bisa mengena di hatiku, apa bedanya aku dengan wanita lain, masih banyak yang lebih baik dari aku. Tapi mengapa aku yang etrpilih oleh mereka…..
Dan lebih bodohnya lagi, aku mau saja didekati oleh mereka. Jujur saja, saat ini aku memang masih menjalin hubungan dengan seorang pria secara LDR (Long Distance Relationship). Setahun lebih aku menghabiskan waktu bersamanya yang kebanyakan dalam dunia bayangan, karena kita jarang sekali bertemu. Meski aku sayang dan dia juga menyayangiku, namun hal tersebut tidak cukup untukku.
Suatu saat dia pernah berencana untuk melamarku, namun aku menahannya dan menjadi ragu. Aku tahu bagaimana kondisi ekonominya, dia tidak memiliki pekerjaan tetap, dia belum mempunyai rumah, untuk kebutuhan hidupnya sendiri saja terkadang masih sulit, dan yang lebih membuatku ragu adalah tiang agamanya, ya meskipun kita seagama namun dia belum bisa menjadi iman dan imam dalam keluarga.
Gilaaaaa,,, jangan berani-berani deh buat ngelamar aku sebelum memiliki itu semua…..
Aku tahu bahwa hal itu semua yang membuatku jadi “tolah-toleh” ke pria lain yang mendekatiku. Aku membanding-bandingkan mereka dengan priaku yang nun jauh di sana. yaaa memang hidupku sangat sejahtera dengan mereka, segala kebutuhanku mereka berikan tanpa memikirkan persoalan ekonomi. Masalah agama? wah jangan di tanya deh, mereka semua hebat.
Ada yang bilang aku cewek matre??? silakan saja….
Tapi coba pikirkan ulang “tuduhan” itu
Jaman sekarang siapa yang gak butuh duit??
kalau sudah menikah tanpa penghasilan yang tetap ditambah lagi dengan kurangnya agama, hanya bermodalkan cinta,, terus mau dikasih makan apa istri dan anak?? kasih makan cinta?? makan aja tuh cinta sampai kenyang.
Sekarang gini deh,, aku ingin pria yang melamar aku sudah mapan hidupnya, bukan karena aku matre loh, tapi karena kemapanan itu untuk masa depan kita bersama. Sudah punya rumah, toh rumah itu untuk aku dan dia bergenerasi tanpa harus memusingkan tahun depan kontrakan rumah sudah habis atau memusingkan tahun depan bayar kontrak uangnya belum terkumpul,,, haaaaahhh cerita lamaaa…
Masalah agama, pria yang mau melamar aku harus sudah mapan dalam urusan akhirat. aku ingin ada yang membimbingku ke jalan Tuhan, karena aku sadar sudah banyak dosa yang telah aku lakukan dan kurangnya pegangan agamaku.
Nah sekarang, masih ada yang berani menganggapku cewek matre?? yah silakan saja
bagi semua wanita yang belum pernah menikah, coba tanyakan pada diri kalian sendiri, “apakah yang aku pikirkan untuk masa depanku juga sama dengan kalian?”, coba tanyakan juga kepada orang tua kalian,” apakah yang aku utarakan tadi sesuai dengan keinginan orang tua kalian?”.
Aku yakin jawaban kalian hampir semuanya sama denganku, itu adalah impian setiap wanita dan orang tuanya. Orang tua mana sih yang rela melihat anaknya menikah dengan pria yang tidak jelas,, mereka pasti ingin anaknya hidup bahagia. Namun itu semua kembali ke diri kita masing, ke pilihan kita dan ke jalan yang telah ditentukan Tuhan untuk kita. Selama kita belum terikat dengan perkawinan, kita masih memiliki hak untuk memilih siapa yang tepat jadi pasangan hidup kita, mencari yang terbaik meski bukan yang sempurna. Itu semua bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk diri kita sendiri.
Jadi salahkah diriku???
untuk mencari pasangan hidup demi kebahagiaan masa depan??
Semua adalah kehendak-NYA












Wow tulisan yang cukup bagus untuk para pemula.
Sayang gak bisa di copy ya? Hehehe, bukan untuk nyontek ne
hanya untuk bahan perenungan saat kita kumpul dengan
anak2 muda yang kadang masih sangat idealis.
Ok maju terus, sukses ya.
thx ya veronica atas commentnya…
semoga bisa jadi salah satu bahan renungan kita semua..
sukses buat kamu, kita, dan mereka semua…..
aa’ sgt terkejut melihat ini..
meyti tau aa’ n meyti tau yg jauh nan disana..
kedua org ini sgt mencintai meyti apa adanya..
sholatlah isthikoroh, InsyaAllah Allah akan memberikan jalan yg terbaik buatmu..
meyti taukan, kita hidup didunia ini utk diuji… baik dgn kemiskinan n kekayaan…
kemiskinan bukan akhir segalanya, penghuni surga banyak org yg sederhana, krn ketika dihari perhitungan, org miskin n sederhana sedikit pertanyaannya.. sedangkan org kaya, beribu2 pertanyaan, mulai dpt drmana, utk apa? apa sdh amal? ini semua aa’ dptkan nasehat dr papah, sejak saat itu, aa’ mulai tkt dgn apa yg aa’ miliki.. krn kehidupan kekal n abadi hanyalah ketika kita sdh disurga,, amien..