Olok-oloklah temanmu

Saudaraku…

Apa yang kamu bayangkan ketika kamu sedang memperolok temanmu? Pasti kamu merasa bahwa teman kamu itu rendah dan kamu merasa bahwa kamulah satu-satunya orang yang hebat. Karena jika kamu tidak merasa demikian (merasa hebat) tidak mungkin kamu akan memperolok teman kamu sendiri.

Saudaraku…

Memperolok teman adalah sebuah dosa mungkin itu engkau anggap sebuah gurauan tapi ingatkah engkau bahwa kebanyakan orang lalai (lupa kepada Allah) karena meraka banyak tertawa.

Saudaraku…

Jikalau engkau menyadari betapa pedihnya siksaan api neraka tidaklah mungkin engkau akan banyak tertawa tapi sebaliknya pasti engkau akan banyak menangis. Ingatlah tak ada yang sempurna di dunia ini, hanya Allahlah yang Maha Sempurna.

Saudaraku…

Allah menciptakan kita bukan untuk saling mengejek, mengolok-olok sesama, tetapi Allah menjadikan kita agar kita beribadah kepadanya.

Saudaraku…

Ibadah bukan saja sholat, puasa atau haji tetapi makna ibadah itu universal. Engkau memberikan senyum kepada temanmu saja adalah ibadah bahkan engkau tidak menyakiti hatinya saja itu termasuk ibadah. Lalu mengapa engkau masih saja memperolok-olok temanmu apakah engkau masih merasa hebat? Tidak malu kah engkau nanti di hadapan Allah semua kejelekanmu akan dipertontonkan? Naudzubillahiminzalik.

Saudaraku…

Semoga kita bisa saling mengisi, saling membantu sesama teman. Karena teman adalah seseorang yang akan selalu menemani kita kemana saja kita pergi. Hendaklah setiap langkah ini kita jadikan sebuah pahala. Dan kepergian kita akan selalu dirindukan orang. (Nchus Assaini)

Baca juga

  • Begitukah?
  • St. Lempuyangan
  • BBmu Sayang, Diriku Malang
  • First experience
  • ceritanya siih mau lihat acara serentaun :D
  • Kepergian Sang Humanis
  • Hujan Putih
  • Seorang Istri bernama Ida Laksmiwati
  • Koin Peninggalan Kakek
  • KELANA 2011-05-24 21:17:00

Leave a comment

Your comment