Sadness and Sorrow

(Ni Nyoman Ria Widyarini)

Tik..tik..tik.. hanya detak jam dinding yang terdengar di pagi buta itu.Ku coba pejamkan mata, namun meski badan ini lelah… nyata kantuk tak juga menghampiri. Ku pandangi dia yang tertidur lelap di samping ku… buah hatiku… nafasnya teratur seiring dadanya yang turun naik, dengan wajah damai berada di buaian Bunda. Ku cium ia sambil berbisik… “Nara, mama sayang Nara…” Dan tubuhnya menggeliat sejenak sebelum kembali terlena di alam mimpi.

Tanpa sadar air mata ini menetes… Ku hanya bisa mengutarakannya dalam hati, sambil mata tak luput memandangi wajah tak berdosa itu… ” Maafkan Mama Nara… maafkan juga Papa… karena tidak dapat menjadi orang tua yang baik… Karena gagal membina rumah tangga… Dan karena Nara kerap kali melihat pertengkaran mama dan papa… Kami bukan contoh yang baik… Maafkan kami…” Ku sapu bulir-bulir air itu dari pipi.

Satu-satunya yang berharga bagiku adalah dia… Satu-satunya yang sanggup membuatku bertahan di rumah ini juga dia… Tapi di satu titik, ku sudah tak sanggup menahan semuanya. Segala caci maki yang ku terima selama ini, segala penghinaan, ketidakjujuran, dan pengkhianatan… cukup sudah!!! That’s it…!!! I’ve had enough…!!! Batinku menjerit…

Aku harus bangkit… Aku harus menapak kembali… dan mulai menata kehidupanku lagi. Jangan terpuruk…!

‘Mamaaaaa…………….’ malaikatku mengerang dan menggapai-gapai tanganku. Mencari kedamaian dalam pelukan seorang Ibu.

Tuhan… mentalku kembali mengkerut… jiwaku kembali mengerucut… Hasrat egoisku membuatku ingin segera kabur dari neraka yang disebut rumah tangga ini… tapi bagaimana dengan dia??? Dia yang sama sekali tidak berdosa… Dia tidak minta untuk dilahirkan ke dunia. Aku dan ayahnya lah yang bertanggung jawab ketika Engkau menitipkan dia… Bagaimana nasibnya kelak??? Akankah ku masih bisa memeluknya dalam tidur nanti? Akankah ia dapat tumbuh menjadi sosok dewasa yang baik? Pedih rasanya jika membayangkan ia akan menyandang gelar seorang anak yang berasal dari keluarga ‘broken’. Akankah ia melihat anak-anak lain yang bermain dengan kedua orang tuanya dengan tatapan iri? Akankah ia bertanya-tanya mengapa kami berpisah? Akankah….. segala perandaian itu menghantuiku….

Kesedihan dan kepedihan… itu yang kurasakan sekarang… dan itu yang akan dia rasakan kelak…

Maafkan mama sayang…………………………………….

Tertarik dengan yang ini?

  • Love’s Melody
  • Mimpi Berhadiah
  • Leaving on a Jet Plane
  • Pohon
  • Kasmaran
  • Getar cinta
  • indah Kau pertemukan kami
  • Kidung Rindu
  • merajai mimpi III
  • merajai mimpi II

Leave a comment

Your comment