Kasih (Ibu)

(Olyvia Santoso)

Kasih ibu, kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai Sang Surya, menyinari dunia.

Pernah dengar lagu itu?
Belom? Masa sich?
Perasaan itu lagu anak-anak jaman balehula.
Sampai sekarang juga masih membekas diingatanku.
Menceritakan bagaimana indah dan hebatnya kasih seorang ibu (bukan ibu bernama Kasih).
Lagu itu tidak sepenuhnya benar, karena kadang si Ibu terasa mengecewakan anaknya.
Mau bukti?


Banyak anak yang merasa tidak diperhatikan oleh ibunya.
Entah karena Ibu sibuk kerja, sibuk arisan, sampe sibuk bertengkar ama Ayah.
Trus gimana?
Jujur, aku juga meragukan isi lagu itu.
Bukan karena tidak merasakan kasih Ibu.
Tapi sejak jadi ibupun,
Aku kadang mengeluh terlalu terikat dengan anak-anakku.
Berarti kasihku tidak tulus ya?
Nggak juga.
Karena saat mereka tidak ada,
Aku merasa sedikit lega.
Namun,
Kalau kelamaan,
Ya nyari juga, abisss kesepian sih hehehe
Buat yang sudah jadi ibu,
Coba nikmati aja hubungan ibu-anak sebisanya
Kata orang-orang sich,
Kalau anak-anak udah besar,
Sulit mendekati dunia mereka.
Tapi kalau kita memiliki jalinan kasih special (pake cinta),
Aku yakin,
Mereka anak selalu bersama kita.
Bagi yang belum dititipi anak (anak kandung, anak angkat, anak tiri, ponakan, anaknya tetangga, silahkan milih aja),
Nikmati juga waktumu.
Sebab kalau sudah dititipi,
Maka waktumu bukan sepenuhnya untukmu lagi.
Saat itulah kau harus berbagi kasih tulus.
Antara dirimu dan anak.

(trus si suami alias Ayah gimana dong???? Tauk akh… Sekarang masih gueleeeeepppp)

Tertarik dengan yang ini?

  • Na, Jaga Diri Lu (2)
  • Untuk Bunga
  • ‘anak’ bagi kita…
  • Seharusnya Indah….
  • Mengenang 12 Tahun Lalu, Saat Sang Pahlawan Pulang
  • Aku belajar dari anjingku
  • Do I Know You?
  • Training Ulang Si Ego
  • Gadis Itu Aku
  • Dear Mom

Leave a comment

Your comment