Sekali Plagiator Tetap Plagiator???

(Onggo Lukito)

Belakangan ini saya rajin ikutan forum kaskus.us, ternyata di sana juga banyak diskusi tentang plagiat dan plagiator (orang yang melakukan plagiat). Karena di sana adalah forum bebas, jadi banyak postingan yang hanya mencacimaki tanpa menyebut alasannya. Korban cacimakinya antara lain band D’Masiv, Pee Wee Gaskins, Vierra. Di antara ketiganya D’Masiv yang paling sering disebut karena memang band yang satu ini banyak mencontek lagu orang lain di album pertama mereka.

Saya merasa beruntung tidak ikut mencacimaki, ini lebih karena perasaan saya sebagai seorang pencipta lagu yang walaupun tanpa disengaja, tetap ada kemungkinan lagu yang saya buat ternyata mirip dengan lagu orang lain.

Postingan caci maki itu lama kelamaan membuat saya muak, karena setiap D’Masiv mengeluarkan lagu baru langsung dicap plagiat dan dicari-cari kemiripannya dengan lagu lain. Terakhir lagu terbaru mereka yang berjudul “Tak Tersentuh” diklaim plagiat dengan lagu band MEW yang berjudul “She Came Home for Christmas”. Bahkan banyak juga yang tanpa perlu mendengar lagunya langsung menulis (maaf): band sampah, bangsat, mati aja deh d’masiv, dan kata-kata kotor lainnya.

Bahkan setelah saya posting hasil penelitian saya yang menjelaskan bahwa lagu terbaru D’Masiv tidak mencontek lagu MEW tetap saja ada orang yang tidak peduli. Bagi mereka sekali plagiator tetap plagiator! Benarkah demikian????

Sebuah lagu merupakan perpaduan dari imaji, memori, perasaan, dan penghayatan penciptanya. Makanya tidak ada lagu yang bagus dan tidak ada lagu yang jelek karena setiap lagu bersumber dari otak si pencipta lagu yang tidak dapat dirasakan orang lain.

Oleh karena memori juga memiliki peran dalam proses penciptaan sebuah lagu, maka tanpa disadari lagu yang dulu pernah didengar dapat muncul saat ini dan tanpa disadari tertuang dalam sebuah lagu. Inilah yang oleh orang lain yang tidak memahami proses ini dicap sebagai plagiat.

Dalam dunia musik sekarang ini cap plagiat begitu mudah keluar, tanpa peduli apapun juga, tanpa ditelaah lagi. Kalau terdengar mirip, langsung cap plagiat. Kalau chordnya sama, langsung cap plagiat. Kalau ada kata-kata yang sama, langsung cap plagiat. Masalahnya kemudian, lagu yang bagaimana yang original?

Tidak ada copy-paste di musik. Jika itu terjadi, maka disebut sebagai cover version, dan tidak termasuk plagiat. Yang ada adalah copy kemudian modifikasi. Buat saya inilah yang dilakukan oleh semua musisi di seluruh dunia. Selama belum ada alat musik baru atau nada baru, maka proses inilah yang terjadi: copy-modifikasi.

Baca juga

  • Selasa Pagi
  • menuju
  • My First Humble Design
  • Isi Ulang
  • Senandung Coklat Panas dan Astor
  • Ketika Aku Mati
  • orang cerdas dan si keras
  • Singkat
  • Reinkarnasi
  • Gumpalan Awan Berwarna Merah

Comments (4)

shinta mirandaAugust 19th, 2009 at 6:52 pm

Soal d’masiv, memang terdengar santer spt itu.Bnyk lagu dicipta, boleh jadi krn pengaruh dari lagu lain, menurut saya sah-sah saja. Ukuran menjiplak lagu itu sampai dimanapun, tdk ada pakem nya. Menurut beberp musisi, bila notasinya persis sama dgn lagu lain sebanyak 7 bar, sdh bs dianggap menjiplak. Apa benar, saya juga tidak mengerti. Apakah tdk dicari jalan keluarnya utk membendung hal spt ini, misalnya komunitas musisi mencari acuan yg baku dan kemudian disepakati bersama.
Walaupun saya mengajar vokal, tetapi dalam hal jiplak menjiplak lagu, awam sekali. Memang sgt terasa, bila ada 1 lagu yg baru, sangat mirip dgn 1 lagu lama..secara spontan pun ada pertanyaan..siapa meniru siapa…

Ronaldo RozalinoAugust 19th, 2009 at 7:38 pm

Hanya kebetulan saja…berjuta-juta musik didunia dan itu tidak diketahui …namun ini hanya untuk mencari kesalahan orang lain

Djoko suhonoAugust 19th, 2009 at 10:35 pm

Sebenarnya..hanya sedikit,yang plagiator murni…(yang lain.hanya saling menyentuh,atau saling kait..tdk sengaja).maslah hanyalah punya etika atau tdk jika mau ..melakukan..itu saja

alex pradapaAugust 21st, 2009 at 10:58 pm

komentar sedikit untuk bung oggo. terkadang memang betul begitu, tapi yang betul2 tau plagiat ya pencipta lagu tersebut (misal, D’Masiv) hati dia tau kok menjiplak atau tidak, hanya saja kebetulan anda dalam hal ini bertindak sebagai kawan dan kita seakan akan lawan anda, jadi ya memang begini jadinya; tidak sejalan. Maaf bung sekedar ilmu untuk anda (maaf; saya menulis buku tentang musik blues), selama saya meneliti lagu2 blues, ribuan lagu2 blues tak satu pun saya mendengar lagu blues yang sama persis bahkan tak sampai 2 bar! dan sekedar anda tahu bahwa notasi do re mi dst itu permutasi dan kombinasi bisa mencapai milyaran!!!!!!ini hanya terjadi di indonesia. lagu lagu hampir banyak yang sama, makanya lagu itu tak akan berhenti selalu akan muncul lagu2 baru, saya tidak bisa memaksa anda untuk mengikuti apa yang saya katakan, kalau banyak orang mengatakan itu hanya kebetulan kelihatannya tidak masuk akal, karena mereka takut dikatakan plagiat terkadang mereka membentengi diri dengan alasan kebetulan, persoalannya kenapa ini terjadi di Indonesia? jawab sendiri bung Onggo?!

Leave a comment

Your comment