buronan
(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Menggila,..tak cukup rasanya satu baris. Berbaris dan semakin memanjang. Berurut, dan kian menurut pada jalurnya. Tak mau keluar, enggan juga beranjak dari semua kekalutan. Tetap setia pada baris keterpaksaan. Menghuni pada sebuah penjara yang di bangun di dalam jiwa. Ini bukan tahanan percobaan, tapi ini sudah tervonis dan palu sudah terlanjur di ketukan. Menerobos dinding berlapisnya, tak mungkin. Sedang pasrah adalah menyerahkan diri kepada kejamnya para tahanan yang lain. Sebentar,. Coba ku rentangkan kembali sayapku yang sudah patah ini. Barangkali masih dapat ku habiskan sisa tenagaku, untuk mengepakkannya, dan terbang melalui celah kecil yang terdapat pada halaman penjara ini, tanpa harus melalui lapisan penyekat dan para penjaganya. Lompat..!! Lompat…!! Lompat!!! Sedikit terasa sakit namun tak apa, harus ku coba kembali. Lompat…!! Lompat…!! Lompat…!! Para tahanan lain dan para penjaga mencibirku sebagai orang gila dengan usahaku. Tak apa. Coba lagi. Lompat…!! Lompat..!! Lompat..!! Auw…!! Sakit sekali,…namun taka pa, coba terus,.. lagi…lagi..dan lagi…Lompat..!!!! dan Yeahhhh..!!!!! Aku berhasil…!!! Aku terbang dan selamat tinggal kemelut. Selamat tinggal penjara jiwa. Selamat datang di angkasa nan biru, burung-burungpun berlomba cepat denganku. Sesekali menjulurkan tangannya dan memberikan ucapan selamat kepadaku. Aku bebas…!!! Aku merdeka…!!! Sejenak aku merasa tenang, meski kutau, kini aku telah menjadi seorang buronan. Aku tau, bahwa masalah-masalah itu pasti tetap akan mencariku, dan suatu saat pasti akan menemukanku (lagi). Namun biarlah. Kini harus ku cari sebuah tempat peristirahatan yang baik, agar mendaratku pada tempat tersebut, dan kemudian mengobati patahan-patahan sayapku, lalu ku sempurnakan (lagi).













kalau buronan cinta kayak apa?
kayak ode
wkwkwkwk..:D