Dan jalan terakhirmu, adalah penyesalanku
(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Aku tau, bahwa luka itu memang tak sepantasnya kau dapatkan
Tak pantas untuk kau rasakan, dan tak pantas untuk kau miliki
Tak seperti yang kau inginkan, tak seperti yang selalu kau harapkan.
Kenyata’an telah mengalahkan keyakinanmu
Terlalu berat, untuk kau hadapi sendiri
Terlalu naïf, untuk kau nikmati sendiri
Buramnya makna, kau reguk dalam kenyataan
Kelamnya nista, kau lahap dalam ketidak berdayaan
Mawarmu layu, tak lagi berbinar
Cantikmu memudar, berganti melati
Karangmu remuk, tak lagi tegar
Bintangmu jatuh, tak lagi berbentuk
Kutemui engkau dalam kegelapan
Tergantung pada pengikat maut
Ku temui penyesalan pada diriku
Terlambat aku hadir, saat kau yakinkan diri tuk pergi
Tangisku penyesalan
Doaku, selamat jalan
Petimu keabadian
Nisanmu kejujuran













tulisanmu semakin membaik.
sekarang yang perlu ada konsistensi.
kalau menulis kenyataan, semua kata kenyataan dalam tulisanmu juga harus kenyataan, jangan ada yang kenyata’an.
termasuk kutemui, ya semua kata kutemui harus seragam, jangan ada yang ku temui. entah karena bingung mana kata yang benar atau memang kebablasan ngetik, kata yang benar adalah kutemui.
oh ya yang bener tahu bukan tau
lanjutkan!
hehe,..terimakasih cici,..

iya, suka kebablasan. trus satu nasehat cici yang masih susah aku lakukan,
“klo abis nulis, di baca ulang,..”
hehehe,..
suka males, klo mau baca ulang,..
thank’s ya ci,..
halah…
bayangkan kalau aku yang baca ulang tulisan sampai lebih dari 10 halaman, demi orang ngerti apa yang kita tulis :p
kamu baru 15 baris loh :p
ya membiasakan diri aja
bentar,..bentar ci, aku bayangin dulu,..
hehehe,…
iya ci,..aku akan selalu berusaha, untuk membiasakan diri.
jangan capek ajarin ode ya ci,..:D