Hantu Marlina

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Dini hari, pukul 02:30 , sa’at ini. Aku masih di tempat ini, menanti, namun tak tau apa yang di nanti. Melihat, namun tak jelas apa yang di lihat. Mendengar, namun tak beraturan pula yang ku dengar. Di depanku ada LAP-TOP, namun kenapa yang nampak malah wajahmu?. Di sekelilingku, riuh terdengar bunyi. Namun kenapa yang paling jelas terdengar adalah suaramu?, meski ku tau, sa’at ini pasti kau sedang terlelap tidur, dan asyik bertamasya ke alam mimipimu, dan tak mungkin kau berada didekatku.

Coba ku nyalakan sebatang rokok. “bull…bull…bull…”. Astaga..!!!kenapa masih juga wajahmu yang keluar di antara kepulan rokok yang aku hisap ini?. Kubuang saja rokok ini, coba ku pejamkan mata. Berharap dapat tertidur dan melupakn semuanya.

Lagi-lagi kamu,…Kamu,..dan Kamu, semakin ku pejamkan mata, malah semakin mendekat dan terlihat jelas gambarmu. Seorang cantik nan rupawan, yang kini justru berubah menjadi hantu di tengah kesendirianku. Selalu hadir tanpa ku undang, namun celakanya tak mau pergi meski sudah berulang kali ku usir.

Apa yang harus aku perbuat? sementara, kemanapun aku pergi, selalu ada kamu, kamu, dan kamu. Coba ku sebut saja namamu, dan ku ucapkan salamku kepada angin. “Marlina,.berhentilah menghantuiku, dan bawakanlah kepadaku seikat dupa cinta yang kau miliki, hingga malaikat yang baiklah yang akan melindungi kita berdua, tanpa ada lagi hantu-hantu yang berpura-pura menjadi baik dengan selalu menghadirkan wajahmu, dan seakan-akan selalu memberiku harapan untuk dapat memilikimu dimanapun aku berada itu. Bawakanlah dupa itu, berikanlah untukku. Mari kita undang malaikat, untuk menjaga setiap langkah kita, agar penantianku bersama para hantu itu pun usailah sudah”



Tertarik dengan yang ini?

Leave a comment

Your comment