Istirahat
(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Dan biar malam, tetaplah malam.
Berharap pagi, takkan berganti.
Kujulurkan tangan, kuremas klimaksnya
Sepertinya, luka ikut terpecah
Kupunguti satu-persatu otakku yang berceceran di dinding jiwa
Kuambil, lalu coba kurangkai dan kupersatukan kembali
Satu otak menurut, sedang sembilan yang lain memberontak
Bahkan, dua diantaranya menggenggam belati dan siap menikamku
Maka kuurungkan niatku, coba pergi kepasar tua
Hendak mencari perisai, kubeli juga senapan
Penjual berkelit dengan kemunafikan
Hendaknya aku bergaya seperti seorang yang tak beruang
Kurangkai sedikit kata manis, dan penjilatpun luruh
Kuambil perisai, kuajak serta senapan
Kutantang otak yang menantang
Kubelenggu otak yang membelenggu
Dan biarlah malam, tetaplah malam
Berharap pagi, takkan berganti
Kujulurkan tangan, kuambil rembulan, kemudian kukantongi juga bintang-bintang
Sepertinya luka, tak lagi terlihat












