nyanyian cinta 2009
(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Sejuta belati menyayati tubuhku
Berebut tempat termanis, menghisap darahku.
Tuan kejam bertengger pada singgasana kerajaannya
Tawa kelakar berpesta, badut jahat riang menhibur rajanya.
Kejujuran sekarat tanpa terawat
Melawan kebohongan, malah menari
Keyakinan tak cukup mampu untuk melawannya
Geliat kemunafikan lebih ramai, dan menyetujui segala muslihatnya
Gemawan langit semakin kelam tak lagi biru
Tangis langit, lupa akan musimnya
Terik mentari lupa pada waktunya
Terang bulanpun berada pada kebimbangan
Musim tanam taklagi menjadi pasti
Sedang menuai, adalah sebuah penantian tanpa kepastian,
Karena pupuk-pupuk cinta telah terlanjur di oplos dengan racun
sebelum akhirnya di berikan kepada para penanam
Peluru dusta, menghunus tepat ke jantung ketulusan
Banyak yang melihat, namun tak ada satupun saksi mata
Mulut di penuhi harta, mengunci hati yang tertutup oleh kuasa
Telinga tersumbat hasutan, mata tertutup tebalnya make-up penampilan
Maka biarkanlah aku bernafas, untuk sejenak
Sebelum akhirnya aku benar-benar mati
Dan terbang bersama senyuman yang tersisa
menuju ke kanopi surga…












