Syukur
(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Sejak kita dilahirkan, sesungguhnya tuhan telah memberikan dua bagian pada tubuh kita, yang sejatinya selalu berfungsi sebagai pengingat untuk kita menjalani hidup ini. Dia adalah Kuku, dan Rambut. Seperti kuku dan rambut, sesungguhnya semua cobaan yang akan kita hadapi didunia ini tidaklah akan pernah selesai. Ketika kita sudah memotongnya, maka tak lama ia akan tumbuh lagi. Bukan karena Tuhan telah menutup matanya, namun justru karena Tuha mau, kita selalu menuruti kehendaknya. Sebaliknya, jika kita adalah manusia yang selalu bersyukur akan kehendaknya, maka kita bisa mengartikan rambut dan kuku sebagi bentuk kasih tuhan terhadap kita yang takkan pernah terhenti. Tuhan akan selalu memberikan rejeki kepada kita tanpa henti. Ketika kita, atau orang lain memotongnya, maka tak lama ia akan segera tumbuh lagi
.
Teman, hendaklah kta selalu bersyukur. Mari melarungkan kepedihan, buang saja duka. Kemanapun kaki melangkah, sesungguhnya disanalah bahagia mampu tercipta. Bersyukur dan selalu mensyukuri apa yang telah dititipkan olehnya. Seperti kuku dan rambut kita yang takkan habis meski dipotong, percaylah bahwa Tuhanpun takkan berhenti memberikan kasihnya terhadap kita. Tak perlulah memandang perbedaan. Bersyukurlah saja. Coba kau lihat sebuah jurang dari atas, kemudian kau lihat sebuah tebing dari dasar. Maka disanalah kita akan tahu, bahwa sesungguhnya, antara jurang yang terjal dan tebing yang begitu curam, sungguh tiada terlihat batasannya. Mari bersyukur teman. Katakanlah bahwa tuhan itu baik. Baik dan takkan pernah berhenti memberi kasihnya terhadap kita.












