Tuhan, apakah agamamu?

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Ini adalah malam, untuk kesekian kalinya malam, dimana aku harus kembali bertanya kepada malam, itu sendiri. Betapa tidak, sepanjang perjalannanku melepas penat tadi, ketika aku berjalan di sepanjang jalanan kampung menuju ke sebuah lapangan tempat aku terbiasa menyendiri dan menikmati malam, aku harus kembali mendengar beberapa kelompok masyarakat yang satu dengan yang lainnya, dimana mereka saling membanggakan tentang agamanya masing-masing, dan tak jarang ku dengar, sesekali menjatuhkan agama lain yang tak di anutnya.

Sungguh, kemudian aku merenung dan bertanya kepada malam. Apa sesungguhnya yang menjadi landasan mereka untuk menganut agama-agama tersebut? Adakah kebenaran di dalam ajaran agama yang mereka anut, untuk menjatuhkan agama lain yang tidak mereka anut? Tak canggung tampaknya dari obrolan yang aku dengar dari mulut mereka tadi, dimana dengan “so” merasa benarnya, salah satu orang dari kelompok itu dengan bangganya menghina satu agama tertentu, dan mengejeknya, lantas menudingnya dengan lantang, “agama kafir!!!” katanya. Di sisi yang lain, pada suatu ketika, aku sempat bertemu dengan seorang yang menganut agama yang telah di jatuhkan orang yang aku jumpai tadi.  Pernah sekali dulu aku dengar, ia mengungkapkan hal yang sama seperti yang di ungkapkan orang yang menjatuhkan tadi, hanya pada waktu itu, orang ini lebih halus dalam gaya bahasanya. Sayang, ketika aku ungkapkan kepada malam tentang hal ini, seperti biasanya ketika aku menggunkapkan hal-hal lain kepadanya, malam tetap tak mau menjawab. Malam hanya tetap diam.

Belum puas rasanya aku bertanya kepada malam meskipun aku tau malam tak akan pernah menjawabnya. Apa sesungguhnya yang mereka cari? Adakah agama di ciptakan hanya untuk saling menjatuhkan?. Tak habis rasanya keingin tahuanku. Maka kemudian ku putuskan saja. Berdiri, dan kemudian mendongakkan kepalaku ke atas langit, dan kutanyakan langsung saja kepada tuhan, karna aku tau takkan ada yang mampu menjawab tentang hal ini. Ku hela sejenak nafasku, ku konsentrasikan fikiranku, sampai aku benar-benar yakin, bahwa tuhan sedang berada di hadapanku. Dan ketika aku sudah yakin bahwa tuhan sudah berada di hadapanku, maka akupun langsung berteriak. “ Tuhan, apakah agamamu?..”

Tertarik dengan yang ini?

  • MUJIZAT ITU NYATA
  • (Feels like) Stranger in My Own House Part 1
  • Ah, Tuhan…
  • aku manusia – Engkau TUHAN
  • Catatan Tentang Iman, Percaya dan Tuhan (believe – faith – God)
  • HE is GREAT
  • Tuhan yang dianggap gagal
  • HE NEVER SLEEPS
  • Siapa Sahabatmu?
  • Lilin Kecil

Comments (1)

bagus_pribadiNovember 15th, 2009 at 2:41 pm

MAZING

Keren mas tulisan ya ….

lag kali gan nulis lagi yg lebih menarik lagi …

Leave a comment

Your comment