Tuhan yang dianggap gagal
(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Berkatalah aku kepada seorang teman wanitaku, yang ber make-up sangat tebal, sedang hidungnya terlihat lebih mancung, entah karena telah di suntik, atau karena apapun itu. Rambutnya tak lagi keriting, lurus dan berwarna tak lagi hitam. Kataku kepadanya.
“ teman, kau lihat langit itu?”
“iya. Kenapa?” jawabnya.
“ indah ya,.. dan itu adalah keagungan Tuhan. Sekarang coba kau lihat bukit-bukit yang berbaris itu.” Kataku selanjutnya.
Kemudian ia menjawab. “ ya, aku tahu, itu juga keagungan Tuhan.” Katanya.
Aku tersenyum kecil. Kemudian kembali bertanya kepada teman wanitaku tersebut.
“ sekarang, apakah kau tahu letak kegagalan Tuhan teman?” tanyaku.
Dia menjawab. “ tidak teman, karena buatku Tuhan tidak pernah gagal.”
Mendengar jawabannya, kemudian aku masuk kedalam rumah, lalu mengambil sebuah cermin, dan meletakkan tepat dihadapan wajah teman wanitaku tersebut, kemudian berkata.
“ teman, inilah kegagalan Tuhan menurutmu sendiri.”













Sebuah cerita yang indah sekali. Bermakna. Tuhan dikatakan gagal karena wanita itu mempermak wajahnya sedemikian rupa sehingga penulis memberikan komentar setengah mengejek. Tuhan dikatakan gagal memperindah wajah wanita itu, sehingga wanita itu pun bersusah payah memperbaiki wajahnya sendiri. Alangkah baiknya jika wanita itu belajar menerima dirinya apa adanya. Dia harus berani menerima dirinya apa adanya.
@david: makasih david.
tuhan memang tidak pernah gagal. hanya saja, sadar atau tidak. kita sendirilah yang sering menganggapnya gagal.:)