Tentang Seseorang yang Mencari Tulang Rusuknya

(Puji Lestari)

Aku memandang malam dan aku melihat malam yang ditemani bintang.
Kemudian aku menatap siang dan aku melihat matahari yang menyinari siang.
Aku melihat ombak dan aku menemukan pantai yang setia menanti ombak..
Kini aku mendengar nada-nada dan setelah itu aku menyimak syair-syair yang selalu mengiringi nada.
Lalu siapakah yang menemani aku seperti bintang yang menemani malam?
Siapakah yang menantiku seperti pantai yang menantikan ombak?
Siapakah yang mengiringiku seperti syair yang senantiasa menyelinap di antara nada?
Aku raba tulang rusukku.
Aku rasa memang ada yang hilang satu.
Aku pejamkan mataku dan aku membayangkan sesuatu.


Di mana Tuhan meletakkan tulang rusukku yang satu?
Adakah dia berusaha mencariku juga?
Ataukah dia sedang termangu menunggu sosokku?
Sepi dan sendiri…sedih dan rindu menanti….
Siapakah dia yang aku rasa memiliki mata selegam mataku…
Yang mempunyai raut seindah rautku…
Yang memiliki rasa seperti rasaku…
Dan yang mempunyai hati seperti hatiku?

Aku amati teman-temanku sekantor, satu per satu. Mirna, cukup manis dan lembut. Tapi dia tidak suka telur. Padahal aku suka sekali telur. Jadi tak mungkin dia tulang rusukku. Mana mungkin seseorang yang diciptakan dari tulang rusukku, mempunyai selera yang berbeda denganku? Aku pandangi Sisca, seseorang yang pernah di satu masa menyelinap di antara celah-celah hatiku. Tapi aku rasa bukan dia. Sisca memang selalu merasa dekat denganku. Dia curahkan seluruh cerita hidupnya padaku. Suka, duka dan asa hingga aku tak sempat menceritakan tentang hidupku, cita-cita dan anganku. Bagaimana mungkin dia belahan jiwaku, rusuk dari tubuhku bila dia tidak mendengarku seperti syair yang selalu mendengarkan nada dan nada yang setia mendengarkan syair?

Sepulang kantor, aku putuskan untuk tidak naik bis. Aku pulang dengan berjalan kaki, siapa tahu aku akan menemukan tulang rusukku yang satu di jalan pulang.

Aku berpapasan dengan seorang gadis putih tinggi semampai. Kulemparkan senyum kearahnya sembari kelambatkan ayunan langkahku. Mungkinkah dia? Ah…tidak…rautnya terlalu bulat sungguh berlawanan dengan rautku.

Sampai dirumah semuanya masih sia-sia. Misteri tentang siapa dan dimana dia tak kunjung kutemukan. Sekarang aku pandangi wajahku di kaca.
Kucari wajah seperti rautku,
kucari mata selegam mataku,
kucari hati seperti hatiku…
dimanakah akan kutemukan selain …..pada diriku sendiri?
Oohh…bayu aku mencintai diriku sendiri…
Ah ombak…aku merindu diriku sendiri…
Duh…sang surya aku memuja si aku sendiri…
Bukan seseorang dari rusukku…
Tidak seperti ombak dan pantai yang saling melengkapi tetapi seperti api dan bara yang tak lain adalah satu…
Duh…engkau…
Sadarlah kini aku…
Dan biarkanlah aku menemukanmu…
Raut yang tak seindah rautku namun berhati emas tak seperti milikku…
Mata coklat biarlah tak selegam mataku…
Jiwa yang tenang tak seperti geloraku….
Dan biarlah kita seperti ombak dan pantai,
Syair dan nada….
Bintang dan malam….
Matahari dan siang…..
Aku dan engkau….

Tertarik dengan yang ini?

  • Love’s Melody
  • Mimpi Berhadiah
  • Leaving on a Jet Plane
  • Pohon
  • Kasmaran
  • Getar cinta
  • indah Kau pertemukan kami
  • Kidung Rindu
  • merajai mimpi III
  • merajai mimpi II

Comments (4)

shinta mirandaOctober 26th, 2009 at 9:15 pm

aku jadi ingat sebuah lagu yg selalu dinyanyikan dalam event retreat pasutri:
refr: tulang rusuk yang lama hilang. kini ku tlah jadi pendampingmu…..
semoga saja dia yang merindukan tulang rusuknya, dipertemukan tuhan…..

marietta rini adyastutiOctober 26th, 2009 at 11:28 pm

lama setelah upacara perkawinan berlalu..
kadang ragu menyembul,
rusukku yang hilangkah?

setelah satu tarikan nafas panjang..
dan rapalan doa lirih menggumam,
lepas satu per satu angan-angan liar

ya,
ini rusukku itu.
ku masih mau lepaskan
diriku untuknya..

LiniOctober 28th, 2009 at 2:15 am

@ Marietta: kamu berbakat nulis, join dong… :)

Puji LestariOctober 28th, 2009 at 9:30 am

Iya lho…tulisannya mba Marietta bagus, meskipun singkat tapi pilihan kata dan susunannya bagus banget…btw, ciri-ciri seseorang yang memiliki bakat menulis itu apa saja ya mba Lini?…mohon pencerahan ;)

Leave a comment

Your comment