Cukup Contreng Satu Kali
(Ratna Fri)
Sudah satu minggu ini negara Ayodya tengah mengelar pesta akbar untuk memilih wakil rakyat yang akan bekerja memulihkan kondisi perekonomian negara yang kian memburuk. Banyak sekali caleg (calon legeslatif) yang mencalonkan diri dan menebarkan janji – janji manis kepada rakyat. Orasi demi orasi dilakukan dan tentu saja tak lupa panggung hiburan mewarnai kampanye para caleg ini yang di ramaikan oleh penyanyi dangdut nan bergoyang aduhai membuat tambah panas suasana.
Keramaian kampanye tidak saja dirasakan di ibukota Ayodya, tapi juga di desa Gadirejo. Banyak sekali gambar – gambar para caleg dari berbagai partai yang bertebaran di pohon – pohon, di tiang listrik, halte bis bahkan di dalam angkutan umum. Tak heran kalau penduduk desa Gadirejo juga kecipratan rejeki akibat pesta rakyat ini. Banyak yang menjadi simpatisan dadakan yang turut meramaikan kampanye. Tak terkecuali Gareng yang setiap hari selalu ikut kampanye, tapi anehnya Gareng ini selalu ikut kampanye pada partai yang berbeda. Misal di hari Senin dia ikutan dengan memakai kaos biru bergambar bintang, terus hari Selasa dia memakai kaos kuning yang ada gambarnya pohon beringin, hari Rabu nya dia memakai kaos merah bergambar kepala banteng sampai hari minggupun kaos yang di pakainya selalu berbeda.
Pak Semar sebagai sesepuh di desa Gadirejo memperhatikan tingkah Gareng yang aneh ini, dan karena penasaran maka beliau memutuskan untuk menanyakan hal tersebut. Dan kebetulan sekali Pak Semar ketemu sama Gareng di warung angkringan saat mau makan siang.
“Reng kalau saya perhatiin tiap hari kamu ini ikut kampanye tapi kenapa selalu beda partai, sebenarnya kamu ini pilih partai apa thoo ? tanya Pak Semar yang lagi penasaran dengan tingkah laku Gareng.
“Oooo yach tergantung Pak Semar” jawab Gareng sambil minum teh manis panas yang dia pesan. “Ahhh seger tenan teh iki “ celetuk Gareng.
“Tergantung piye sich Reng, jelasin yang benar thoo “ ujar Pak Semar tambah penasaran.
“Yah tergantung sopo sing ngajakin aku kampanye Pak” jawab Gareng, “Trus aku entuk opo nak gelem melu kampanye, misale hari Senin aku diajakin ikut partai biru, nak aku gelem melu di kasih kaos trus duit 100rb, trus di tambah makan siang gratis, uenak tenan rak Pak Semar ?” tambah Gareng.
“Ooo dadi kamu ini ikut kampanye cuman pingin duite tok yo ? “ ujar Pak Semar
“Ya iyalah Pak Semar khan lumayan banget, aku rak duwe kerjaan trus entuk duwit 100 rb tiap hari….yoo bejo banget rak, malah aku pingin nak iso PEMILU ojo tiap 5 tahun sekali tapi sebulan sekali iso sugih aku Pak “ ha….ha…ha… jawab Gareng sambil tertawa.
“Kowe iki aneh – aneh wae, kalau PEMILU tiap sebulan sekali adanya negara bakal bangkrut, yang 5 tahun sekali aja negara sudah pusing mikirin biayanya apalagi sebulan sekali “ kata Pak Semar yang hanya bisa geleng – geleng kepala mendengar ocehan Gareng.
“Lha terus tanggal 9 April nanti kamu mo milih caleg dari partai mana, opo ora bingung kuwi milihe ? tanya Pak Semar
“Ya tinggal di contreng ajah semua Pak “ jawab Gareng
“Lho……gimana kok di contreng semua, kalau di contreng semua suara kamu gak sah” kata Pak Semar
“Sekarang Pak Semar mikir ajah, kalau pas PEMILU ini para caleg khan pada obral janji, bagi-bagi duit, terus bagi-bagi sembako, trus kalau ada musibah di negara kita kayak banjir, lumpur Lapindo, tsunami, gempa bumi gak ada yang gerak khan? Berarti mereka juga memanfaatkan suara rakyat.” jawab Gareng dengan semangat. “Ya makanya sekarang aku juga manfaatin uang mereka, mumpung pas lagi butuh suara, nanti nak ora butuh suaraku meneh pasti lali karo aku” tambah Gareng
Pak Semar hanya bisa mangut – mangut aja mendengar penjelasan Gareng.
“Cuman kalau semua warga negara ini kayak kamu gak akan ada yang mimpin negara dan memulihkan kondisi negara kita ini Reng. Makanya kita kudu kenal dan tahu persis siapa yang pantas untuk memimpin negara Ayodya, harus orang yang jujur dan bijaksana “ujar Pak Semar
“Bener juga sih Pak Semar, kalau gitu Pak Semar kudu mencalonkan diri dadi capres, pasti mengko aku pilih “ sahut Gareng
“Ha…ha….ha….sapa yang mau gandeng aku Reng wong aku rak dhuwe partai “ kata Pak Semar sambil ketawa
“Yo gawe partai anyar wae Pak, khan sekarang banyak yang pada bikin partai baru, mengko di namain PSG (Partaine Semar lan Gareng) “
Pak Semar ketawa mendengar ocehan Gareng yang tambah ngalor ngidul gak jelas itu.
“Yo bener Reng, nanti kita bikin partai sendiri biar tambah ramai partaine negara Ayodya. Wis ya aku mau pulang duluan, mau benerin genteng yang pada bocor “ pamit Pak Semar
“Reng ojo lali nanti tanggal 9 April contrengnya cukup sekali saja, di no urut caleg atau di nama caleg yang kamu pilih” tambah Pak Semar
“Iya Pak Semar, nak aku ora lali ya “ jawab Gareng sambil cengengesan.
(di tulis tgl 22 Maret 2009)












