Pingin Amnesia

(Ratna Fri)

Pernah tidak kalian bisa melupakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh di lupakan dan kejadiannya terus berulang-ulang. Misalnya ya suka lupa menaruh dompet di mana? Dompet sering ketinggalan di kantor, lupa naruh ballpoint yang barusan saja di pegang, tidak tahunya ada di saku baju kamu. Atau disuruh beliin sesuatu di warung, tapi kelupaan padahal uangnya udah di kasih, dan masih banyak lagi.

Dan ini sering terjadi sama aku, bahkan terlalu sering sampai-sampai teman kerjaku sering bilang kalau aku sudah pikun. Hehehe….tidak apa-apa sih, kadang hanya buat ramai-ramai saja, tapi kalau keseringan ya jadi masalah juga buat aku. Pernah ada kejadian dompetku ketinggalan di laci meja kerjaku, dan sewaktu pulang kerja aku dengan santainya melenggang ke supermarket buat belanja. Dengan asyiknya aku ambil barang-barang belanjaan, dan waktunya mau bayar ngantrinya panjang banget, terus sampai di kasir, aku geledah tasku uppss….ternyata dompetku ketinggalan…..malu lagi sama yang ngantri di belakang…, dan tanpa merasa berdosa bilang ke kasirnya “Maaf ya mas…., dompet saya ketinggalan jadi di cancell saja ya transaksinya…he.he.he…” lalu aku main ngacir ajah pergi dari situ. Terus buru-buru kembali lagi ke kantor….dan apesnya lagi ternyata oh ternyata kantor udah di kunci. Kejadian deh tidak bisa pulang ke kos, dalam keadaan kebingungan aku bersyukur masih ada teman kerja yang lagi nunggu jemputan. Dan dia bertanya kepadaku “Knapa mbak Ratna, kok kembali lagi, pasti dompetnya ketinggalan ya” tanyanya sambil tersenyum melihat aku yang kelihatan capek banget habis jalan cepat dari supermarket ke kantor.

“Hehehe tahu saja kamu Lisna……” jawabku dengan malu-malu, habis penyakit lupa ini tidak pernah bisa sembuh-sembuh.

“Yach mbak, si Om sudah pulang tuch” jelas Lisna

“Aduh bagaimana yach, mana di tasku tidak ada uang sepersenpun lagi” jawabku yang kebingungan karena tidak ada ongkos pulang.

“Sudah pakai uang Lisna dulu saja mbak….., daripada nanti jalan kaki ke kos” ujar Lisna yang menawarkan bantuan kepadaku

“Oiya Lisna, aku pinjem dulu ya sepuluh ribu saja, di kos aku masih ada uang buat ongkos besok” senang juga Lisna mau meminjamkan uang buat aku.

Puji Tuhan malam itu masih ada Lisna jadi aku terselamatkan, bayangkan saja jika aku harus jalan kaki dari Cempaka Putih ke Kali Malang, Uuhh bisa gempor nih kaki aku, bisa-bisa jadi SGM alias sikil gebug maling (kaki buat mukul maling) hahaha……

Parahnya kejadian seperti ini sudah lebih dari 5 kali aku alami. Dan sering kali terselamatkan karena masih ada uang di tasku, dan aku pindah kos lebih dekat dengan kantor. Jadi jika dompetku ketinggalan lagi, aku tinggal jalan kaki 10 menit juga sudah sampai di kos.

Itu masih contoh yang biasa, ada lagi amnesia aku yang paling parah. Bulan Agustus yang lalu aku disuruh menemani kedua orang tuaku ke Klaten untuk ziarah kubur ke makam kakek dan nenek. Waktu itu pulsaku sudah mau habis, tinggal 5 ribu saja, padahal aku khan lagi asyik-asyiknya main facebook lewat web selular. Saat perjalanan menuju ke Klaten dari Semarang, aku minta tolong Ayahku yang lagi menyetir untuk berhenti dulu di counter handphone. Lalu aku membeli voucher 25 ribu, lumayan buat facebook-an satu hari ini juga tidak akan langsung habis. Setelah membeli voucher aku masuk ke mobil, aku duduk di bangku belakang, waktu itu aku lagi asyik ngobrol sama Om Ronny yang duduk di sampingku. Keasyikan dengerin omongan om Ronny yang bercerita  tentang putrinya Lucky yang sekarang sedang bekerja di Jepang. Aku mulai mengosok voucherku, aku liatin angkanya trus aku tekan 888 masukan kode voucher trus ok, tanpa aku cek pulsanya sudah masuk atau belum, aku main buang saja kartu voucher tersebut, di bawah jok mobil.

Sesampai aku di Klaten, supaya tidak bosen menunggu kedua orang tuaku, tante dan om ku yang lagi asyik ngobrol dengan saudara dan teman-teman masa kecilnya, aku habiskan waktuku dengan facebook. Pas jam satu siang ada temanku yang menghubungi lewat sms.

“Fri…..kemana aja, kok gak nyala ym-nya” bunyi sms dari temanku Yuni

“Hehehe…sorry jeng, klo nyalain ym seharian ntar bateraiku cepet habis, nunggu permintaan aja” balasku

“Ooo gitu yach….nyalain yah ym-nya, gue pingin ngobrol nih ma lue” balas Yuni lagi

“Okech sip tunggu bentar yach”

Dari tadi memang sih ym (yahoo massager) tidak aku nyalain tapi aku asyik mainan facebook terus, up date status dan comment status temen-temenku. Sebelum aku nyalain ym, iseng-iseng aku cek pulsaku sudah habis berapa yach, kok tiba-tiba aja mau download facebook tidak bisa.

Lalu aku tekan *888# dari handphone-ku dan keluarlah pemberitahuan “sisa pulsa anda Rp 543. Aktif s/d 2/09/09. “Lho….apa-apaan ini kok tinggal 543,- padahal tadi sebelum berangkat aku baru saja isi pulsa dua puluh lima ribu rupiah” kaget banget aku melihat saldo pulsaku yang tiba-tiba lenyap begitu saja.

Aku mulai mengingat-ingat kejadian tadi pagi saat isi pulsa, aku tekan 888 trus tekan angka 3 masukan kode voucher. Emm semua udah aku lakukan, apa yang belum yach. Oiya aku ingat sesuatu aku belum cek pulsanya sudah masuk belum yach.

“Hah…memang dodol aku ini “ gumamku dalam hati, sambil menertawakan kebegoanku. Kemudian aku cek di mobil, karena tadi perasaan vouchernya aku buang di jok mobil, aku ubek-ubek isi mobil…., aku cari-cari tapi kok gak ketemu juga yach, jangan-jangan tadi sudah di buang sama ibu. Duch bingung juga cariinnya, ya udahlah gak apa-apa daripada pusing dicari tidak ketemu aku relaiin saja.

Karena tidak ketemu vouchernya gagal deh aku chatting sama Yuni, lalu aku sms-in dia,

“Jeng sorry ya, pulsaku habis…..nanti klo pas aku mau pulang aku isi dulu di jalan, kita bisa lanjut chatting lagi”

“Oke deh Fri….” balas Yuni

Satu minggu setelah kejadian itu, aku diajak pergi adikku ke tempat pemancingan di sekatul, daerah Boja satu jam perjalanan dari kota Semarang. Aku duduk di bangku belakang di sampingku ada mama dan di tengah adikku yang centil Ria. Iseng-iseng aku bersihin karpet bawah jok mobil,tidak tahunya aku melihat sesuatu yang tidak asing, aha….ini khan kartu voucherku yang satu minggu lalu aku cari-cari, gak tahunya ada di sini. Lalu aku ambil handphone-ku dan aku kembali tekan 888 lalu tekan 3 terus ketik kode voucher, dan tidak lupa cek saldo pulsa sudah terisi atau belum. Aku ketik *888# sisa saldo anda 52.976 masa aktif s/d 10/10/09. Ahhh akhirnya pulsaku tidak jadi hilang tapi hanya keselip saja hehehe. Saat aku ceritakan ke hal ini ke adik dia sedikit kecewa kenapa bukan dia yang menemukan, lumayan khan dua puluh lima ribu buat sms-an dan telepon pacarnya. Aku hanya tertawa saja saat mendengarkan kekecewaannya, tapi geli juga sih kalau inget hal ini.

Penyakit pelupa ku ini memang susah buat di sembuhkan dan sering kali membuat aku dan tentu saja orang-orang terdekatku jadi ikutan susah. Bahkan penyakit ku ini menjalar dan menular ke teman-temanku dan adik-adikku juga. Dan penyakit ini bukan karena faktor usia, karena memang semenjak aku masih kecil aku sering melupakan sesuatu hal.

Namun beberapa minggu ini, aku justru menginginkan penyakitku ini menghampiriku.

Aku ingin Amnesia sesaat, ingin melupakan seseorang yang membuat aku ingat terus akan sosoknya dan terlalu sulit untuk melupakannya. Semakin aku berusaha untuk melupakan dia aku semakin terus menerus mengingatnya. Andai saja penyakit ini hinggap di tubuhku pasti aku bisa cepat melupakan semuanya. Dimana aku yang setiap hari selalu khawatir akan keadaannya. Dia sudah makan belum ya…..?; sedang apa dia sekarang ya….?; bagaimana dengan hidup dia di sana? Apa dia masih merindukanku juga?

Pertanyaan itu sering muncul di hatiku, selalu dan selalu……, untuk menghubunginya dan tetap berteman dengannya, sudah aku lakukan. Tapi itu juga justru semakin membuat aku terus berharap. Ya mungkin hanya waktu yang dapat membuat aku melupakannya, dan membutuhkan kesabaran sedikit lagi. Pasti itu sabar, sabar semuanya pasti akan berlalu, dan percaya bahwa segalanya akan baik-baik saja.

Oohh Amnesia…..datanglah padaku…….aku benar-benar pingin Amnesia.

Baca juga

  • Dulu, Sekarang, ..atau Selamanya ??
  • Back Street Love
  • Bingkisan Yang Bernama Hidup…
  • from “Honey Bee”
  • #12HariBerceritaPagi – “Kupu-Kupu”
  • #1
  • I Forgive You
  • Merdekalah, Indonesiaku!
  • Pilihan
  • Rasa Syukurku

Comments (2)

FonnyOctober 17th, 2009 at 8:42 pm

Fri, hal yang ingin diingat malah terlupa.. hal yang ingin dilupakan malah keingetan terus…gimana euy? that’s life hehe…

ratna friOctober 17th, 2009 at 10:53 pm

nah itu dia masalahnya, yang satu ini belum bisa buat melupakan.
Jadi ya di jadiin inspirasi buat nulis saja, siapa tahu lama-lama bisa lupa sendiri
Makasih Ci Fonny buat commentnya :) )

Leave a comment

Your comment