Selamat Tinggal Sahabatku
(Ratna Fri)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Dua hari lagi aku akan meninggalkan kota Jakarta untuk kembali ke kampung halamanku. Selagi masih ada waktu aku menyempatkan diri pergi ke tanah abang untuk membeli beberapa barang titipan adik-adikku. Aku pergi dengan naik transjakarta dari Cempaka Putih menuju Bank Indonesia. Selama perjalanan aku tidak menyangka kalau aku akhirnya pergi juga dari kota yang keras ini. Dan di dalam busway aku kembali merenung tentang sesuatu yang baru bisa aku pahami. Selama hampir 6 tahun ini aku ada di Jakarta, jauh dari keluarga dan saudara. Aku benar–benar bisa merasakan susahnya orang yang hidup merantau, pergi jauh dari kampung halaman menuju ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Aku bersyukur di Jakarta aku memiliki teman–teman yang baik, yang tidak terpengaruh dengan kehidupan malam kota besar ini. Mungkin aku termasuk orang yang kurang pandai bergaul dan tidak bisa mengikuti gaya hidup yang ada saat ini. Tapi aku tak pernah ambil pusing dengan hal itu, tidak masalah aku di katakan tidak gaul yang penting aku bisa hidup baik.
Dua bulan yang lalu aku memutuskan untuk berhenti kerja, dan kembali ke kampung halaman untuk bisa menemani kedua orang tuaku. Dan hari ini untuk pertama kalinya aku tidak bekerja lagi. Beban yang selama ini di pundakku begitu berat sekarang terasa ringan sekali. Terima kasih Tuhan kau telah memberikan keputusan yang tepat untukku.
Namun ada sesuatu yang berat terasa di hatiku, sungguh berat sekali. Aku harus berpisah dengan sahabatku yang sudah menemani aku selama 6 tahun ini. Yang selalu ada ketika aku membutuhkannya. Aku ingat ketika aku ditekan di tempat kerjaku, aku merasa tidak ada seseorang yang bisa membelaku, tapi aku diberikan kekuatan karena engkau selalu mendukung aku sobat. Kau juga selalu membawa makanan dari kantong ajaibmu itu dan dikeluarkan pada saat–saat jam lapar datang. Kau suka sekali memberikan julukan lucu pada setiap rekan kerja yang ada di divisi kita (ada Cucuk, mbak Cus, mbak Bos, Cik Pang, Amsyong, Petty, Madam, Komang). He.he….memang lucu nama-nama yang telah kau berikan, bahkan kau juga menamai divisi kita dengan pemalu yang artinya perempuan makan melulu. Bagaimana tidak makan terus, setiap rasa lapar datang selalu aja ada stok makanan darimu, selain itu tempat kerja kita juga dekat warung, kalau lapar tinggal teriak aja “Teteh (kakak) ……mie rebus satu…he..he…, pantasan ya teman – teman di divisi kita ini gemuk-gemuk.
Maafkan aku jika beberapa waktu yang lalu aku telah salah paham padamu, seringkali aku juga merasa kecewa karena kau tidak pernah membagi waktumu untukku, aku selalu merasa kau tidak pernah memberikan perhatian padaku dan itu membuatku marah padamu. Aku juga suka membuatmu kesal dengan kata-kataku yang pedas bahkan sampai menusuk rasa, dan jika aku sedang kesal padamu aku diamkan engkau tanpa alasan. Sahabat maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu.
Aku tak pernah menyangka kita akan terpisahkan oleh jarak dan waktu. Dan kini aku baru bisa menyadari bahwa seseorang itu akan berarti ketika orang itu sudah tak ada lagi bersama kita. Aku hanya bisa bilang terima kasih untuk kado yang indah yang kau berikan untukku pagi ini. Rasa haru, sedih dan senang bercampur aduk menjadi satu. Tak ada kata yang bisa mewakili semua ini. Sahabat aku sangat sayang padamu, dan aku pasti akan selalu merindukanmu, aku akan selalu ingat kebersamaan kita selama ini.
“Setitik kasih membuat kita sayang, seucap kata membuat kita percaya, sekecil luka membuat kita kecewa tapi persahabatan akan selamanya bermakna”
Teruntuk sahabatku Nita Maria












enak bacanya…..
persahabatan 6 tahun bisa sangat berkesan mendalam juga ya
bagus, Ratna!
komen dari mercy sitanggang:
Teman.. Seperti botol ketemu tutupnya.. Mantan pacar ada… Tapi mantan teman tidak ada.. Karena teman adalah bernama abadi…
[...] Selamat Tinggal Sahabatku (Ratna Fri) [...]
[...] Selamat Tinggal Sahabatku (Ratna Fri) [...]
aku punya sahabat, ia amat sangat sabar, baik dan sangat sayang padaku….., aku sering menyebutnya malaikat ….meski tidak bersayap….
artikel ini membuat aku rindu padanya hari ini….